Bukan Hanya agar Jadi Tipis, Ini Alasan HP Kini Tak Punya Lubang Headset
Di bagian bawah bodi, Galaxy A54 dilengkapi sebuah grill speaker, port USB Type-C, serta lubang mikrofon. Port USB Type-C berguna untuk mengisi daya, transfer data, dan audio jack.(KOMPAS.com/ Galuh Putri Riyanto)
08:06
22 Maret 2026

Bukan Hanya agar Jadi Tipis, Ini Alasan HP Kini Tak Punya Lubang Headset

- Kebanyakan ponsel baru yang ada di pasar, baik itu Android maupun iOS, kini tak lagi dibekali lubang (port) headset alias audio jack 3.5 mm. 

Tren ponsel tanpa lubang headset ini dipopulerkan oleh Apple ketika merilis iPhone 7 pada 2016 tanpa jack audio 3,5 mm. Sejak saat itu, berbagai produsen Android juga mulai mengikuti langkah serupa.

Nah, salah satu alasan yang bisa dibilang paling lumrah terkait tak adanya lubang headset di smartphone masa kini adalah karena para vendor ingin menekan dimensi ketebalan perangkat yang mereka buat.

Namun tak sekadar mengejar desain ponsel yang makin tipis, ternyata ada beberapa alasan lain mengapa banyak smartphone modern kini tidak lagi dilengkapi lubang headset atau jack audio 3,5 mm.

Lalu, apa sebenarnya alasan produsen ponsel menghapus lubang headset

Baca juga: Headset 3,5 mm Vs USB-C, Mana Lebih Baik?

1. Membuat desain ponsel lebih ramping

iPhone 7 hadir tanpa audio jack 3,5 mm.WCCFTech iPhone 7 hadir tanpa audio jack 3,5 mm.

Alasan yang bisa dibilang paling masuk akal kenapa produsen ponsel menghapus lubang headset adalah untuk membuat ponsel mereka lebih ramping.

Lubang alias port 3,5 mm memiliki ukuran fisik yang relatif tebal dibandingkan port lain seperti USB-C.

Dengan menghilangkannya, produsen memiliki fleksibilitas lebih besar dalam mendesain perangkat.

Desain yang lebih ramping juga dianggap meningkatkan daya tarik visual dan ergonomi ponsel ketika digenggam dalam waktu lama.

2. Memberi ruang untuk komponen lain

Alasan selanjutnya soal absennya lubang headset di ponsel modern adalah terkait efisiensi ruang di dalam ponsel.

Meski terlihat kecil dari luar, port audio 3,5 mm sebenarnya memakan ruang cukup besar di dalam bodi smartphone. Ruang tersebut bisa dimanfaatkan untuk menampung komponen lain yang lebih penting.

Contohnya seperti baterai yang lebih besar atau komponen pendukung performa seperti sistem pendingin.

Masalah ruang ini cukup krusial lantaran dalam desain ponsel modern, komponen akan semakin padat dan setiap milimeter ruang akan menjadi sangat berarti.

3. Membantu meningkatkan ketahanan air

Bodi bagian bawah Oppo Reno 15 seriesKOMPAS.com/Caroline Saskia Tanoto Bodi bagian bawah Oppo Reno 15 series

Alasan selanjutnya audio jack 3.5 mm dihilangkan adalah mempermudah produsen meningkatkan sertifikasi tahan air dan debu.

Seperti diketahui, semakin banyak lubang atau port pada perangkat, semakin besar pula potensi air atau debu masuk ke dalam perangkat.

Baca juga: Induk ChatGPT Bikin AI Pembuat Musik dari Perintah Teks dan Audio

Dengan menghilangkan jack audio, jumlah celah pada ponsel tentunya akan menjadi lebih sedikit. Hal ini membantu produsen mencapai standar ketahanan seperti IP67 atau IP68 dengan lebih mudah.

4. Mendorong penggunaan audio nirkabel

Penghapusan lubang headset juga dianggap sebagai cara untuk mendorong ekosistem audio nirkabel.

Saat ini, earphone dan headphone berbasis Bluetooth semakin populer karena dinilai lebih praktis tanpa kabel.

Banyak produsen smartphone juga kini menjual aksesori audio nirkabel mereka sendiri. Misalnya, Apple dengan AirPods atau Samsung dengan seri Galaxy Buds.

Dengan menghapus jack audio di ponsel, pengguna secara tidak langsung akan terdorong untuk perlahan beralih ke perangkat audio nirkabel tersebut.

5. Dianggap sebagai teknologi lama

Di bagian bawah, bodi Galaxy A73 5G memiliki lubang speaker dan USB Type-C untuk pengisian daya. Ponsel ini tidak memiliki colokan audio jack 3.5mm. Jadi, alternatifnya, pengguna bisa membeli adapter USB type C ke audio jack 3.5mm untuk tetap bisa menikmati audio menggunakan earphone atau headset kabel atau beralih menggunakan earphone bluetooth.
KOMPAS.com/ Galuh Putri Riyanto Di bagian bawah, bodi Galaxy A73 5G memiliki lubang speaker dan USB Type-C untuk pengisian daya. Ponsel ini tidak memiliki colokan audio jack 3.5mm. Jadi, alternatifnya, pengguna bisa membeli adapter USB type C ke audio jack 3.5mm untuk tetap bisa menikmati audio menggunakan earphone atau headset kabel atau beralih menggunakan earphone bluetooth.

Komponen jack audio 3,5 mm sebenarnya sudah digunakan sejak puluhan tahun lalu pada berbagai perangkat elektronik, mulai dari radio, pemutar musik, hingga komputer.

Karena itu, sebagian produsen menganggapnya sebagai teknologi lama (legacy) yang perlahan digantikan dengan solusi yang lebih modern, seperti audio digital melalui USB-C atau koneksi nirkabel.

Solusi untuk headphone kabel

Bagi sebagian pengguna, mungkin mereka masih akan memilih headset kabel dibanding nirkabel.

Hal ini mungkin didorong beragam hal, mulai dari kualitas audio yang lebih tinggi, suara yang lebih stabil dan tanpa jeda (delay), tahan lama dan praktis karena tak membutuhkan baterai, dan lain sebagainya.

Sehingga, tak adanya audio jack 3.5 mm bisa menjadi salah satu pertimbangan membeli suatu smartphone.

Kendati begitu, pengguna yang punya ponsel tanpa lubang headset sebenarnya masih bisa memakai earphone kabel.

Cara yang bisa dipakai biasanya adalah menggunakan adapter audio jack 3.5 mm yang nantinya bisa dicolokkan ke konektor USB-C atau port Lightning di beberapa model iPhone.

Setelah dicolokkan, pengguna bisa mendengarkan audio seperti biasanya layaknya mengandalkan lubang headset di ponsel.

Meski demikian, pemakaian headset kabel via adapter ini tentunya akan menghadang pemakaian USB-C untuk fungsi lain, seperti untuk pengisian baterai atau transfer data.

Tag:  #bukan #hanya #agar #jadi #tipis #alasan #kini #punya #lubang #headset

KOMENTAR