Penyaluran MBG Jadi 5 Hari, Gaji Pegawai SPPG Tetap Sama
Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana, menegaskan gaji karyawan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) tidak berubah meski ada penyesuaian hari penyaluran program Makan Bergizi Gratis (MBG) menjadi 5 hari.
“Tidak, tetap. Kan selama ini juga segitu,” kata Dadan saat ditemui di Kementerian Koordinator Bidang Pangan, Graha Mandiri, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (2/4/2026).
Bukan hanya itu, Dadan juga memastikan bahwa biaya setiap porsi MBG tetap sama seperti sebelumnya.
“Sama, enggak ada perubahan. Hanya hari saja,” ucap dia.
Baca juga: Dari MBG 5 Hari sampai WFH ASN, Indonesia Bisa Hemat Berapa Rupiah?
Sebelumnya, MBG menyatakan penyaluran program Makan Gizi Gratis di sekolah-sekolah daerah 3T (terdepan, terluar, tertinggal) serta wilayah dengan prevalensi stunting tinggi akan berlangsung enam hari dalam seminggu.
Sementara itu, untuk siswa di wilayah lainnya, penyaluran MBG disesuaikan dengan hari belajar, yakni lima hari dalam sepakan.
“Pemberian MBG di hari Sabtu untuk daerah dengan risiko stunting tinggi merupakan langkah strategis memastikan anak-anak menerima gizi yang cukup setiap hari,” ujar Dadan dalam siaran pers yang diterima Kompas.com, Minggu (28/3/2026).
BGN juga menegaskan, proses pendataan yang teliti menjadi kunci dalam menentukan wilayah penerima kebijakan ini.
Baca juga: BGN Terapkan Skema MBG 5 Hari, Ini Perbedaan Menu di Daerah 3T
Data Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) 2024 dari Kementerian Kesehatan digunakan sebagai dasar penetapan wilayah prioritas, terutama di kawasan Indonesia timur.
Dalam pelaksanaannya, BGN akan berkoordinasi dengan dinas pendidikan dan dinas kesehatan setempat guna memastikan keakuratan data sehingga program dapat menjangkau sasaran yang tepat.
Pendataan tersebut meliputi jumlah sekolah, jumlah peserta didik, serta tingkat stunting di masing-masing daerah.
Baca juga: Susu MBG Dijual di Minimarket, BGN: Kami Tidak Pernah Produksi Susu UHT
Wilayah di Indonesia timur, Sumatera, dan Papua menjadi prioritas karena masih mencatat angka stunting yang relatif tinggi.
“Integritas data sangat penting, karena program ini menyangkut kesehatan dan masa depan generasi muda. Kami tidak ingin ada anak yang tertinggal dari pemenuhan gizi,” kata Dadan.
Melalui kebijakan ini, BGN berharap seluruh anak sekolah, khususnya di wilayah 3T dan daerah rawan stunting, dapat terpenuhi kebutuhan gizinya untuk mendukung tumbuh kembang yang optimal, sekaligus mendorong percepatan penurunan stunting di Indonesia.
Tag: #penyaluran #jadi #hari #gaji #pegawai #sppg #tetap #sama