Bolehkah Puasa di Hari Tasyrik Setelah Idul Adha? Simak Pandangan Ulama dan Amalan yang Dianjurkan
Setelah merayakan Idul Adha pada 10 Dzulhijjah, umat Muslim memasuki hari-hari istimewa yang disebut Hari Tasyrik yang jatuh pada tanggal 11, 12, dan 13 Dzulhijjah.
Bagi Anda yang terbiasa menjalankan ibadah puasa sunnah, mungkin bertanya-tanya bolah atau tidak berpuasa di Hari Tasyrik tersebut.
Hukum Puasa di Hari Tasyrik
Secara umum dilansir dari NU Online dan MUI, mayoritas ulama menyepakati bahwa hukum berpuasa pada hari Tasyrik adalah haram.
Hal ini didasarkan pada sabda Rasulullah SAW yang menyebutkan bahwa hari-hari tersebut adalah waktu bagi umat Islam untuk menikmati hidangan.
"Hari-hari tasyrik adalah hari makan dan minum." (HR. Muslim).
ilustrasi orang puasa (dibuat menggunakan AI)Imam Nawawi dalam Syarh Shahih Muslim menegaskan bahwa hadits ini merupakan dalil kuat yang melarang puasa pada hari Tasyrik, baik itu puasa sunnah (seperti Senin-Kamis atau Ayyamul Bidh) maupun puasa wajib.
Pengecualian bagi Jamaah Haji
Meski secara umum dilarang, ada satu kondisi khusus di mana puasa di hari Tasyrik diperbolehkan menurut sebagian ulama.
Pengecualian ini hanya berlaku bagi jamaah haji yang mengambil manasik Tamattu' atau Qiran namun tidak mampu menyembelih hewan kurban (hadyu).
Hal ini merujuk pada keterangan dari Ibnu 'Umar dan 'Aisyah RA
“Tidak diberi keringanan di hari Tasyrik untuk berpuasa kecuali jika tidak didapati hewan hadyu.” (HR. Bukhari).
Namun perlu dicatat, dalam madzhab Syafi'i pendapat terbaru (Qaul Jadid) tetap menyatakan bahwa puasa di hari Tasyrik tidak diperbolehkan bagi siapa pun tanpa terkecuali.
Meski begitu, pendapat yang membolehkan bagi jamaah haji tertentu dianggap kuat oleh sebagian ulama karena didukung hadits yang tegas.
Bagaimana dengan Puasa Ayyamul Bidh?
Banyak umat Muslim yang rutin menjalankan puasa Ayyamul Bidh (tanggal 13, 14, dan 15 setiap bulan Hijriah).
Karena tanggal 13 Dzulhijjah termasuk dalam Hari Tasyrik, maka Anda dilarang berpuasa di tanggal tersebut.
Solusinya, Anda bisa mengganti puasa hari ke-13 tersebut dengan hari lain di bulan Dzulhijjah agar tetap mendapatkan keutamaan puasa tiga hari dalam sebulan.
Amalan Pengganti yang Dianjurkan
Karena dilarang berpuasa, umat Muslim disarankan untuk memperbanyak amalan lain yang bernilai pahala besar di hari Tasyrik, di antaranya:
- Menyembelih Hewan Kurban: Waktu penyembelihan masih dibuka hingga matahari terbenam pada tanggal 13 Dzulhijjah.
- Memperbanyak Zikir dan Takbir: Mengumandangkan takbir setelah shalat fardu merupakan bentuk syukur kepada Allah SWT.
- Makan dan Minum: Menikmati olahan daging kurban bersama keluarga adalah bagian dari ibadah di hari-hari ini.
- Bersedekah Daging: Berbagi kebahagiaan dengan fakir miskin dan tetangga.
- Berdoa: Memperbanyak doa, khususnya doa "Sapu Jagad" untuk keselamatan dunia dan akhirat.
Tag: #bolehkah #puasa #hari #tasyrik #setelah #idul #adha #simak #pandangan #ulama #amalan #yang #dianjurkan