Tambak Udang Sumba Diproyeksi Serap 8.820 Tenaga Kerja, Bidik Devisa Rp 4,5 Triliun per Tahun
— Pembangunan tambak udang terintegrasi di Waingapu, Kabupaten Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur, diproyeksikan memberi dampak ekonomi besar.
Proyek ini dikaitkan dengan penciptaan lapangan kerja hingga kontribusi devisa ekspor.
Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kementerian Kelautan dan Perikanan I Nyoman Radiarta menyebut kajian awal telah dilakukan.
“Dari total investasi sebesar Rp 7,2 triliun, diperkirakan akan mendorong peningkatan PDRB hingga 34,7 persen serta potensi serapan tenaga kerja mencapai sekitar 8.820 orang,” ujar Nyoman di Jakarta, Rabu (1/4/2026).
Baca juga: Tambak Udang KKP di Waingapu Ditargetkan Produksi 52.000 Ton per Tahun
Kapasitas produksi tambak diperkirakan mencapai 52.000 ton per tahun. Angka ini dinilai memberi kontribusi besar bagi ekonomi daerah dan nasional.
Nyoman menjelaskan, dampak ekonomi terbagi dalam tiga pilar utama. Salah satunya muncul pada fase konstruksi.
Fase konstruksi berlangsung sekitar tiga tahun. Aktivitas ini diproyeksikan memicu lonjakan ekonomi sementara.
“Pada fase konstruksi, akan terjadi lonjakan ekonomi antara 39,4 persen hingga 40,7 persen per tahun secara temporer, serta menyerap sekitar 1.889 tenaga kerja konstruksi lokal,” jelasnya.
Pembangunan ini juga mendorong percepatan infrastruktur. Akses jalan dan utilitas di Kecamatan Pandawai ikut terdorong.
Fase operasional diproyeksikan memberi dampak jangka panjang yang lebih besar. Nilai PDRB Sumba Timur diperkirakan naik dari Rp 7,8 triliun menjadi Rp 10,5 triliun.
“Nilai ekonomi dari produksi udang diperkirakan mencapai Rp 3,38 triliun per tahun, dengan kontribusi devisa negara sekitar 285 juta dollar AS dari ekspor,” kata Nyoman.
Baca juga: Proyek Tambak Udang Rp 7,2 Triliun di Sumba Dibiayai Pinjaman Asing
Jika dikonversi, devisa tersebut setara sekitar Rp 4,5 triliun per tahun.
Dampak sosial juga ikut disorot. Proyek ini dikaitkan dengan penurunan kemiskinan di wilayah setempat.
“Pembangunan ini berpotensi mengangkat hingga 55 persen penduduk miskin keluar dari kemiskinan struktural,” ujarnya.
Perputaran ekonomi lokal diperkirakan meningkat melalui distribusi upah. Nilainya mencapai ratusan miliar rupiah per tahun.
“Perputaran upah di tingkat lokal diprediksi mencapai Rp 260 miliar per tahun dan dapat meningkatkan kesejahteraan sekitar 35.280 jiwa, termasuk keluarga pekerja,” tegasnya.
Tag: #tambak #udang #sumba #diproyeksi #serap #8820 #tenaga #kerja #bidik #devisa #triliun #tahun