Di Balik iPhone 17 Pro Max Dalam Misi Artemis II NASA, Ada Uji Kelayakan yang Ketat
- Ada momen tak biasa dalam misi Artemis II ke Bulan yang diluncurkan badan penerbangan dan antariksa AS, NASA 1 April 2026 lalu.
Salah satu footage (rekaman) yang viral di media sosial menampilkan sebuah iPhone 17 Pro Max warna Silver yang melayang di kokpit kapsul Orion, yang membawa empat astronot NASA.
Masuknya iPhone 17 Pro Max dalam misi Artemis II ini menjadi salah satu sejarah. Sebab, dalam beberapa misi terakhir, NASA melarang penggunaan ponsel pintar modern.
NASA memang sangat ketat dalam menentukan barang apa saja yang boleh dibawa astronot ke luar angkasa.
Baru lah pada Februari lalu, NASA mengumumkan untuk melonggarkan aturan ini.
Baca juga: NASA Longgarkan Aturan Gadget Astronot, iPhone Terbang ke Bulan
Kendati demikian, iPhone 17 Pro Max yang dibawa astronot dalam misi ini, harus melalui serangkaian proses uji kelayakan yang ketat.
"Prosesnya cukup rumit dan panjang," kata Tobias Niederwieser, asisten profesor riset di BioServe Space Technologies, dirangkum KompasTekno dari Apple Insider. Total, ada empat tahap yang harus dilalui, yakni:
- Tahap pertama adalah lolos dari panel keselamatan, yakni pemeriksaan awal terhadap perangkat keras.
- Tahap kedua adalah mencari potensi bahaya, seperti bagian yang bergerak atau material yang mudah pecah seperti kaca.
- Tahap ketiga adalah mitigasi masalah yang ditemukan di tahap kedua, serta menyusun rencana apa yang harus dilakukan.
- Tahap keempat, memastikan mitigasi dan rencana pemecahan masalah benar-benar bekerja.
Prosedur ketat demi keselamatan
Seperti disebutkan di awal, NASA sangat ketat dalam menyeleksi barang bawaan astronot dalam setiap misi.
Mereka benar-benar mengkurasi, memilah, dan menyusun strategi risiko ancaman yang terjadi apabila ada masalah dari barang-barang yang dibawa.
Niederwieser mengatakan, prosedur yang ketat dilakukan demi melindungi kru dan wahana selama perjalanan.
Selama perjalanan menuju Bulan, akan ada beberapa kondisi yang sangat berbeda dengan Bumi.
Baca juga: Penampakan Tak Biasa, iPhone 17 Pro Max Melayang Saat Dibawa Kru Artemis II
Misalnya zero gravity atau mikrogravitasi, yakni kondisi tanpa bobot yang membuat tubuh dan benda tampak melayang di dalam kapsul.
Tangkapan layar iPhone 17 Pro Max yang melayang di kapsul Orion, saat digunakan kru misi Artemis II.
Di Bumi, apabila ada serpihan seperti kaca atau material lain, maka benda akan jatuh karena gaya gravitasi.
Namun di dalam wahana, karena mikrogravitasi, serpihan akan melayang dan bisa jadi berbahaya.
Bahkan, apabila ada benda dengan fragmen kaca, benda tersebut bisa saja terbang dan tertabrak benda lain di dalam wahana.
Serpihan tadi bisa menyebabkan bahaya, seperti tersangkut, mengganggu peralatan lain, atau membahayakan kru.
"Bayangkan jika material yang mudah pecah itu berada di udara, tidak jatuh ke lantai seperti di Bumi, dan Anda tidak terlindungi hanya karena memakai sepatu," ujar Niederwieser.
Selain risiko kerusakan di lingkungan tanpa gravitasi, ada juga kekhawatiran soal paparan radiasi terhadap perangkat yang dibawa ke luar angkasa.
Sebagai informasi, iPhone 17 Pro Max yang digunakan dilengkapi Ceramic Shield 2 di bagian depan dan Ceramic Shield di bagian belakang. Dua material tersebut sebelumnya diklaim Apple lebih lebih kuat dibandingkan kaca pada ponsel lain.
Secara internal, Apple memang sudah melakukan serangkaian uji ketahanan sebelum dirilis ke publik.
Beberapa uji yang dilakukan mulai ketahanan saat jatuh, suhu ekstrem, dan cahaya intensitas tingngi. Namun, kemungkinan Apple tidak melakukan pengujian dalam kondisi zero gravity.
Meski produknya ambil andil dalam misi bersejarah ini, Apple disebut tidak terlibat dalam proses persetujuan NASA.
Namun, ini adalah pertama kalinya, iPhone dinyatakan lolos kualifikasi untuk berada di orbit dan digunakan dalam jangka waktu lama dan jauh dari Bumi.
Baca juga: Astronot Artemis II Foto Bumi Pakai iPhone 17 Pro Max, Ini Hasilnya
Misi ini rencananya berlangsung selama 10 hari, mulai dari peluncuran, lintasan dekat Bulan, dan pendaratan yang akan berlangsung di lepas pantai San Diego, dirangkum dari laman resmi NASA.
Wahana diperkirakan akan menempuh jarak total 695.081 mil dari peluncuran hingga pendaratan.
Jarak maksimal dari Bumi diperkirakan sekitar 252.757 mil, sekitar 4.102 mil lebih jauh dari misi Apollo 13.
Untuk dokumentasi kru
iPhone yang diizinkan NASA tidak digunakan untuk fungsi krusial. Ponsel ini lebih diperuntukkan untuk dokumentasi yang diambil oleh para astronot.
Beberapa hasil dokumentasi sudah diunggah NASA di media sosial resminya sebagai berikut.
View this post on Instagram
Selama misi, iPhone tidak diizinkan terhubung ke internet atau Bluetooth selama berada di luar angkasa.
Tidak cuma iPhone. NASA juga mengizinkan beberapa kamera lain untuk dokumentasi.
Para kru juga dibekali kamera profesional, yaitu dua unit Nikon D5 keluaran 2016, satu kamera mirrorless Nikon Z9, dan empat kamera aksi GoPro Hero 11 keluaran 2022.
Sebagaimana iPhone, NASA juga melakukan seleksi ketat ke deretan kamera-kamera itu. Mereka juga tidak asal memilih produk modern keluaran terbaru.
Baca juga: Kru Artemis II Bawa Kamera Nikon Lawas ke Bulan, Ini Alasannya
Kamera Nikon D5 yang dirilis 2016 atau 10 tahun silam misalnya. DSLR ini dipilih karena sudah teruji dalam berbagai kondisi ekstrem, termasuk lingkungan dengan radiasi tinggi di luar angkasa.
Nikon D5.
Komandan misi Reid Wiseman menjelaskan bahwa kamera D5 memiliki kemampuan yang andal, terutama untuk pemotretan kondisi minim cahaya dan pengambilan gambar jarak jauh.
Hal ini penting untuk mendokumentasikan permukaan Bulan dari orbit menggunakan lensa tele.
Beda lagi dengan Nikon Z9. Kamera ini tidak masuk dalam rencana awal, namun ditambahkan atas permintaan langsung kru menjelang peluncuran.
Menurut Wiseman, kamera Z9 sengaja dibawa untuk diuji dalam lingkungan luar angkasa.
“Itu (Nikon Z9) kamera yang nantinya akan digunakan pada Artemis III dan seterusnya, jadi kami berusaha keras agar bisa membawanya ke misi ini untuk diuji di lingkungan radiasi tinggi di deep space,” ujarnya dikutip KompasTekno dari PetaPixel.
Pengujian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana sensor dan komponen elektronik kamera modern bertahan terhadap paparan radiasi di luar orbit Bumi.
Data tersebut akan menjadi dasar pengembangan kamera generasi berikutnya untuk misi jangka panjang, termasuk pendaratan manusia di Bulan.
Tag: #balik #iphone #dalam #misi #artemis #nasa #kelayakan #yang #ketat