Ke Gunung Kelir Wonogiri, Jangan Nyampah dan Rusak Tanaman Petani
Lautan Awan di Gunung Kelir Wonogiri (5/4/2026).(KOMPAS.com/ANGGARA WIKAN PRASETYA)
05:14
5 Mei 2026

Ke Gunung Kelir Wonogiri, Jangan Nyampah dan Rusak Tanaman Petani

– Gunung Kelir di Kecamatan Sidoharjo, Wonogiri, kini menjadi primadona baru karena keindahan pesona alamnya.

Terutama, munculnya lautan awan yang bisa didapatkan pada pagi hari, terutama saat hujan turun malam harinya.

Kompas.com sempat menyaksikannya sendiri keindahan lautan awan di Gunung Kelir pada 5 April 2026.

Baca juga: Gunung Kelir di Wonogiri, Lagi Viral di Media Sosial karena Lautan Awan

Setelah momen tersebut, puncak pegunungan dengan ketinggian sekitar 550 meter di atas permukaan laut (mdpl) itu mulai dikenal dan dikunjungi wisatawan.

Namun, ramainya Gunung Kelir ternyata memunculkan masalah yang ditimbulkan oleh pengunjung tidak bertanggung jawab.

Tanaman petani rusak

Masalah yang ditimbulkan wisatawan tidak bertanggung jawab di Gunung Kelir Wonogiri adalah rusaknya sejumlah tanaman petani.

Informasi itu disampaikan melalui salah satu postingan Instagram aktivis media sosial Wonogiri @Jhon.underground, Sabtu (2/5/2026).

          View this post on Instagram                      

A post shared by JhonUnderground Berkata (@jhon.underground)

“Di balik indahnya Gunung Kelir, ada keluh kesah petani yang menanam di area itu. Ini saya mendapat laporan dari warga sekitar, keluh kesahnya petani,” ujar Jhon dalam video reels yang ia unggah itu.

Ia melanjutkan, para petani sebenarnya mengizinkan wisatawan untuk berkunjung ke Gunung Kelir, tetapi jangan merusak atau menginjak-injak tanaman.

“Fomo boleh, tetapi ya tolong benar-benar dijaga. Kalian itu orang bertamu, tanaman itu sulit menanamnya, merawatnya juga sulit. Jangan diinjak-injak,” ujar Jhon.

Baca juga: Rute ke Gunung Kelir Wonogiri yang Lagi Viral karena Lautan Awannya

Ia mengimbau kepada pengunjung Gunung Kelir Wonogiri agar perusakan semacam itu tidak terjadi lagi.

“Jangan sampai terjadi lagi, menginjak-injak tanaman, atau mematahkan pohon jagung,” sambung Jhon.

Jalan setapak ke Gunung Kelir yang sebenarnya lebar

Jhon Underground juga heran dengan wisatawan yang sampai menginjak-injak tanaman petani karena jalan setapaknya cukup lebar, sehingga wisatawan bisa melaluinya tanpa harus masuk ke lahan petani.

“Jalannya itu termasuk lebar, aman. Kenapa harus menginjak-injak tanaman. Apa jalannya itu seperti kuda pas lewat situ?” imbuh dia.

Jalan Setapak Gunung Kelir Wonogiri di Tengah Kebun Jagung.KOMPAS.com/ANGGARA WIKAN PRASETYA Jalan Setapak Gunung Kelir Wonogiri di Tengah Kebun Jagung.

Saat berkunjung ke Gunung Kelir, menurut saya jalan setapaknya juga cukup luas, sehingga seharusnya wisatawan tidak perlu sampai menginjak tanaman petani.

Jhon Underground dalam videonya, juga mengajak anak muda, khususnya warga Wonogiri untuk menjaga dan merawat tempat wisata dan spot-spot indah di Wonogiri, juga tidak membuang sampah sembarangan.

Baca juga: 4 Tips Dapat Lautan Awan di Gunung Kelir Wonogiri

Sebagai info, wisatawan yang berkunjung ke Gunung Kelir hanya perlu membayar parkir di rumah warga, sehingga ketertiban dan kebersihan harus benar-benar dijaga.

Tag:  #gunung #kelir #wonogiri #jangan #nyampah #rusak #tanaman #petani

KOMENTAR