Intel Manfaatkan Chip ''Rongsokan'' Jadi Sumber Cuan Baru
Ilustrasi Intel Office(cnet.com)
15:06
28 April 2026

Intel Manfaatkan Chip ''Rongsokan'' Jadi Sumber Cuan Baru

- Intel menemukan cara tak biasa untuk mendongkrak pendapatan di tengah lonjakan kebutuhan kecerdasan buatan (AI).

Perusahaan chip asal Amerika Serikat (AS) itu kini menjual kembali chip yang sebelumnya dianggap “rongsokan” alias tidak layak pakai, lalu mengubahnya menjadi sumber keuntungan baru.

Informasi ini diungkap oleh analis Ben Bajarin dari firma analisis pasar Creative Strategies. Melalui akun X (dahulu Twitter) pribadinya, ia mengaku mendapat penjelasan tersebut dari divisi hubungan investor Intel.

Menurut Ben, yang dimaksud chip "rongsokan" di sini adalah kepingan chip (die) Intel yang sebelumnya dianggap cacat produksi dan tidak digunakan sebagai produk jadi untuk konsumen.

Baca juga: Pengakuan CEO Intel, Kami Tak Lagi Masuk 10 Besar Semikonduktor Dunia

Kepingan chip ini berasal dari proses produksi wafer, yaitu lembaran silikon yang menjadi “wadah” bagi banyak chip sekaligus. Dalam satu wafer, kualitas chip bisa berbeda-beda di setiap bagiannya.

Umumnya, chip yang berada di bagian tengah wafer memiliki kualitas terbaik sehingga dipakai untuk produk utama. Sementara itu, chip di bagian tepi wafer lebih rentan mengalami cacat kecil akibat proses manufaktur.

Karena itu, chip di bagian tepi biasanya dianggap tidak layak pakai untuk produk premium. Dalam beberapa kasus, chip tersebut diturunkan spesifikasinya untuk produk kelas bawah, atau bahkan tidak digunakan sama sekali.

Memodifikasi chip tak layak pakai

Ilustrasi Intel Core Ultra 7 Series.Intel Ilustrasi Intel Core Ultra 7 Series.

Situasi berubah seiring meningkatnya permintaan prosesor (CPU) akibat tren AI. Kebutuhan komputasi yang melonjak membuat hampir semua chip, termasuk yang sebelumnya tidak terpakai, kini memiliki nilai.

Intel kemudian "putar otak" dan mulai mengemas ulang chip-chip yang sebelumnya tak bernilai tersebut melalui proses penyortiran berdasarkan kualitas, yang dikenal sebagai chip binning.

Melalui proses ini, chip dengan kualitas lebih rendah tetap dapat dirancang sebagai produk jadi, meski dengan spesifikasi yang diturunkan. Chip tersebut kemudian dijual untuk memenuhi kebutuhan komputasi AI.

Baca juga: Krisis Memori Akibat AI, HP Akui 35 Persen Biaya PC Kini Habis untuk RAM

Menariknya, pasar tetap menyerap chip ini meskipun performanya tidak setinggi varian premium.

Hal ini menunjukkan bahwa pasokan CPU saat ini cukup ketat, lantaran pelanggan sampai rela pakai chip dengan kualitas rendah demi memenuhi kebutuhan komputasi AI.

Kondisi ini turut menjadi sumber pendapatan tambahan bagi Intel.

Sebagai produsen CPU, terutama lini server seperti Intel Xeon, produk Intel memang banyak digunakan di pusat data dan perusahaan AI global, dan Intel agaknya sudah untung banyak dari bisnis ini.

Nah, chip "rongsokan" yang kini dikemas ulang tampaknya menjadi tambahan margin dan ladang cuan baru, yang sebelumnya tidak masuk dalam potensi pendapatan perusahaan, sebagaimana dirangkum KompasTekno dari Wccftech.

Tag:  #intel #manfaatkan #chip #rongsokan #jadi #sumber #cuan #baru

KOMENTAR