Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar Mewah, 3 Orang Dilaporkan Meninggal
Tiga penumpang kapal pesiar diduga meninggal dunia akibat wabah hantavirus. Kabar ini dikonfirmasi oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada Minggu (3/5/2026).
Dua kasus hantavirus dikonfirmasi WHO setelah tiga orang meninggal dunia dan seorang warga negara Inggris sakit parah di atas kapal pesiar mewah MV Hondius yang tengah berlayar di Samudra Atlantik, seperti dilansir BBC, Selasa (5/5/2026).
Operator kapal MV Hondius, Oceanwide Expeditions, mengatakan bahwa korban meninggal dunia merupakan sepasang suami istri berkebangsaan Belanda, serta seorang warga negara Jerman.
Baca juga: Sudah 10 Kapal Pesiar Singgah di Buleleng Bali, Bawa 11.198 Wisatawan
Satu wabah Hantavirus telah dikonfirmasi pada kasus warga negara Inggris berusia 69 tahun yang dirawat di ruang perawatan intensif di sebuah rumah sakit di Afrika Selatan.
Serta ditemukan pada penumpang perempuan asal Belanda yang telah meninggal dunia. Sementara itu, penyebab kematian penumpang lainnya sedang diselidiki.
Selain dua kasus hantavirus yang telah dikonfirmasi, WHO mengatakan bahwa mereka sedang menyelidiki lima kasus dugaan lainnya yang terkait dengan kapal pesiar tersebut.
Baca juga: Kapal Pesiar Singgah di Kupang, 400 Turis Asal Sydney Dijadwalkan Jelajah Kota
Kapal pesiar tersebut saat ini tengah berlabuh di lepas pantai Praia, ibu kota Tanjung Verde, sebuah negara kepulauan di lepas pantai barat Afrika, seperti dilansir CNN.
Terdapat 149 orang yang masih berada di atas kapal dan mereka semua tidak diizinkan turun di Tanjung Verde, sesuai pernyataan Presiden Institut Kesehatan Masyarakat Nasional Tanjung Verde (INSP) Maria da Luz Lima.
“Kita akan menunggu perkembangan selanjutnya. Kapal akan melanjutkan perjalanannya, dan penumpang tidak akan turun di sini di negara ini untuk melindungi penduduk," kata Maria da Luz Lima, dikutip dari A Nacao.
Baca juga: Punya 9 Kolam Renang, Kapal Pesiar Terbesar di Dunia Berlayar Mulai 2027
Apa itu hantavirus?
Hantavirus merupakan kelompok virus yang biasa menyebar dari hewan pengerat, seperti mencit dan tikus, melalui feses, air liur, atau urinenya.
Penyakit ini jarang menular antar-manusia. Bila seseorang terkena hantavirus, korban dapat mengalami penyakit pernapasan yang parah.
ilustrasi tes hantavirus
Bahkan sering kali mematikan hingga disebut sebagai sindrom paru hantavirus.
Gejala awal terkena hantavirus meliputi kelelahan, demam, dan nyeri otot, sakit kepala, pusing, menggigil, dan masalah perut pada beberapa pasien.
Gejala selanjutnya dari sindrom paru hantavirus meliputi batuk, sesak napas, dan rasa sesak di dada.
Baca juga: Ada Wabah Pneumonia, Simpan Kontak Darurat Saat Liburan ke Jepang
Beberapa kasus hantavirus yang sebagian besar ditemukan di Eropa dan Asia juga dapat menyebabkan penyakit ginjal yang parah.
Tidak ada obat untuk infeksi hantavirus, selain pengobatan gejalanya. Pasien dengan kesulitan bernapas yang parah mungkin perlu diintubasi.
Penyakit ini jarang terjadi, tetapi sangat mematikan. Sekitar 38 persen orang yang mengalami gejala pernapasan dapat meninggal, apalagi bila pasiennya lanjut usia atau memiliki sistem kekebalan tubuh yang lemah.
Hingga akhir 2023, tercatat sebanyak 890 kasus penyakit hantavirus yang terkonfirmasi telah dilaporkan di Amerika Serikat (AS) sejak pengawasan dimulai pada tahun 1993.
Baca juga: Penumpang Kapal Pesiar Wajib Bayar Tambahan Rp 400.000 karena Harga Minyak Naik
Mengapa hantavirus bisa terjadi di kapal pesiar?
Kapal MV Hondius pertama kali bertolak dari Ushuaia di Argentina pada lebih dari sebulan yang lalu.
Berdasarkan situs pelacakan kapal MarineTraffic, kapal pesiar penumpang berbendera Belanda itu singgah di Antartika sebelum kembali ke Ushuaia untuk bermalam dan berangkat lagi pada 1 April 2026.
Kapal pesiar mewah itu kemudian singgah di wilayah seberang laut Inggris, Saint Helena, sebelum berlabuh di lepas pantai Praia pada Minggu (3/5/2026).
Di sepanjang perjalanan, para penumpang mengunjungi beberapa pulau terpencil di dunia, di mana mereka akan melihat banyak satwa liar, termasuk paus, lumba-lumba, penguin, dan burung laut, bila ditinjau berdasarkan rencana perjalanan tersebut.
Baca juga: Intip Disney Adventure, Kapal Pesiar Disney Pertama di Asia dengan Wahana Marvel
Menurut dokter keluarga dan presiden serta CEO Premier Medical Group, Scott Miscovich, sangat tidak biasa bagi wabah hantavirus terjadi di kapal yang belum pernah berlayar ke tempat di mana virus tersebut endemik.
Ia menduga terdapat dua cara yang bisa menyebabkan wabah itu terjadi di atas kapal pesiar.
Pertama, kapal tersebut mungkin terkontaminasi oleh kotoran atau urin tikus atau kedua, salah satu penumpang mungkin tertular varian hantavirus Andes, yang mana terdapat beberapa bukti terbatas mengenai penularan dari manusia ke manusia.
Jika bukti menunjukkan penularan antar manusia, kata Miscovich, hal itu akan "mengubah masa depan kedokteran perjalanan dan penyakit menular, serta kedokteran tropis.
Baca juga: Pertama di Asia, Kapal Disney Cruise Line Akan Berlayar dari Singapura
Tag: #wabah #hantavirus #kapal #pesiar #mewah #orang #dilaporkan #meninggal