CSIS: Reshuffle Kabinet Pemerintahan Prabowo Akan Sering Terjadi demi Dukungan Politik
- Kepala Departemen Politik dan Sosial Centre for Strategic and International Studies (CSIS) Arya Fernandes menilai, Presiden RI Prabowo Subianto masih akan merombak atau reshuffle Kabinet Merah Putih pada tahun berikutnya untuk mengamankan dukungan politik.
Hal tersebut disampaikan Arya setelah melihat ada lima kali reshuffle yang dilakukan Presiden Prabowo hingga saat ini.
“Dan sekarang pemerintah Pak Prabowo baru masuk tahun kedua masih ada tahun ketiga dan keempat, kelima. Jadi ke depan kita akan lihat bahwa reshuffle akan sering kali terjadi dan umumnya untuk dukungan politik pada presiden,” kata Arya dalam acara bertajuk “Reshuffle Kabinet, Sekuritas Pembangunan, dan Konflik Papua", di kantor CSIS, Senin (4/5/2026).
Baca juga: Pengamat CSIS Soroti Frekuensi Reshuffle Kabinet di Era Prabowo
Arya berpendapat bahwa motif reshuffle yang dilakukan saat ini bukan untuk memperkuat kerja pemerintahan melainkan berdasarkan kalkulasi politik.
“Motifnya selalu kalkulasi politik dan jarang kita temui reshuffle untuk kinerja pemerintahan, jadi kalau pun ada reshuffle hampir pasti itu untuk kalkulasi politik,” ujarnya.
Dia mengatakan, tingkat kepuasan terhadap pemerintah akan menentukan posisi partai politik terhadap Presiden Prabowo menjelang Pemilu.
Baca juga: Reshuffle Menteri dari Ketum Parpol Diprediksi Agak Sulit Terjadi
Selain itu, dia mengingatkan, apabila presiden masih melakukan reshuffle denga motif kalkulasi politik, upaya untuk mencapai Indonesia Emas 2045 akan semakin berat.
“Jadi kita berharap format kabinet lebih ideal, dan presiden memang berkuasa penuh dengan yang dicopot dan diangkat,” ucap dia.
Tag: #csis #reshuffle #kabinet #pemerintahan #prabowo #akan #sering #terjadi #demi #dukungan #politik