Narasi, Bapak2ID, Ngomongin Uang Kompak Bantah Qodari Soal Jadi ''New Media''
Kepala Badan Komunikasi (Bakom) Pemerintah RI Muhammad Qodari dalam konferensi pers di Kantor Bakom RI, Jakarta Pusat, Rabu (6/5/2026).(KOMPAS.com/FIRDA JANATI)
11:18
7 Mei 2026

Narasi, Bapak2ID, Ngomongin Uang Kompak Bantah Qodari Soal Jadi ''New Media''

- Founder Bapak2ID James Jan Markus membantah pernyataan Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI Qodari terkait pihaknya menjadi salah satu homeless media yang kini dirangkul Bakom.

"Beritanya tidak benar, dan kami tidak pernah menghadiri acara yang disebutkan," ujar James kepada Kompas.com, Kamis (7/5/2026).

James menegaskan, Bapak2ID tidak terafiliasi dengan siapa pun.

James pun meminta kepada media yang memberitakan agar nama Bapak2ID sebagai mitra Bakom dihapus dari pemberitaan.

Baca juga: Bakom Gandeng Homeless Media Jadi Mitra, Ada Folkative, Dagelan, hingga Bapak-Bapak ID

Terlebih, kata dia, Bakom juga tidak pernah melakukan reach out langsung kepada Bapak2ID.

"Kami tidak terafiliasi dengan apa pun. Kami sudah berdiskusi dan meminta pihak Tempo untuk menghapus nama akun kami, karena berita tidak sesuai," imbuhnya.

Bantahan Narasi

Selain Bapak2ID, Narasi juga mengeluarkan pernyataan sikap membantah pernyataan Qodari.

https://www.instagram.com/p/DYBR5YaExND/

Dalam akun Instagram resminya @narasinewsroom, ada empat poin yang disampaikan Narasi. Pertama, tidak bergabung dalam Indonesia New Media Forum (INMF).

Kedua, Narasi tidak mengetahui, tidak terlibat, dan tidak menghadiri pertemuan maupun jumpa pers terkait INMF atau Badan Komunikasi Pemerintah pada 6 Mei 2026.

Baca juga: Qodari Di-reshuffle Jadi Kepala Bakom: Presiden Melihat Akumulasi Pengalaman

Ketiga, Narasi menyatakan diri sebagai media resmi yang terdaftar dan terverifikasi Dewan Pers dengan nomor sertifikat 472/DP-Verifikasi/K/XI/2019.

Keempat, Narasi beroperasi sesuai dengan Kode Etik Jurnalistik yang tercantum pada situs resmi Dewan Pers.

Bantahan Ngomongin Uang

Begitu juga kkun sosial media Instagram @ngomonginuang  turut membantah pernyataan Kepala Bakom RI Qodari.

https://www.instagram.com/p/DYARqoCjwmu/?igsh=MWkzY3o2cDJvZjYybg%3D%3D

Dalam unggahannya, Tim Ngomongin Uang menyatakan tidak pernah menerima undangan, menghadiri pertemuan, maupun melakukan komunikasi, baik secara digital maupun tatap muka dengan Bakom RI.

"Oleh karena itu, klaim (Bakom RI) di berbagai media yang menyatakan bahwa Ngomongin Uang "digandeng" ataupun menjadi "mitra" pemerintah adalah tidak benar," tulis pernyataan sikap Tim Ngomongin Uang.

Sebelumnya, Qodari mengungkapkan pihaknya kini menjadikan para homeless media sebagai mitra baru dalam New Media Forum.

Baca juga: Rambut Para Siswi Digunting oleh Oknum Guru SMKN 2 Garut, KPAI Minta Evaluasi Serius

"New Media Forum ini sebuah kolaborasi dari beberapa pelaku new media. Jadi dulu namanya dikenal dengan istilah homeless media, tapi teman-teman berusaha bertransformasi menjadi new media," ujar Qodari dalam jumpa pers di kantor Bakom, Jakarta, Rabu (6/5/2026).

Qodari menyebut sejumlah homeless media yang direkrut Istana.

  • Folkative
  • Indozone
  • Dagelan
  • Indomusicgram
  • Infipop
  • Narasi
  • Muslimvlog
  • USS Feed
  • Bapak-Bapak ID
  • Menjadi Manusia
  • GNFI
  • Creativox
  • Kok Bisa?
  • Taubaters
  • Pandemic Talks
  • TaubaTers
  • Kawan Hawa
  • Folix

Baca juga: Qodari Dorong Bakom Aktif Komunikasikan Program Pemerintah: Sekarang Ada Medsos

  • Ngomongin Uang
  • Big Alpha
  • Good States
  • Hai Dulu
  • Proud Project
  • Vebis
  • Unframe
  • Kumpul Leaders
  • CXO Media
  • Volix Media
  • How To Do Nothing
  • Everless Media

Baca juga: Dampak Trauma Siswi SMKN 2 Garut yang Rambutnya Dipotong Oknum Guru

  • Geometry Media
  • Folks Diary
  • Dream
  • Melodi Alam
  • NKTSHI
  • Modestalk
  • Lead Media
  • Nalar TV
  • Mahasiswa dan Jakarta
  • North West
  • Mature Indonesia

"Kehadiran teman-teman new media mencerminkan upaya Bakom untuk menjangkau publik seluas-luasnya, tidak hanya melalui media konvensional, tapi juga melalui kanal-kanal digital yang pada hari ini telah menjadi realitas media atau realitas komunikasi kita, sebagai bentuk dari perkembangan teknologi dan sosial kemasyarakatan," jelasnya.

Baca juga: Hasil CKG Siswa, Qodari Terkejut 663.000 Anak Alami Tekanan Darah Tinggi

Menurut Qodari, homeless media harus dirangkul agar dapat meningkatkan kualitas produk para new media, seperti bisa seperti media konvensional.

"Jadi justru kalau dijauhi malah susah ngomong kita. Ya kan? Tambah dulu nih silaturahmi kan begitu. Kalau silaturahmi kan nanti poin-poin masukan, saran, itu bisa tersampaikan dengan baik," kata Qodari.

Tag:  #narasi #bapak2id #ngomongin #uang #kompak #bantah #qodari #soal #jadi #media

KOMENTAR