Indonesia Jadi Angin Segar Buat Apple, Bisnis Tumbuh Dua Digit
Logo Apple(Gizmochina)
11:03
5 Mei 2026

Indonesia Jadi Angin Segar Buat Apple, Bisnis Tumbuh Dua Digit

- Di tengah pasar smartphone global yang makin padat dan kompetitif, Apple menemukan “angin segar” dari negara berkembang. Salah satunya datang dari Indonesia.

Nama Indonesia bahkan disebut langsung dalam laporan kinerja terbaru Apple, sebagai salah satu pasar yang mencatat pertumbuhan dua digit.

“Kami tumbuh baik di pasar developed maupun emerging, dengan pertumbuhan dua digit di banyak negara berkembang, termasuk India dan Indonesia,” kata Chief Financial Officer Apple, Kevan Parekh.

Sinyal serupa juga disampaikan oleh CEO Apple, Tim Cook. Ia mengatakan, Apple mencatat rekor pendapatan untuk kuartal Maret dan melihat pertumbuhan dua digit di hampir semua pasar emerging yang dipantau perusahaan.

Pasa emerging mencauk negara dengan ekonomi yang sedang bertransisi dari status berkembang menuju negara maju.

Cook juga khusus menyoroti potensi pasar seperti India, yang didorong oleh meningkatnya kelas menengah dan banyaknya pengguna baru yang mulai masuk ke ekosistem Apple.

Meski tidak merinci angka spesifik untuk Indonesia, penyebutan langsung negara ini menunjukkan bahwa kontribusi pasar dalam negeri mulai diperhitungkan dalam ekspansi Apple di kawasan Asia Pasifik.

Baca juga: Apple Setop Jual Mac Mini Versi Ini, Hilang dari Situs Resmi

Moncernya bisnis Apple

Pernyataan ini muncul di tengah performa Apple yang memang sedang berada di fase kuat secara global.

Dalam sesi paparan kinerja keuangan perusahaan akhir April lalu, Apple mencatat pendapatan sebesar 111,2 miliar dollar AS (sekitar Rp 1.881 triliun) pada kuartal Maret 2026.

Angka ini naik 17 persen secara tahunan dan menjadi rekor baru untuk periode tersebut.

Dari angka tersebut, pendapatan produk menyumbang 80,2 miliar dollar AS (sekitar Rp 1.357 triliun), juga naik 17 persen.

Sementara kata CEO Apple yang bakal pensiun September mendatang ini, layanan (services) menghasilkan 31 miliar dollar AS (sekitar Rp 524 triliun), naik 16 persen.

Apple juga mencatat laba bersih sebesar 29,6 miliar dollar AS (sekitar Rp 500 triliun), dengan laba per saham 2,01 dollar AS, naik 22 persen dibanding tahun sebelumnya.

Secara keseluruhan, basis pengguna Apple kini mencapai lebih dari 2,5 miliar perangkat aktif di seluruh dunia, angka tertinggi sepanjang sejarah perusahaan yang bermarkas di Cupertino, California ini.

iPhone masih jadi mesin utama

Harga iPhone hari ini 13 April 2026.KOMPAS.com/ Galuh Putri Riyanto Harga iPhone hari ini 13 April 2026.

Dari sisi produk, iPhone masih menjadi mesin utama pertumbuhan. Apple mencatat pendapatan iPhone sebesar 57 miliar dollar AS (sekitar Rp 964 triliun), naik 22 persen secara tahunan, didorong oleh performa seri iPhone 17.

“IPhone tumbuh dua digit di sebagian besar pasar yang kami pantau, termasuk AS, Amerika Latin, China, Eropa Barat, India, Jepang, dan Asia Tenggara,” ujar Parekh.

Tak hanya itu, tingkat kepuasan pengguna iPhone 17 di AS bahkan mencapai 99 persen, menurut survei 451 Research.

Di lini komputer, Mac mencatat pendapatan 8,4 miliar dollar AS (sekitar Rp 142 triliun), naik 6 persen secara tahunan, didorong oleh peluncuran produk baru seperti MacBook Neo.

Pertumbuhan Mac ini juga ditopang oleh banyaknya pengguna baru, yang mendorong rekor baru untuk basis pengguna Mac secara global.

Sementara itu, iPad mencatat pendapatan 6,9 miliar dollar AS (sekitar Rp 116 triliun), naik 8 persen, berkat performa model terbaru berbasis chip A16 dan M5.

Di balik angka-angka tersebut, ada satu pola yang cukup jelas. Apple menyebut sebagian besar pelanggan di berbagai lini produknya saat ini berasal dari pengguna baru. Artinya, semakin banyak orang yang pertama kali masuk ke ekosistem Apple.

Hal ini juga yang mendorong pertumbuhan di pasar emerging, termasuk di India dan Indonesia.

Baca juga: Penyesalan dan Dosa Besar Tim Cook saat Jadi CEO Apple...

Apple bangun ekosistem developer di Indonesia

Menperin, Agus Gumiwang meresmikan Apple Developer Intitute di Jakarta, Selasa (21/4/2026).KOMPAS.com/Reska K. Nistanto. Menperin, Agus Gumiwang meresmikan Apple Developer Intitute di Jakarta, Selasa (21/4/2026).

Di Indonesia sendiri, langkah Apple tidak hanya terlihat dari penjualan produk.

Perusahaan ini juga memperluas investasinya, mulai dari rencana investasi senilai 1 miliar dollar AS (sekitar Rp 16,9 triliun) hingga pengembangan ekosistem developer.

Apple diketahui telah menghadirkan berbagai program seperti Apple Developer Academy dan Apple Developer Institute.

Program tersebut berfokus pada pengembangan talenta di bidang teknologi seperti AI, aplikasi, hingga kewirausahaan digital.

Pada April lalu, Apple baru meresmikan lima Apple Developer Institute di sejumlah kota, tersebar di Surabaya, Tangerang, Batam, dan Jakarta. Program pembelajarannya menyasar pelajar, calon developer, hingga profesional.

Langkah ini menunjukkan bahwa Apple tidak hanya melihat Indonesia sebagai pasar penjualan, tetapi juga sebagai bagian dari strategi jangka panjangnya.

Tag:  #indonesia #jadi #angin #segar #buat #apple #bisnis #tumbuh #digit

KOMENTAR