Melarang Judi Pasar Prediksi
SATU lagi berita memilukan datang dari korban epidemi judi online (judol). Di media sosial, ramai beredar video yang menunjukkan seorang ibu di Kabupaten Way Kanan, Lampung, terjerat utang senilai Rp 19 juta akibat sang anak yang diduga kecanduan judi online.
Sementara itu, di Lahat, Sumatera Selatan, seorang anak memutilasi ibu kandungnya setelah tidak diberikan uang dan ketahuan menggadaikan emas perhiasan untuk modal bermain judi online (Kompas.id, 10/4/2026).
Beberapa hari setelahnya, seorang pria di Makassar juga tewas di tangan sepupunya yang kecanduan judi online (Kompas.com, 13/4/2026).
Dampak ekstrem kecanduan judi online hingga berujung hilangnya nyawa seseorang bukan lagi kejadian yang hanya satu atau dua kali saja terjadi.
Sering kali, orang-orang terdekat yang rentan menjadi korban dari wabah kecanduan judi online yang masih saja menjadi permasalahan sosial di masyarakat.
Pada 2024, temuan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) mencatat jumlah pemain judi online di Indonesia mencapai 9,8 juta orang. Artinya, rata-rata 1 dari 20 orang dewasa di Indonesia bermain judi online.
Dilansir dari Katadata Insight Center, sekitar 70 persen di antaranya berasal dari kelompok masyarakat berpenghasilan rendah di bawah Rp 5 juta per bulan.
Baca juga: Pinjaman Online: Antara Akses Keuangan dan Jerat Utang
Di 2025, statistiknya sebenarnya mulai menunjukkan perbaikan. Nilai transaksi judi online mengalami penurunan signifikan hingga 20 persen, menjadi Rp 286,8 triliun sepanjang 2025 dibanding Rp 359,8 triliun di 2024.
Penindakan oleh pemerintah terhadap situs judi online menjadi salah satu alasannya.
Sepanjang 2025, Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) menyampaikan telah memblokir sekitar 240.000 situs judi online dan lebih dari 2 juta konten negatif terkait perjudian.
Tindakan tegas juga dilakukan melalui pengungkapan 664 kasus judi online yang berujung pada penetapan 744 orang tersangka.
Ada upaya serius dan progres yang benar-benar terlihat dalam penanganan masalah judi online. Ini tentu perlu diapresiasi.
Meski demikian, ada lagi satu bentuk perjudian online yang hingga kini masih luput dari pengawasan pemerintah dan mulai merambah luas di masyarakat. Namanya: judi pasar prediksi.
“Pasar prediksi” menjadi bentuk perjudian baru yang mulai marak di media sosial sejak tahun lalu.
Di Amerika Serikat (AS), istilah pasar prediksi mulai dikenal luas oleh publik setelah berulang kali diberitakan di sejumlah media massa nasional di sana dan menjadi sponsor dari berbagai kegiatan besar.
Berbeda dengan perjudian yang selama ini dikenal, pasar prediksi menerapkan strategi pemasaran baru dalam menarik minat pemain.
Alih-alih menyebut situsnya sebagai situs perjudian (gambling sites), pasar prediksi dipasarkan sebagai situs di mana “orang-orang dengan keahlian” bisa menggunakan keahlian tersebut untuk memprediksi hasil dari suatu kejadian di masa mendatang.
Jika tebakannya benar, maka imbalan hadiah akan diberikan dari modal orang-orang yang tebakannya salah.
Selain itu, skema pembagian imbalannya juga berbeda.
Di situs judi taruhan pada umumnya, pemain judi menempatkan taruhan pada salah satu tim atau hasil yang dianggap akan menang sebelum atau selama kejadiannya masih berlangsung.
Hadiahnya baru dibagikan setelah kejadiannya selesai dan tim atau hasil yang menang sudah ditetapkan.
Di pasar prediksi, nilai taruhan berfluktuasi atau berubah terus menerus sepanjang kegiatan atau kejadiannya belum selesai.
Taruhan yang dimiliki dapat dijual tanpa menunggu hasil akhirnya ditetapkan, baik di harga yang lebih tinggi atau lebih rendah.
Baca juga: Lulusan Cumlaude tapi Tak Siap Kerja
Hal tersebut yang akhirnya membuat pasar prediksi disamarkan seakan-akan merupakan pasar perdagangan (trading) kontrak keuangan untuk mengelabui penggunanya.
Secara prinsip cara kerja yang mendasarinya, pasar prediksi tetaplah perjudian tempat bertaruh hasil atas suatu kejadian.
Di Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) yang lama, perjudian didefinisikan sebagai permainan dengan kemungkinan mendapat untung yang tergantung pada peruntungan semata.
Termasuk dalam perjudian merupakan pertaruhan tentang keputusan perlombaan dan lain-lainnya. Pasar prediksi memenuhi definisi tersebut dan dengan demikian perlu dilarang.
Pasar prediksi bekerja sebagai situs di mana berbagai kejadian bisa dipertaruhkan di satu tempat, baik yang berkaitan ekonomi, olahraga, maupun geopolitik.
Alasan tersebut yang membuat saya justru menilai pasar prediksi sebenarnya lebih parah dibanding situs judi online pada umumnya.
Karena banyaknya kejadian yang bisa dipasang taruhan, pasar prediksi sebenarnya merupakan gabungan dari berbagai situs judi online yang dulunya terpisah.
Di pasar prediksi, ada bagian khusus olahraga yang memungkinkan taruhan untuk berbagai jenis olahraga, mulai dari tim yang diprediksi menang, jumlah skor, hingga selisih skor.
Ini sama persis seperti situs judi olahraga (yang lebih umum juga disebut “judi bola”) yang jelas ilegal dan selama ini terus diblokir oleh pemerintah.
Kemudian, ada juga bagian “pasar biner” untuk memprediksi naik turunnya harga aset saham dan kripto dalam jangka waktu singkat.
Misalnya, ada taruhan untuk menebak apakah harga Bitcoin atau aset kripto lainnya seperti Ethereum dan Solana akan naik atau turun dalam 5 menit, 15 menit, atau 1 jam ke depan.
Konsep “pasar biner” kripto tersebut tidak jauh berbeda dengan kasus judi online Binomo yang sempat menghebohkan publik dan telah dinyatakan ilegal oleh Satgas Waspada Investasi sejak 2019.
Bahkan, sama seperti pada kasus Binomo, taruhan biner menebak naik-turun harga ini dipromosikan oleh pasar prediksi seolah-olah merupakan perdagangan (trading) aset kripto, padahal jelas berbeda.
Dua bagian utama ini saya contohkan untuk menunjukkan bahwa pasar prediksi bekerja dengan konsep yang sama seperti judi online yang selama ini sudah dilarang. Hanya namanya saja yang dibuat berbeda.
Baca juga: Yang Jarang Dilihat dari Program MBG: Mungkinkah Dihentikan?
Permasalahan lainnya lagi adalah bagian lainnya (seperti politik dan geopolitik) di pasar prediksi justru jauh lebih buruk. Ironisnya, taruhan politik tersebut yang justru merupakan hal baru yang ditawarkan pasar prediksi dibanding situs judi taruhan lainnya.
Poin utama dari pasar prediksi adalah mempertaruhkan semua kejadian yang diketahui luas oleh banyak orang.
Saya pikir ini menjadi konsep mendasar yang sudah cacat karena pada akhirnya, tidak ada batasan mengenai kejadian yang dapat dipertaruhkan. Akhirnya, muncul banyak kejadian taruhan yang juga tidak memenuhi standar moral yang seharusnya.
Banyak taruhan kejadian geopolitik di pasar prediksi yang tidak etis karena berkaitan dengan kapan invasi atas suatu negara terjadi atau apakah serangan rudal akan diluncurkan ke suatu daerah.
Dengan kata lain, orang-orang bisa memasang taruhan apakah konflik di Timur Tengah atau di Ukraina akan memburuk. Ada juga taruhan terkait kapan jatuhnya rezim pemerintah di Venezuela dan Iran.
Bahkan, ada juga taruhan berkaitan dengan kapan Indonesia dan Israel akan menormalisasi hubungan diplomatis.
Lebih dari 30 negara akhirnya melarang penggunaan hingga memblokir sepenuhnya akses ke situs pasar prediksi.
Portugal dan Hungaria telah menetapkan larangan karena adanya taruhan yang langsung berkaitan dengan hasil pemilu di sana.
Sementara itu, Rusia dan Ukraina juga melakukan pemblokiran akses karena banyak taruhan terkait konflik yang langsung terjadi di kedua negara tersebut.
Bahkan, ada situs pasar prediksi yang membuat taruhan atas terjadinya invasi per kota di Ukraina.
Di Asia Tenggara, Singapura menjadi negara pertama yang menetapkan larangan mulai Januari 2025, dengan alasan tidak adanya izin resmi.
Myanmar dan Thailand juga turut melakukan pelarangan serupa. Oleh karena itu, Indonesia perlu untuk ikut menerapkan tindakan pembatasan serupa pada pasar prediksi.
Membebaskan akses pasar prediksi sama saja dengan membiarkan risiko masyarakat tergaet dengan judi online berbentuk taruhan, khususnya pada judi olahraga dan pasar biner kripto yang sudah sejak dulu dilarang.
Ada juga risiko akses tersebut dilakukan oleh anak di bawah umur. Pasalnya, banyak pasar prediksi tidak mensyaratkan adanya verifikasi identitas dalam pendaftaran penggunanya. Setiap orang bebas mendaftar tanpa tergantung negara asal atau usianya.
Baca juga: Banten dan Ledakan Judi Online
Konsekuensi negatif lainnya jika pemblokiran tidak dilakukan adalah risiko taruhan pasar prediksi berdampak pada penyelenggaraan pemilihan umum mendatang.
Ada risiko orang-orang terdorong untuk melakukan pilihan berdasarkan taruhan yang sebelumnya telah dipasang di pasar prediksi.
Di salah satu pasar prediksi, pernah ada taruhan terkait siapa yang akan memenangkan Pemilihan Presiden 2024 lalu. Volume transaksinya bahkan mencapai 270.000 dollar AS atau sekitar Rp 4,6 miliar.
Praktik taruhan pemilu seperti inilah yang sebelumnya juga terjadi di Portugal hingga akhirnya memicu pelarangan penuh pasar prediksi di sana.
Tidak ada alasan untuk tidak mulai memblokir akses pasar prediksi di Indonesia. Selain karena memenuhi konsep perjudian, konsep pasarnya yang baru itu sendiri sebenarnya sarat dengan berbagai permasalahan.
Pemicunya karena regulasinya masih minim dan belum jelas, bahkan di AS sebagai negara asalnya sendiri.
Pasar prediksi beberapa kali menuai sorotan negatif karena adanya dugaan perdagangan oleh orang dalam (insider trading) yang memasang taruhan karena mempunyai bocoran informasi terkait kejadian.
Misalnya, dalam penangkapan Presiden Venezuela Nicolas Maduro oleh militer AS pada Januari 2025 lalu, ada sejumlah pihak yang memasang taruhan tepat beberapa jam sebelum hal tersebut terjadi dan kemudian memperoleh keuntungan besar.
Ada dugaan taruhan tersebut berasal dari orang-orang di pemerintahan AS yang mengetahui akan terjadinya insiden tersebut.
Berbeda dengan bursa saham dan pasar keuangan yang benar-benar diregulasi ketat, regulasi pasar prediksi di AS tidak begitu jelas melarang praktik perdagangan oleh orang dalam.
Selain aturannya terbatas karena masih baru, berbagai pasar prediksi juga mengizinkan pendaftaran anggota secara anonim. Akibatnya, identitas asli pemasang taruhan sulit untuk dilacak.
Alasan untuk melarang pasar prediksi di Indonesia bukan lagi soal minimnya regulasi. Regulasinya di Indonesia sudah jelas. Semua bentuk taruhan atas hasil kejadian merupakan perjudian yang dilarang secara hukum.
Dengan demikian, sama seperti situs judi online lainnya, pasar prediksi sudah seharusnya juga dilakukan pemblokiran.
Pihak-pihak pendukung pasar prediksi mungkin berargumen bahwa pasar prediksi bukanlah perjudian, melainkan bentuk perdagangan kontrak keuangan atas kejadian di masa mendatang.
Dengan demikian, bentuknya mirip seperti kontrak berjangka (futures) atau hak opsi atas aset keuangan.
Pada kenyataannya, yang diperdagangkan tetaplah taruhan atas hasil suatu kejadian di masa mendatang. Bedanya hanya terdapat pada penjualan taruhan yang dapat dilakukan sebelum hasil akhir kejadiannya bersifat final.
Keabu-abuan ini yang juga menjadi strategi pemasaran dari pasar prediksi dan promotornya. Marak di media sosial, pasar prediksi dipasarkan sebagai bentuk perdagangan kontrak keuangan (futures trading), bahkan ada juga yang hingga memasarkan robot perdagangan (trading bot) yang diklaim bisa meraup keuntungan besar secara otomatis.
Strategi pemasaran ini menyesatkan dan berbahaya bagi masyarakat awam. Pemasaran pasar prediksi banyak menggunakan istilah-istilah dunia finance, namun prinsip ekonomi yang mendasarinya tetaplah perjudian.
Masyarakat awam tanpa pemahaman keuangan dan ekonomi yang memadai dapat tertipu seakan-akan merasa berinvestasi atau berdagang aset keuangan (trading), padahal sebenarnya terjerat pertaruhan terselubung.
Bahkan, orang-orang yang lebih rasional dengan pengalaman investasi dan keuangan yang memadai pun juga dapat terjerat dengan rayuan trading tersebut.
Secara psikologis, ada penyangkalan telah melakukan taruhan yang dibalut sebagai kontrak keuangan atas kejadian.
Bentuk terselubung ini yang sering kali menjadi kunci pemasaran oleh pasar prediksi. Ini berbahaya dan merugikan karena berpotensi menjerat masyarakat awam yang terjerat narasi adanya akun-akun yang memperoleh keuntungan besar.
Ini sepatutnya menjadi alasan yang cukup kuat untuk segera melakukan pemblokiran pasar prediksi di Indonesia. Aktivitas promosi dan pembicaraannya di media sosial akhir-akhir semakin marak.
Sebelum terlambat, aksesnya perlu diblokir agar perjudian taruhan di pasar prediksi ini tidak semakin meluas di masyarakat dan menjadi sumber baru permasalahan judi online lainnya.