Petani Sawit Ubah Cara Bertani, Produktivitas Mulai Terangkat
– Perubahan cara bertani mulai dirasakan petani sawit setelah mendapat pelatihan berbasis praktik. Dari yang sebelumnya mengandalkan kebiasaan turun-temurun, kini mereka mulai mengelola kebun secara lebih terstruktur dan terukur.
Salah satunya dialami Maijan, petani sawit Desa Suak Putat, Sekernan, Muaro Jambi, Jambi. Ia kini lebih disiplin dalam pemupukan, mulai dari menakar dosis hingga menentukan waktu aplikasi yang tepat setelah mengikuti pelatihan Petani Berkualitas dan Sejahtera (PERKASA) yang diinisiasi PT Triputra Agro Persada Tbk.
“Dulu saya pikir mupuk itu gampang, tinggal tabur saja. Ternyata cara kita memupuk itu menentukan sehat tidaknya sawit yang ditanam,” kata Maijan, melalui keterangan pers, dikutip Jumat (3/4/2026).
“Kalau pemupukan dilakukan dengan benar, hasilnya memang akan optimal. Hal ini baru saya ketahui saat mengikuti pelatihan PERKASA di PT Brahma Binabakti yang sangat bagus untuk kami para petani sawit. Kami mendapat banyak pengalaman tentang pembibitan, perawatan hingga panen yang bisa langsung kami terapkan di kebun,” paparnya.
Melalui pelatihan ini, petani mulai memahami pentingnya praktik agronomi yang benar, mulai dari pemilihan pupuk, dosis, hingga waktu aplikasi yang efektif. Perubahan ini menjadi fondasi awal untuk meningkatkan produktivitas kebun rakyat secara berkelanjutan.
Baca juga: GAPKI: Peremajaan Sawit Bikin Produksi Naik 2 Kali Lipat
Dari Kebiasaan ke Praktik Berbasis Ilmu
Pelatihan PERKASA merupakan bagian dari inisiatif TAP untuk Negeri yang difokuskan untuk meningkatkan kualitas agronomi petani. Program ini dirancang dengan komposisi 40 persen teori dan 60 persen praktik langsung di lapangan selama tiga hari.
Dengan pendekatan tersebut, petani didorong untuk tidak hanya memahami teori, tetapi juga langsung mempraktikkan teknik perawatan tanaman secara presisi di kebun mereka.
Durham, petani sawit asal Desa Muara Pias, Long Kali, Paser, mengaku pelatihan ini menjawab berbagai persoalan yang selama ini dihadapi di lapangan, mulai dari kualitas bibit hingga serangan hama.
“Kendala di lapangan memang banyak, terutama soal bibit dan hama. Dulu kami bekerja berdasarkan kebiasaan saja,” ujar Durham.
“Jadi ketika ada tanaman yang tidak berbuah, kami tidak tahu apakah itu karena bibit atau cara perawatannya. Setelah ikut pelatihan PERKASA, kami jadi paham sistem dan praktik yang benar. Ilmu ini sangat membantu untuk memperbaiki pengelolaan kebun agar hasilnya bisa lebih baik,” lanjutnya.
Baca juga: Minyak Sawit hingga Karet Malaysia Kena Tarif Nol Persen dari AS
Pendampingan Jadi Kunci Perubahan
Untuk memastikan hasil pelatihan benar-benar diterapkan, perusahaan melakukan monitoring pasca pelatihan secara berkala. Pendampingan ini menjadi langkah penting agar perubahan cara bertani tidak berhenti sebagai pengetahuan, tetapi menjadi praktik yang berkelanjutan.
Selain itu, perusahaan juga membuka layanan konsultasi agronomi melalui WhatsApp di nomor 0811-2220-12210. Layanan ini dapat dimanfaatkan tidak hanya oleh peserta pelatihan, tetapi juga masyarakat umum yang ingin belajar pengelolaan sawit yang lebih baik.
Perusahaan turut membagikan buku TAP untuk Negeri: Berbagi Pengalaman untuk Bangsa yang merangkum standar prosedur agronomi dalam bahasa yang lebih sederhana.
“Selama ini para petani sawit hanya mengandalkan pengalaman otodidak dan hasil panennya kurang memuaskan,” ujar Feidy Rogi, peserta pelatihan PERKASA dari Desa Gunung Rampah, Mook Manaar Bulatn, Kutai Barat, Kalimantan Timur.
“Buku ini sangat membantu kami untuk terus memperbaiki cara pengelolaan kebun yang baik dan benar agar hasil panennya juga semakin optimal,” ungkapnya.
Melalui pendekatan ini, perubahan mulai tumbuh dari tingkat kebun rakyat. Ketika pengetahuan bertemu dengan praktik yang tepat, petani tidak lagi sekadar bekerja berdasarkan kebiasaan, melainkan mulai bertransformasi menjadi pelaku usaha yang lebih terampil.
Baca juga: Lonjakan Harga Minyak Dunia Jadi Momentum Percepatan Program B50
Tag: #petani #sawit #ubah #cara #bertani #produktivitas #mulai #terangkat