Survei LSI: Mayoritas Publik Tetap Ingin Pilpres dan Pilkada Langsung
ilustrasi pemilu(canva.com)
22:26
12 April 2026

Survei LSI: Mayoritas Publik Tetap Ingin Pilpres dan Pilkada Langsung

- Lembaga Survei Indonesia (LSI) menyebutkan mayoritas respondennya tetap ingin mempertahankan sistem pemilihan langsung untuk Pilkada hingga Pilpres.

Survei soal sistem pemilu ini menjadi sebagian komponen dalam survei “Evaluasi dan Komitmen Publik Terhadap Pancasila”, dipaparkan Direktur Eksekutif LSI, Djayadi Hanan, di Cikini, Jakarta Pusat, Minggu (12/4/2026).

Baca juga: Survei LSI: 69,8 Persen Responden Puas Terhadap Demokrasi di Indonesia

Survei ini berkaitan dengan sila keempat Pancasila, “Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan”.

LSI mengajukan pertanyaan ke responden soal preferensi sistem pemilu dalam demokrasi perwakilan, yakni apakah pemilu langsung meliputi pemilhan DPR, DPRD, pemilihan kepala daerah, hingga pemilihan presiden dan wakil presiden, ataukah pemilu dalam permusyawaratan perwakilan bermakna pilkada dan pilpres dipilih oleh wakil rakyat.

84,5 persen menjawab rakyat memilih wakil-wakilnya secara langsung termasuk DPR/DPRD, DPD, presiden, gubernur, bupati, maupun wali kota.

Baca juga: Survei LSI: 53 Persen Responden Menilai Masyarakat Takut Bicara Politik

Hanya 11,3 persen yang menginginkan rakyat hanya memilih anggpta DPR, DPRD, dan DPD, sedangkan presiden, gubernur, bupati, dan wali kota tidak dipilih langsung oleh rakyat melainkan dipilih oleh wakil rakyat, masing-masing, DPR dan DPD untuk memlih presiden dan DPRD memilih kepala daerah.

Sisanya, 4,2 persen menyatakan tidak tahu atau tidak menjawab.

“Mayoritas (84,5 persen) mengartikan Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan Perwakilan sebagai rakyat memilih wakil-wakilnya secara langsung, termasuk DPR, DPRD, DPD, presiden, gubernur, bupati, dan wali kota,” tulis LSI dalam paparan surveinya.

94,4 Persen ingin Pilpres langsung

Responden ditanyai apakah sebaiknya presiden dipilih langsung oleh rakyat seperti sekarang ini atau dipimpin oleh MPR.

Jawabannya, 94,4 responden menyatakan presiden dipilih langsung oleh rakyat seperti sekarang ini.

Sebanyak 4,7 persen responden punya preferensi presiden dipilih oleh MPR. Sisanya yakni 1,0 persen tidak tahu atau tidak menjawab.

94,3 persen ingin gubernur dipilih langsung oleh rakyat

Baca juga: Litbang Kompas: Mayoritas Generasi Milenial Tolak Pilkada via DPRD

Responden disodori pertanyakaan soal apakah sebaiknya gubernur dipilih langsung oleh rakyat seperti sekarang ini atau dipilih oleh DPRD provinsi.

Sebanyak 94,3 persen responden ingin gubernur dipilih langsung oleh rakyat seperti sekarang ini.

Ada 4,6 persen responden yang ingin gubernur dipilih oleh anggota DPR. Sisanya yakni 1,1 persen responden tidak tahu atau tidak menjawab.

Setali tiga uang untuk pemilihan bupati/wali kota, 95 persen responden ingin pemilihan langsung dan 4,1 persen ingin pemilihan via DPRD, sisanya 0,9 persen tidak tahu atau tidak menjawab.

Metodologi survei

Responden survei ini mencakup seluruh warga negara Indonesia yang memiliki hak pilih dalam pemilihan umum, yakni mereka yang berusia minimal 17 tahun atau sudah menikah saat survei dilakukan.

Dari populasi tersebut, peneliti memilih 2.020 responden secara acak menggunakan metode multistage random sampling.

Dengan jumlah sampel itu, margin of error survei sebesar ±2,2 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen, dengan asumsi simple random sampling.

Baca juga: Dasco Pastikan Pembasahan Revisi UU Pemilu Tak Akan Bahas Usulan Presiden Dipilih MPR

Para responden diwawancarai secara tatap muka oleh pewawancara yang telah mendapatkan pelatihan.

Untuk menjaga kualitas data, tim melakukan pengawasan secara acak terhadap 20 persen sampel melalui kunjungan ulang ke responden (spot check).

Hasilnya, tidak ditemukan kesalahan berarti dalam proses wawancara.

Survei ini berlangsung mulai 4 Maret 2026 hingga 12 Maret 2026.

Tag:  #survei #mayoritas #publik #tetap #ingin #pilpres #pilkada #langsung

KOMENTAR