Pertamina Buka Suara soal Kru Asing di Kapal Gamsunoro
Kapal tanker Pertamina masih tertahan di Selat Hormuz setelah Iran menutup kembali jalur pelayaran di selat tersebut.(ANTARA)
16:48
21 April 2026

Pertamina Buka Suara soal Kru Asing di Kapal Gamsunoro

PT Pertamina (Persero) melalui anak usaha PT Pertamina International Shipping (PIS) merespons informasi di media sosial soal kru Kapal Gamsunoro. Isu menyebut kapal yang tertahan di Laut Arab diisi awak asal India.

Pelaksana Tugas Corporate Secretary PIS Vega Pita mengatakan, operasional kapal di pasar internasional melibatkan kerja sama dengan penyewa dan manajemen kapal.

"Kerja sama ini merupakan praktik lazim di dunia pelayaran internasional guna mendorong kapabilitas dan kapasitas perusahaan di kancah global," ujarnya dalam keterangan tertulis, Selasa (21/4/2026).

Baca juga: RI Masih Negosiasi Iran Biar Dua Kapal Pertamina Lewat Selat Hormuz

Kapal Gamsunoro termasuk armada yang melayani pasar internasional. Operasi mencakup rute Asia, Eropa, Amerika, hingga Afrika.

Saat ini kapal tersebut disewa pihak ketiga. Awak kapal direkrut sesuai regulasi internasional dan standar operasional.

PIS menempatkan bisnis angkutan maritim global sebagai fokus utama. Strategi ini diarahkan untuk mendorong pertumbuhan pendapatan dan devisa.

"Ini menjadi bagian dari strategi kami dalam memperkuat daya saing perusahaan sekaligus meningkatkan peran Indonesia dalam industri maritim dunia," ucap dia.

Data Pertamina Group menunjukkan mayoritas awak kapal merupakan warga negara Indonesia. Sekitar 94 persen kru berasal dari dalam negeri.

Baca juga: Cek Harga BBM Pertamina Terbaru, Pertamax Turbo-Pertamina Dex Naik

Sisanya sekitar 6 persen atau 278 orang merupakan pelaut asing. Total pelaut Indonesia yang bekerja di kapal Pertamina mencapai 4.090 orang.

"Dalam operasionalnya, kapal Pertamina faktanya masih didominasi oleh pelaut Indonesia hingga 94 persen," kata Vega.

Pertamina menegaskan komitmen pengembangan talenta pelaut nasional. Langkah ini diarahkan untuk meningkatkan daya saing di tingkat global.

Saat ini dua kapal tanker PIS masih tertahan di Laut Arab. Kapal tersebut yakni VLCC Pertamina Pride dan Gamsunoro.

Keduanya belum dapat melintasi Selat Hormuz yang masih ditutup Iran. Situasi ini berkaitan dengan konflik di kawasan Timur Tengah.

VLCC Pertamina Pride membawa minyak mentah jenis light crude oil untuk kebutuhan dalam negeri. Gamsunoro mengangkut kargo milik konsumen pihak ketiga.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia mengatakan, pemerintah terus mengupayakan evakuasi kedua kapal.

Komunikasi dilakukan bersama Kementerian Luar Negeri dengan otoritas Iran.

"Kita terus melakukan komunikasi intens dengan pihak dari Iran, kolaborasi ESDM dengan Kemenlu juga kita lakukan terus. Doain ya," ujarnya di Kementerian ESDM, Jakarta, Senin (20/4/2026).

Tag:  #pertamina #buka #suara #soal #asing #kapal #gamsunoro

KOMENTAR