Epic Games PHK 1.000 Karyawan, Bukan karena AI
- Perusahaan pengembang game Fortnite, Epic Games, mengumumkan pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap lebih dari 1.000 karyawannya.
Pengumuman ini disampaikan langsung oleh CEO Epic Games, Tim Sweeney, melalui pernyataan yang diunggah di situs resmi perusahaan pada Selasa (24/3/2026).
Dalam pernyataannya, Sweeney mengatakan bahwa keputusan PHK ini diambil setelah keterlibatan (engagement) pemain Fortnite terus menurun sejak 2025.
"Penurunan keterlibatan pemain Fortnite yang dimulai sejak 2025 membuat pengeluaran kami jauh lebih besar dibanding pemasukan," demikian kata Sweeney.
Ia menambahkan, kondisi tersebut membuat perusahaan harus melakukan "pemangkasan besar". Dengan begitu, operasional perusahaan bisa terus berjalan.
Dalam catatan yang dipublikasikan di situs resmi, Sweeney juga mengatakan bahwa gelombang PHK terbaru ini terjadi bersamaan dengan upaya efisiensi perusahaan yang lain.
Upaya tersebut mencakup penghematan biaya hingga lebih dari 500 juta dollar AS atau sekitar Rp 8,4 triliun dari berbagai lini operasional perusahaan.
Langkah tersebut, menurut dia, diharapkan bisa membawa perusahaan kembali ke kondisi yang "lebih stabil", sebagaimana dihimpun KompasTekno dari BBC.
Sebelumnya, Epic Games telah menaikkan harga mata uang virtual game Fornite mereka, yaitu V-Buck, sebagai upaya menutup peningkatan biaya operasional.
Namun, langkah tersebut tampaknya belum cukup untuk menahan tekanan keuangan yang dihadapi perusahaan.
Baca juga: Fortnite Kembali ke Play Store, Sudah Bisa Di-download di Indonesia
Tantangan industri dan internal
Menurut Sweeney, tekanan yang dihadapi Epic tidak hanya berasal dari internal perusahaan, tetapi juga ada tantangan lain terkait kondisi industri game secara global.
Ia menyebut, pertumbuhan industri yang melambat, daya beli pengguna yang kian melemah, serta meningkatnya persaingan dalam memperebutkan perhatian pengguna dari berbagai media lain.
"Sebagai pelopor di industri, kami telah menghadapi banyak tekanan dalam sebuah perjuangan yang hasilnya masih berada di tahap awal untuk dirasakan, baik bagi kami maupun para developer," kata Sweeney.
Penurunan jumlah pemain sejak 2025 disebut menjadi salah satu alasan Epic Games melakukan efisiensi dan PHK.Di sisi lain, Sweeney juga mengakui adanya tantangan "khusus" yang dihadapi internal Epic. Tantangan ini berkaitan dengan upaya menghadirkan pengalaman game Fortnite yang konsisten di setiap musim.
Selain itu, Epic juga merasa kesulitan karena masih berada pada tahap awal dalam mengembangkan kembali pengalaman bermain di perangkat mobile.
Adapun pengembangan ini tidak lepas dari dampak sengketa panjang dengan Apple dan Google terkait distribusi aplikasi di platform mereka.
Fortnite sendiri diketahui baru kembali ke App Store di AS pada 2025, setelah sempat dihapus selama hampir lima tahun karena melanggar kebijakan pembayaran dalam aplikasi.
Tegaskan bukan karena AI
Dalam pernyataannya, CEO Epic Games juga menegaskan bahwa keputusan pengurangan karyawan ini sama sekali tidak berkaitan dengan adopsi teknologi kecerdasan buatan (AI) yang marak dilakukan perusahaan saat ini.
"Karena ini mulai jadi pembahasan umum, saya ingin menegaskan bahwa PHK ini tidak terkait dengan AI," ujar Sweeney.
Menurutnya, AI justru dipandang sebagai alat untuk meningkatkan produktivitas. Ia bahkan mengaku ingin memiliki sebanyak mungkin developer game hebat untuk menciptakan konten dan teknologi yang lebih baik bagi perusahaan.
Baca juga: Inilah Skenario Krisis 2028 saat AI Gantikan Manusia Terlalu Cepat
PHK yang kedua
Untuk diketahui, ini bukan kali pertama Epic Games melakukan PHK. Sebelumnya, pada September 2023, Epic pernah memangkas hingga sekitar 830 karyawan atau sekitar 16 persen dari total tenaga kerjanya, dengan alasan serupa.
"Saya minta maaf kita harus berada di situasi ini lagi," tulis Sweeney.
Keputusan pemangkasan tenaga kerja ini juga menambah daftar perusahaan game yang melakukan efisiensi dalam beberapa waktu terakhir.
Salah satunya adalah Electronic Arts (EA), yang dilaporkan memangkas tim pengembang seri Battlefield sebagai bagian dari penyesuaian organisasi mereka.
Baca juga: 10 Profesi Paling Rawan dan Aman dari Jajahan AI, Versi Anthropic