PT Pos Properti Bidik Tumbuh 18 Persen, Leasing Jadi Andalan
PT Pos Indonesia (Persero) melalui anak usahanya PT Pos Properti Indonesia menawarkan total 2.892 aset yang dimiliki perusahaan kepada para investor untuk dimanfaatkan menjadi sektor bisnis dalam acara Investor Gathering di Pos Bloc, Jakarta, Kamis (20/2/2025). (KOMPAS.com/YOHANA ARTHA ULY)
16:16
31 Maret 2026

PT Pos Properti Bidik Tumbuh 18 Persen, Leasing Jadi Andalan


— PT Pos Properti Indonesia membukukan kinerja positif pada awal tahun 2026 di tengah tekanan sektor properti akibat lemahnya daya beli masyarakat dan tingginya biaya pendanaan.

"Kami masih optimistis mengejar pertumbuhan di 2026. Dari pergerakan suku bunga dan daya beli masyarakat saat ini, kami melihat masih ada peluang besar," ujar Chief Commercial Officer PT Pos Properti Indonesia Aldhita Prayudhiputra dalam rilisnya, Selasa (31/3/2026).

Perusahaan menargetkan pertumbuhan sebesar 18 persen sepanjang 2026, melampaui proyeksi pertumbuhan industri properti yang berada di kisaran 5,2 persen hingga 5,9 persen dalam lima tahun ke depan.

Baca juga: Bangun Jaringan Digital, Emiten Hashim Djojohadikusumo WIFI Gandeng Pos Properti

Leasing Dominasi Pendapatan

Kinerja positif tersebut ditopang oleh aktivitas property leasing yang mencatatkan capaian maksimal sepanjang dua bulan pertama 2026.

Berdasarkan data internal, permintaan ruang komersial meningkat sejak akhir 2025, seiring mulai pulihnya aktivitas bisnis pascapandemi.

Segmen leasing saat ini berkontribusi sekitar 50–60 persen terhadap total pendapatan perusahaan.

Portofolio ini mencakup penyewaan ruang ritel, perkantoran, serta fasilitas komersial lain di berbagai lokasi strategis.

Beberapa sektor penyewa utama meliputi ritel modern, makanan dan minuman, jasa keuangan, serta layanan publik.

Baca juga: Pos Properti dan APJATEL Gandeng Aset PosIND, Percepat Akses Digital

Kembangkan Bisnis Co-Living

Selain leasing, PT Pos Properti juga mulai mengembangkan bisnis co-living sebagai sumber pendapatan baru.

Perusahaan telah membuka dua lokasi co-living di kawasan strategis Jakarta, yakni di Jalan Fatmawati dan Gandaria, dengan total 50 kamar.

"Kami melihat respons pasar sangat antusias. Dalam waktu singkat setelah soft launching, tingkat okupansi sudah menunjukkan tren positif," ujar Aldhita.

Konsep co-living ini menyasar segmen profesional muda dengan menawarkan fleksibilitas sewa serta fasilitas seperti internet cepat, ruang komunal, dan akses transportasi publik.

Strategi Diversifikasi dan Ekspansi

PT Pos Properti mengandalkan strategi diversifikasi bisnis untuk menjaga kinerja di tengah tekanan sektor properti.

Perusahaan tidak bergantung pada satu sumber pendapatan, melainkan mengembangkan portofolio bisnis yang saling melengkapi.

Ke depan, ekspansi akan dilakukan secara bertahap ke sejumlah kota besar dengan potensi komersial tinggi.

Langkah ini dilakukan dengan mempertimbangkan berbagai indikator, seperti permintaan pasar, daya beli masyarakat, tren okupansi, serta potensi imbal hasil.

Ekspansi difokuskan pada optimalisasi aset milik Pos Indonesia yang berada di lokasi strategis.

Perusahaan juga membuka peluang kerja sama dengan berbagai mitra untuk meningkatkan produktivitas aset.

Meski demikian, ekspansi tetap dilakukan secara terukur dengan mempertimbangkan dinamika ekonomi dan perubahan perilaku pasar.

Tag:  #properti #bidik #tumbuh #persen #leasing #jadi #andalan

KOMENTAR