Legislator Minta Korban Pencabulan Ponpes Pati Diberi Layanan Kesehatan
- Anggota Komisi IX DPR RI Netty Prasetiyani meminta pemerintah memberikan layanan kesehatan untuk korban pencabulan di pondok pesantren di Kabupaten Pati, Jawa Tengah.
"Fokus utama kita tidak boleh berhenti pada proses hukum, tetapi harus memastikan korban mendapatkan layanan kesehatan yang komprehensif, baik fisik maupun mental, secara layak dan berkelanjutan," kata Netty dalam keterangan media, Kamis (7/5/2026).
Baca juga: Hotman Paris Kawal Kasus Pencabulan Kiai di Pati hingga Sidang Pengadilan
Netty mengungkapkan korban merupakan kelompok rentan yang membutuhkan pendekatan layanan kesehatan yang sensitif dan berperspektif korban, terutama dalam proses pemeriksaan yang berkaitan dengan penyelidikan dan penyidikan.
Ia pun mendesak Kementerian Kesehatan untuk segera memastikan fasilitas layanan kesehatan, khususnya rumah sakit daerah, memberikan pelayanan medis secara gratis, proaktif, dan tidak membebani korban, termasuk pemeriksaan fisik dan visum yang menjadi bagian penting dalam proses hukum.
"Proses medis seperti visum tidak boleh menjadi hambatan bagi korban. Negara harus memastikan akses layanan ini mudah, cepat, dan berpihak pada korban," ucapnya.
Baca juga: Ayah Korban Pencabulan Kiai di Ponpes Pati Mengaku Diintimidasi Usai Lapor Polisi
Politikus PKS itu juga menyoroti pentingnya penanganan kesehatan jiwa.
Dengan jumlah korban yang mencapai puluhan, ia menilai kondisi ini sebagai situasi darurat yang membutuhkan intervensi serius dan berkelanjutan.
"Trauma akibat kekerasan seksual tidak selesai dalam satu-dua kali pendampingan. Harus ada layanan psikologis yang berkelanjutan hingga korban benar-benar pulih," ujarnya.
Baca juga: Kasus Pencabulan Kiai Ponpes Pati, Ayah Korban Lapor untuk Lindungi Anak Lain
Dirinya mendorong Kementerian Kesehatan, khususnya melalui Direktorat Kesehatan Jiwa dan kelompok rentan, untuk mengerahkan tenaga profesional seperti psikolog klinis dan tenaga kesehatan jiwa guna memberikan pendampingan intensif.
Netty juga meminta dilakukan pemantauan kesehatan reproduksi secara komprehensif, guna memastikan tidak ada dampak jangka panjang terhadap kondisi fisik korban.
"Korban harus merasa aman ketika datang ke fasilitas kesehatan, bukan justru mengalami tekanan atau stigma. Ini penting untuk memastikan mereka berani melapor dan mendapatkan penanganan," ungkapnya.
Netty mengingatkan pentingnya negara hadir secara utuh dalam pemulihan korban, tidak hanya dari sisi hukum, tetapi juga dari sisi kesehatan yang menjadi fondasi utama pemulihan jangka panjang.
"Pemulihan korban adalah tanggung jawab negara. Layanan kesehatan yang berpihak pada korban adalah kunci agar mereka bisa bangkit dan melanjutkan hidup," kata Netty.
Tag: #legislator #minta #korban #pencabulan #ponpes #pati #diberi #layanan #kesehatan