Pilu Istri Pendaki yang Tewas dalam Erupsi Gunung Dukono, Baru Menikah 6 Bulan
- Suasana duka menyelimuti keluarga Shahin Muhrez Abdul Hamid (27), salah satu pendaki asal Singapura yang ditemukan tewas setelah erupsi Gunung Dukono di Halmahera, Maluku Utara.
Bagi sang ibu, Noraini Ibrahim, kabar kepergian putra bungsunya tepat pada perayaan Hari Ibu, Minggu (10/5/2026), menjadi pukulan yang sangat berat.
"Kehilangan Shahin rasanya seperti tembok tempat saya bersandar telah runtuh," ujar Noraini kepada harian berbahasa Melayu, Berita Harian.
Baca juga: Kisah Timothy Heng, Pendaki Singapura yang Tewas Saat Bantu Rekannya di Gunung Dukono
Noraini mengenang Shahin sebagai sosok penyemangat dalam keluarga dan anak yang sangat berbakti.
Sebagai seorang guru, Noraini menyebut putranya itu selalu memprioritaskan keluarga di atas segalanya.
"Segala bakti dan kasih sayangnya tidak tergantikan," tambahnya melalui pesan singkat, sebagaimana dilansir The Straits Times, Senin (11/5/2026).
Baca juga: Tertimbun Abu dan Batu Besar, Dua Pendaki Singapura Ditemukan Tewas Dekat Kawah Dukono
6 bulan menikah
Kepedihan serupa dirasakan oleh istri Shahin, Nurina Iffah Jusmani (27). Pasangan ini baru saja melangsungkan pernikahan pada Oktober 2025.
Impian mereka untuk memulai lembaran baru di kediaman mereka di Sengkang, Singapura kini harus kandas.
"Tuhan hanya meminjamkannya kepada saya selama enam bulan, tetapi dalam waktu yang singkat itu, saya mendapatkan cinta yang tiada tara," ungkap Nurina.
Meski merasa kehilangan yang amat mendalam, Nurina mengaku ikhlas menerima kenyataan ini.
Dia menyebut suaminya adalah seorang pencinta alam yang sebelumnya telah mendaki Gunung Kinabalu di Sabah dan beberapa gunung lainnya di Maluku Utara.
"Saya menerima bahwa Tuhan adalah perencana terbaik," tuturnya.
Baca juga: Singapura Apresiasi Tim SAR RI dalam Evakuasi Warganya di Gunung Dukono, Ini Kata Mereka
Shahin merupakan bagian dari kelompok pendaki berjumlah 20 orang, terdiri dari sembilan warga Singapura dan 11 warga Indonesia, yang mulai mendaki Gunung Dukono pada 7 Mei.
Gunung api aktif tersebut meletus pada 8 Mei, menghujani para pendaki dengan batuan panas dan abu vulkanik.
Tiga orang dilaporkan hilang setelah kejadian tersebut. Jenazah Shahin ditemukan dua hari kemudian, berdampingan dengan pendaki Singapura lainnya, Timothy Heng (30), di dekat puncak gunung.
Sementara itu, jenazah korban ketiga yang merupakan seorang perempuan warga Indonesia telah ditemukan lebih awal pada 9 Mei.
Hingga saat ini, dua anggota keluarga Shahin telah bertolak ke Tobelo, Maluku Utara, untuk mengurus proses pemulangan jenazah.
Baca juga: Kondisi Terkini Gunung Dukono, Erupsi Senin Pagi, Kolom Abu Capai 2.000 Meter
Respons pemerintah dan perusahaan
Menteri Luar Negeri Singapura, Vivian Balakrishnan, melalui unggahan di Facebook pada Senin menyampaikan belasungkawa mendalam kepada keluarga Shahin dan Timothy.
Dia juga memuji dedikasi tim SAR Indonesia yang bekerja dalam kondisi ekstrem.
"Meskipun medan curam dan tidak stabil, hujan deras, abu vulkanik yang tebal, serta risiko erupsi susulan, mereka terus maju dengan dedikasi dan profesionalisme," tulis Balakrishnan.
Di sisi lain, ExxonMobil Singapura, tempat Shahin bekerja sebagai teknisi, juga menyampaikan rasa duka cita. N
amun, pihak perusahaan memilih untuk tidak berkomentar lebih lanjut demi menghormati privasi keluarga.
Baca juga: Kasus Pendakian Ilegal Gunung Dukono, Pengelola Open Trip Ayo Baronda Diperiksa Polisi
Tag: #pilu #istri #pendaki #yang #tewas #dalam #erupsi #gunung #dukono #baru #menikah #bulan