Imbas Konflik AS-Israel Vs Iran, Turis Pilih ke Asia karena Lebih Aman
Ketegangan konflik AS-Israel vs Iran tidak menyurutkan semangat para wisatawan. Mereka memilih destinasi di Asia karena lebih aman.(Dok. Hong Kong Tourism Board)
18:42
23 April 2026

Imbas Konflik AS-Israel Vs Iran, Turis Pilih ke Asia karena Lebih Aman

Ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat dan Israel lawan Iran tidak menyurutkan semangat wisatawan untuk bepergian.

Alih-alih membatalkan perjalanan yang telah lama dinanti, banyak wisatawan memilih beralih ke destinasi yang dinilai aman. Salah satunya adalah Asia.

"Kalau secara destinasi pastinya beberapa itu switching (beralih) ya ke destinasi Asia yang lebih dekat, lebih mudah soal visanya," kata Vice President Business Development Golden Rama Tours & Travel, Kitty Chandra dalam pertemuan media bertajuk Wisata dan Wanita di Jakarta, Selasa (21/4/2026).

Konflik AS-Israel vs Iran, turis beralih ke Asia yang lebih aman

Destinasi wisata di Asia tawarkan pengalaman baru

Ketegangan konflik AS-Israel vs Iran tidak menyurutkan semangat para wisatawan. Mereka memilih destinasi di Asia karena lebih aman.SHUTTERSTOCK Ketegangan konflik AS-Israel vs Iran tidak menyurutkan semangat para wisatawan. Mereka memilih destinasi di Asia karena lebih aman.

Kitty menyebut sejumlah destinasi di Asia yang menjadi pilihan wisatawan di tengah konflik, antara lain Jepang, Hong Kong, Korea, dan China.

Apalagi, saat ini destinasi wisata di Asia terus berkembang dengan menawarkan pengalaman wisata yang beragam.

China, misalnya, saat ini menawarkan pengalam wisata melihat aurora dengan durasi perjalanan wisata sekitar 10-11 hari, lebih singkat dibandingkan paket wisata melihat aurora ke Eropa Utara yang umumnya memakan waktu hingga 15 hari.

"Banyak sekali ya, rute-rute China terbaru yang bisa dieksplorasi, seperti Yunnan Shangri-La, Dali, dan Lijiang, itu seperti 'swiss-nya China'," kata Kitty.

Destinasi domestik juga turut dilirik oleh wisatawan nusantara yang enggan bepergian ke luar negeri di tengah konflik geopolitik.

"Tujuan destinasi di domestik pun sangat menarik ya, seperti Labuan Bajo. Bahkan banyak yang ke Sumba dan yang lain-lain," kata Kitty.

Dampak pariwisata akibat konflik AS-Israel vs Iran

Permintaan wisatawan tidak hilang

Kitty Chandra sebagai VP Business Development Golden Rama Tours & Travel dalam pertemuan media bertajuk Wanita dan Wisata di Jakarta, Selasa (21/4/2026).Kompas.com/Krisda Tiofani Kitty Chandra sebagai VP Business Development Golden Rama Tours & Travel dalam pertemuan media bertajuk Wanita dan Wisata di Jakarta, Selasa (21/4/2026).

Kitty tidak menampik bila konflik yang terjadi antara AS-Israel lawan Iran tetap berdampak pada dunia pariwisata.

Pasalnya, perjalanan wisata mancanegara sangat bergantung pada operasional maskapai penerbangan, yang dalam beberapa waktu belakangan mulai menetapkan kenaikan tarif avtur.

Biaya tambahan akibat harga minyak yang meningkat (fuel surcharge) pun dibebankan kepada penumpang dengan persentase 10-35 persen.

Harga tiket pesawat ke Jepang yang mulanya berkisar Rp 6-7 juta saat promosi, saat ini melonjak jadi Rp 10 juta untuk penerbangan termurah.

"Yang menarik di sini, demand (permintaan) itu tidak hilang. Demand itu kalau kita boleh bilang sekarang lebih segmented (tersegmentasi)," ujar Kitty.

Baca juga: Harga Tiket Pesawat Rute Asia-Eropa Naik hingga 70 Persen akibat Konflik Timur Tengah

Ketegangan konflik AS-Israel vs Iran tidak menyurutkan semangat para wisatawan. Mereka memilih destinasi di Asia karena lebih aman.PIXABAY/DOMINIC WUNDERLICH Ketegangan konflik AS-Israel vs Iran tidak menyurutkan semangat para wisatawan. Mereka memilih destinasi di Asia karena lebih aman.

Sebagian wisatawan yang tidak keberatan dengan kenaikan harga tiket pesawat, tidak ragu untuk tetap bepergian dan mengeluarkan uang lebih banyak.

"Ini bisa kita lihat dari beberapa airlines (maskapai penerbangan) yang kita switching (alihkan) dari  Middle East Carrier ke Asian Carrier itu seperti Singapore Airlines, kenaikannya sekarang fuel aja bisa naik 100 persen, Malaysia Airlines juga naik 100 persen," jelas Kitty.

"Dan menariknya seat (kursinya) enggak ada. Dari yang termahal itu boleh dibilang seat-nya enggak ada. Kalau sekarang kita cari dalam waktu dekat nih, mau ke Singapura, mau ke mana aja penuh sampai bulan Juni," sambung dia.

Bahkan, hingga Agustus 2026 mendatang, tidak banyak pilihan kursi pesawat ekonomi yang tersisa di sejumlah maskapai penerbangan.

"Jadi kami masih positif ya untuk segala perubahan yang ada dan Golden Rama sendiri, dengan kenaikan harga avtur ini, berusaha memberikan layanan dan dalam budget traveling dan segala macam tentunya tidak mengurangi nilai dari perjalanan itu sendiri," pungkasnya.

Tag:  #imbas #konflik #israel #iran #turis #pilih #asia #karena #lebih #aman

KOMENTAR