Pernikahan Intimate dan Outdoor di 2026, Masih Tren atau Ditinggalkan?
Instalasi pernikahan yang ada di The Garden of Everlasting Heritage, Where Traditions and Timeless Love Blossom, di Fairmont Jakarta Pusat, Sabtu (2/5/2026).(KOMPAS.com/DEVI PATTRICIA)
20:05
6 Mei 2026

Pernikahan Intimate dan Outdoor di 2026, Masih Tren atau Ditinggalkan?

- Konsep pernikahan intimate dan outdoor sempat menjadi pilihan utama banyak pasangan dalam beberapa tahun terakhir, terutama saat pandemi Covid-19 membatasi jumlah tamu dan mendorong perayaan yang lebih sederhana.

Namun, apakah konsep pernikahan ini masih relevan di tahun 2026? Owner & Art Director RumahKampung, Fajar J. Adi, menilai tren pernikahan saat ini menunjukkan pergeseran yang cukup signifikan. 

“Melihat pola perilaku klien kami, memang 3 tahun belakangan lebih dominan kembali ke pernikahan skala besar, pasca Covid,” katanya saat ditemui di The Garden of Everlasting Heritage, Where Traditions and Timeless Love Blossom, di Fairmont Jakarta Pusat, Sabtu (2/5/2026).

Meski demikian, dia menilai, konsep intimate dan outdoor belum sepenuhnya ditinggalkan. 

Keduanya masih memiliki pasar tersendiri, terutama bagi pasangan yang mengutamakan pengalaman personal dan suasana yang lebih dekat dengan tamu undangan.

Baca juga: Mengapa Banyak Pasangan Muda Memilih Konsep Intimate Wedding? Ini Penjelasan Wedding Planner

Pergeseran tren pasca pandemi

Owner & Art Director RumahKampung, Fajar J. Adi saat ditemui The Garden of Everlasting Heritage, Where Traditions and Timeless Love Blossom, di Fairmont Jakarta Pusat, Sabtu (2/5/2026).KOMPAS.com/DEVI PATTRICIA Owner & Art Director RumahKampung, Fajar J. Adi saat ditemui The Garden of Everlasting Heritage, Where Traditions and Timeless Love Blossom, di Fairmont Jakarta Pusat, Sabtu (2/5/2026).

Pandemi sempat mengubah cara banyak pasangan memandang pernikahan.

Pembatasan sosial saat itu mendorong munculnya tren intimate wedding yang mengedepankan kesederhanaan, jumlah tamu terbatas, dan atmosfer yang lebih personal.

Kini, setelah situasi kembali normal, banyak pasangan mulai merindukan kemeriahan resepsi besar yang melibatkan keluarga besar dan kerabat luas.

Fenomena ini, menurut Fajar, cukup terasa dalam permintaan klien yang datang ke vendor dekorasi.

Meski skala besar kembali diminati, konsep intimate tetap relevan bagi pasangan yang ingin menciptakan momen lebih intim dan fokus pada kualitas interaksi dibanding kuantitas tamu.

Pada akhirnya, ukuran pesta tidak lagi menjadi patokan utama, melainkan bagaimana konsep tersebut merepresentasikan karakter pasangan.

Baca juga: Memahami Cold Feet, Keraguan yang Muncul Menjelang Pernikahan

Outdoor wedding tetap menarik, tetapi penuh tantangan

Konsep outdoor wedding juga masih menjadi pilihan yang menarik karena menawarkan suasana natural, pencahayaan alami, dan pengalaman visual yang berbeda.

Namun, Fajar mengingatkan, kondisi cuaca di Indonesia yang semakin sulit diprediksi menjadi tantangan besar.

“Kalau masa-masa sekarang, cuaca sering nggak bersahabat dan tidak bisa diprediksi. Jika calon pengantin nanya waktu yang tepat untuk outdoor, kami juga nggak berani menjamin,” ujarnya.

Menurut dia, pasangan yang memilih konsep ini harus memiliki kesiapan ekstra, terutama dalam menyusun skenario cadangan.

“Walaupun pernikahan outdoor itu menarik, maka harus hati-hati dan cari plan B seperti apa. Jangan sampai tiba-tiba hujan maka pestanya tidak bisa dialihkan karena tidak ada rencana cadangan,” katanya.

Kesiapan teknis seperti tenda, area indoor alternatif, hingga pengaturan ulang dekorasi menjadi faktor penting agar acara tetap berjalan lancar jika cuaca berubah mendadak.

Baca juga: 6 Rahasia Membangun Pernikahan Langgeng

Venue harus disesuaikan dengan kebutuhan

Fajar menekankan, pemilihan venue, baik untuk konsep intimate maupun outdoor, harus selalu dikembalikan pada kebutuhan dan visi calon pengantin.

“Untuk tempat atau venue, kembali lagi ke konsep dan keinginan calon pengantin. Mau tamu banyak, sedikit, atau sedang, karena treatment venue sebelum dekor itu penting,” imbau dia.

Menurut dia, venue yang tepat bukan hanya soal kapasitas, tetapi juga soal bagaimana ruang tersebut dapat diolah agar mendukung suasana yang diinginkan.

Treatment venue melalui dekorasi, pencahayaan, hingga tata letak menjadi elemen penting yang dapat mengubah karakter ruang secara keseluruhan.

Baca juga: Lagu Wedding Indonesia yang Wajib Masuk Playlist Pernikahan

Cerita personal tetap jadi hal utama

Di tengah beragam tren yang terus berubah, Fajar menilai hal terpenting dalam sebuah pernikahan tetap terletak pada cerita personal pasangan.

“Yang paling penting adalah pengantin akan punya cerita sendiri. Inspirasi dari pernikahan orang boleh saja, tapi tetap disesuaikan dengan karakter pribadi agar hasilnya bisa lebih sesuai,” katanya.

Pernyataan ini menegaskan bahwa tren intimate maupun outdoor bukan soal mengikuti arus semata.

Baik pesta megah di ballroom, intimate wedding dengan tamu terbatas, maupun resepsi outdoor di alam terbuka, semuanya tetap relevan selama mampu merepresentasikan identitas pasangan.

Untuk 2026, relevansi sebuah konsep pernikahan tampaknya tidak lagi ditentukan oleh tren yang sedang populer, melainkan oleh sejauh mana konsep tersebut mampu menghadirkan pengalaman yang bermakna bagi kedua mempelai.

Baca juga: Intip Tren Riasan hingga Dekorasi Pernikahan 2026

Tag:  #pernikahan #intimate #outdoor #2026 #masih #tren #atau #ditinggalkan

KOMENTAR