Dirut Pembangunan Jaya Ancol (PJAA) Undur Diri Sebelum RUPS Digelar
ilustrasi resign, ilustrasi surat resign. Benarkah Gelombang Resign Setelah Dapat THR Lebaran Disebut Mulai Pekan Ini?(Dok. Freepik/Freepik)
14:20
14 April 2026

Dirut Pembangunan Jaya Ancol (PJAA) Undur Diri Sebelum RUPS Digelar

Direktur Utama PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk (PJAA) Winarto mengundurkan diri dari jabatannya per Senin (13/4/2026) atau menjelang pelaksanaan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST).

Berdasarkan keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (14/4/2026), manajemen PJAA menyampaikan telah menerima surat pengunduran diri Winarto pada tanggal tersebut.

“Perseroan telah menerima surat pengunduran diri Bapak Winarto selaku Direktur Utama Perseroan pada tanggal 13 April 2026,” tulis manajemen.

Baca juga: Gandeng Jakpro dan PJAA, BTN Bakal Bantu Pembangunan Jembatan Antara JIS dan Ancol

Perseroan pun menegaskan bahwa keputusan itu tidak berdampak material terhadap kegiatan operasional, aspek hukum, kondisi keuangan, maupun kelangsungan usaha perusahaan.

“Tidak ada dampak material terhadap kegiatan operasional, hukum, kondisi keuangan, atau kelangsungan usaha perseroan,” lanjut manajemen.

Untuk diketahui, Winarto dipercaya memimpin PJAA sejak 18 Agustus 2022, berdasarkan keputusan pemegang saham dalam RUPST. Pengangkatannya menandai kelanjutan perjalanan panjangnya di industri properti dan rekreasi, khususnya di lingkungan Grup Jaya Ancol.

Sepanjang kariernya, Winarto memiliki rekam jejak yang kuat di berbagai posisi strategis. Ia pernah menjabat sebagai Dewan Pengawas Pusat Pengelolaan Kompleks Gelora Bung Karno pada 2021 hingga April 2023, setelah sebelumnya menjabat sebagai Direktur Utama di institusi yang sama pada 2016-2021.

Di internal PJAA, Winarto juga telah menduduki berbagai posisi penting, mulai dari Wakil Direktur Properti (2002–2005), Direktur Properti (2005–2008), hingga Direktur Properti dan Rekreasi (2008–2011), serta Direktur Rekreasi pada 2011–2014.

Selain itu, ia juga pernah menjabat sebagai Direktur Utama PT Jaya Ancol Pratama Tol pada 2010–2012, serta Direktur Utama PT Philindo Sporting and Tourism Indonesia pada 2002–2015. Pada periode yang sama, ia juga dipercaya sebagai Presiden Komisaris PT Seabreez Indonesia.

Baca juga: Stasiun JIS Beroperasi 2 Bulan Lagi, Warga: Tak Perlu Lagi Naik Ojek ke Ancol

Susunan Dewan Direksi PJAA menjelang RUPST terdiri dari Daniel Nainggolan, Cahyo Satrio Prakoso, Eddy Prastiyo, dan Syahmudrian Lubis yang masing-masing menjabat sebagai Direktur.

Sejalan dengan pengunduran diri Winarto, PJAA dijadwalkan menggelar RUPST pada hari yang sama. Dalam agendanya, perseroan akan meminta persetujuan atas laporan tahunan, termasuk pengesahan laporan keuangan untuk tahun buku yang berakhir pada 31 Desember 2025.

Selain itu, pemegang saham juga akan dimintai persetujuan terkait penggunaan laba bersih, serta penetapan gaji dan tantiem bagi Direksi dan Dewan Komisaris untuk kinerja tahun buku 2025 dan remunerasi tahun 2026.

Agenda lainnya mencakup penunjukan akuntan publik independen untuk mengaudit laporan keuangan tahun buku 2026, beserta pemberian wewenang kepada Dewan Komisaris untuk menetapkan honorarium dan persyaratan penunjukannya.

Perseroan juga akan mengajukan penegasan kembali Pasal 3 Anggaran Dasar terkait maksud dan tujuan serta kegiatan usaha, sebagai penyesuaian terhadap Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI). Penyesuaian ini merupakan bagian dari pemenuhan ketentuan perizinan berusaha berbasis risiko melalui sistem Online Single Submission (OSS), sebagaimana diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor 28 Tahun 2025.

RUPST juga akan membahas rencana pemanfaatan uang ganti rugi atas tanah yang terdampak proyek Jalan Tol Ir. Wiyoto Wiyono, M.Sc Section Harbour Road II di atas HPL Nomor 1/Ancol, serta agenda perubahan susunan pengurus perseroan.

Tag:  #dirut #pembangunan #jaya #ancol #pjaa #undur #diri #sebelum #rups #digelar

KOMENTAR