Penerbangan Internasional ke Belitung Dibuka Lagi, Pariwisata dan Devisa Diproyeksi Melonjak
Juru Bicara Kementerian Koordinator (Kemenko) Bidang Perekonomian Haryo Limanseto(Dok. Kemenko Perekonomian )
08:38
6 Mei 2026

Penerbangan Internasional ke Belitung Dibuka Lagi, Pariwisata dan Devisa Diproyeksi Melonjak

– Penerbangan internasional menuju Pulau Belitung kembali beroperasi setelah sempat terhenti selama beberapa tahun terakhir.

Momentum tersebut dinilai menjadi babak baru bagi pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Tanjung Kelayang sekaligus mendorong kunjungan wisatawan mancanegara dan pertumbuhan ekonomi daerah.

Pembukaan kembali akses udara internasional itu juga sejalan dengan arahan Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto untuk memperkuat sektor pariwisata melalui konektivitas penerbangan langsung dari luar negeri.

Saat ini, penerbangan langsung rute Singapura-Belitung kembali dilayani maskapai Scoot melalui Bandara Changi.

Rute tersebut dioperasikan dua kali sepekan dan mendapat respons positif dari wisatawan mancanegara, khususnya dari kawasan Asia Tenggara.

Baca juga: Dorong Transformasi SEA Games, Menpora Erick Banjir Dukungan dari Para Menpora Asia Tenggara

Pada penerbangan perdana Minggu (3/5/2026), pesawat Embraer E190-E2 berkapasitas 112 kursi mencatat tingkat keterisian penumpang (load factor) lebih dari 70 persen dengan total 80 penumpang kedatangan.

Juru Bicara Kementerian Koordinator (Kemenko) Bidang Perekonomian Haryo Limanseto mengatakan, pembukaan kembali akses udara internasional diyakini membawa dampak ekonomi yang besar bagi Belitung.

“Dampak ekonomi dan efek berganda (multiplier effect) dari pembukaan gerbang internasional ini sangat signifikan. Pertumbuhan ekonomi Pulau Belitung berpotensi meningkat seiring masuknya devisa dari wisatawan mancanegara,” ujarnya, dilansir dari laman ekon.go.id, Selasa (5/5/2026).

Menurut Haryo, belanja wisatawan asing tidak hanya menggerakkan sektor perhotelan dan transportasi, tetapi juga memberikan dampak langsung kepada pelaku usaha mikro dan masyarakat lokal.

“Perputaran ekonomi dari sektor pariwisata cenderung lebih cepat dirasakan masyarakat dibanding sektor lain yang memiliki rantai distribusi lebih panjang,” katanya.

Baca juga: Panduan Liburan di Desa Wisata Pulesari, Suguhkan Outbound hingga Kuliner Serba Salak

Dorong wisata dan devisa

Pemerintah menilai penguatan konektivitas udara menjadi faktor penting dalam meningkatkan daya saing destinasi wisata.

Sejumlah destinasi dunia seperti Bali, Langkawi, dan Koh Samui dinilai berhasil berkembang karena didukung akses penerbangan internasional yang kuat.

Oleh karena itu, pemerintah berharap KEK Tanjung Kelayang dapat berkembang menjadi pusat pengembangan wisata internasional baru di luar destinasi yang telah mapan.

Data pariwisata menunjukkan kunjungan wisatawan mancanegara ke Belitung terus meningkat, dari sekitar 7.000 kunjungan pada 2023 menjadi 10.000 kunjungan pada 2024.

Penerbangan langsung internasional diharapkan semakin meningkatkan jumlah wisatawan sekaligus memperkuat citra Belitung sebagai destinasi prioritas nasional.

Baca juga: Puluhan Siswa SD di Belitung Diduga Keracunan MBG

KEK Tanjung Kelayang jadi andalan

Asisten Deputi Pengembangan Pariwisata Kemenko Perekonomian Herfan Brilianto mengatakan, Belitung memiliki posisi strategis karena hanya berjarak sekitar satu jam penerbangan dari Jakarta, Singapura, dan Kuala Lumpur.

“Kami berkomitmen menjadikan status bandara internasional sebagai daya ungkit kebangkitan sektor pariwisata Belitung, terutama dengan dukungan KEK Pariwisata Tanjung Kelayang,” ujar Herfan.

Pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan pelaku usaha juga akan memperkuat sinergi guna menjaga keberlanjutan operasional penerbangan internasional tersebut.

Selain itu, pemerintah akan terus mendorong investasi, promosi, dan pengembangan ekosistem wisata yang terintegrasi agar Belitung semakin kompetitif di pasar global.

“Kami melihat ini bukan sekadar pembukaan rute penerbangan, tetapi bagian dari strategi besar untuk mengakselerasi pertumbuhan ekonomi daerah, menciptakan lapangan kerja, dan memperluas penerimaan devisa negara,” kata Haryo.

Tag:  #penerbangan #internasional #belitung #dibuka #lagi #pariwisata #devisa #diproyeksi #melonjak

KOMENTAR