Digitalisasi ''Event'', Ajang IDMC 2026 di ICE BSD Gunakan Layar Interaktif 4K dari Fortu Digital
Tampilan layar digital sebagai pengganti format komunikasi visual cetak di acara IDMC at ICE BSD.(dok. Fortu Digital)
15:15
8 Juni 2026

Digitalisasi ''Event'', Ajang IDMC 2026 di ICE BSD Gunakan Layar Interaktif 4K dari Fortu Digital

Format komunikasi visual dalam industri event nasional terus mengalami perubahan. Dalam beberapa tahun terakhir, kian banyak penyelenggaraan konferensi dan pameran menggunakan layar digital. Hal ini menggantikan format komunikasi visual cetak seperti spanduk dan papan informasi konvensional.

Perubahan tersebut tidak hanya berkaitan dengan tampilan atau estetika acara. Digitalisasi visual juga mencerminkan pergeseran ekspektasi peserta serta cara brand dan penyelenggara mengukur efektivitas komunikasi dalam sebuah event.

Salah satu contoh penerapan tren tersebut terlihat pada Indonesia Digital Marketing Conference (IDMC) 2026 yang digelar di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD, Tangerang, Banten, Kamis (4/6/2026) dan Jumat (5/6/2026).

Konferensi yang diselenggarakan SVO.AI itu menggunakan lebih dari 20 unit layar interaktif beresolusi 4K. Pasokan teknologi visual ini disediakan oleh PT Fortu Digital Teknologi, perusahaan teknologi visual asal Jakarta.

Penerapan layar interaktif di IDMC 2026

Pada penyelenggaraan IDMC 2026, digital signage ditempatkan di sejumlah titik, seperti area entrance, booth sponsor, dan conference hall. Layar ini digunakan untuk menampilkan jadwal acara, konten sponsor, dan navigasi peserta.

Sementara itu, interactive flat panel (IFP) digunakan di classroom atau ruang sesi paralel untuk mendukung presentasi dan diskusi panel, termasuk sesi yang melibatkan pembicara dari luar venue.

IDMC 2026 sendiri merupakan konferensi dan martech expo yang mengusung tema “MOVE • ADAPT • PLAY”.

Acara tersebut menghadirkan sejumlah pembicara internasional, termasuk pakar pemasaran digital Neil Patel dan Peng Joon.

Mengenal digital signage dan IFP

Digital signage merupakan layar digital yang biasanya dipasang di area publik untuk menampilkan informasi secara dinamis.

Konten yang ditampilkan dapat berupa video, foto, jadwal acara, informasi navigasi, hingga materi promosi.

Bentuknya pun beragam, mulai dari layar berdiri setinggi manusia yang ditempatkan di koridor venue hingga layar besar di area panggung.

Sementara itu, interactive flat panel (IFP) adalah layar besar dengan kemampuan touch screen yang memungkinkan pengguna menulis, menggambar, atau menjalankan presentasi langsung di permukaan layar.

Perangkat itu umum digunakan di ruang kelas, ruang rapat, hingga sesi konferensi untuk mendukung aktivitas kolaboratif.

Penggunaan resolusi 4K yang memiliki kualitas empat kali lipat lebih tinggi jika dibandingkan standar Full HD memungkinkan digital signage dan IFP menampilkan teks, foto, serta video dengan kualitas tajam meski dilihat dari jarak dekat.

Alasan konferensi mulai beralih ke layar interaktif

Ada sejumlah faktor yang mendorong pergeseran penggunaan media visual dari format cetak ke layar digital dalam industri event.

Pertama, biaya produksi konten cetak yang dilakukan secara berulang semakin tidak efisien ketimbang penggunaan layar digital yang dapat dipakai berkali-kali untuk acara berbeda.

Kedua, pembaruan informasi secara real-time selama acara berlangsung juga lebih mudah dilakukan melalui layar digital.

Pembaruan informasi, seperti perubahan jadwal, penayangan konten sponsor sesuai waktu tertentu, hingga pengumuman mendadak, dapat diakomodasi dengan lebih cepat jika dibandingkan media cetak.

Ketiga, ekspektasi peserta konferensi juga ikut berubah. Audiens profesional kini terbiasa dengan kualitas visual tinggi dari konten digital yang mereka konsumsi sehari-hari, mulai dari ponsel, televisi, hingga digital billboard di ruang publik.

Ekspektasi serupa kemudian terbawa ke pengalaman tatap muka dalam konferensi atau pameran.

Dukung format konferensi hibrida

Layar interaktif juga membuka kemampuan yang sebelumnya sulit dilakukan melalui format cetak.

Penyelenggara dapat mengukur efektivitas konten, mulai dari durasi tampilan, jumlah interaksi, hingga performa konten sponsor. Data ini dapat menjadi dasar evaluasi acara serta bahan negosiasi paket sponsorship pada penyelenggaraan berikutnya.

Digital Signage by Fortu Digital di Setiap Sudut IDMC ICE BSD.dok. Fortu Digital Digital Signage by Fortu Digital di Setiap Sudut IDMC ICE BSD.

Selain itu, unit IFP dengan fitur conference call juga memungkinkan pembicara atau audiens berpartisipasi dari luar venue.

Kemampuan tersebut semakin relevan setelah banyak konferensi global mengadopsi format hibrida secara permanen. Dengan format ini, pembicara internasional tidak selalu perlu hadir secara fisik untuk berbagi materi.

Chief Executive Officer (CEO) Fortu Digital Jovian Alvin mengatakan, kebutuhan industri event kini tidak lagi sebatas layar besar di panggung.

Menurutnya, teknologi visual yang digunakan dalam event juga perlu mampu mendukung konten dinamis, interaksi peserta, dan pengukuran efektivitas.

“Kebutuhan industri event sudah tidak lagi sekadar layar besar di panggung. Yang dibutuhkan adalah teknologi yang memungkinkan konten dinamis, interaksi peserta, dan pengukuran efektivitas, yang sebelumnya sulit dilakukan di format cetak,” ujarnya dalam rilis pers yang diterima Kompas.com, Senin (8/6/2026).

Tren digitalisasi industri event

Pergeseran menuju interactive display diperkirakan akan terus berlanjut, tidak hanya di sektor konferensi, tetapi juga di berbagai ruang publik lain.

Penggunaan layar interaktif dan digital signage berpotensi semakin luas di lobi perkantoran, ritel, rumah sakit, bandara, hingga fasilitas umum lain.

Bagi audiens, perubahan itu menghadirkan pengalaman ruang yang lebih dinamis dan informatif.

Sementara bagi penyelenggara acara dan brand, digitalisasi visual membuka kemampuan baru untuk membangun komunikasi yang lebih personal, fleksibel, dan terukur.

Tag:  #digitalisasi #event #ajang #idmc #2026 #gunakan #layar #interaktif #dari #fortu #digital

KOMENTAR