Sepi Peminat, Airlangga Minta Bursa Genjot Pipeline IPO
Ketua OJK Federica Widyasari , Menko Perekonomian Airlangga Hartarto dan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa usai Peresmian Program Investasi Terencana dan Berkala (PINTAR) Reksa Dana dan Pembukaan Pekan Reksa Dana Tahun 2026, di Gedung BEI, Senin (27/4/2026).(KOMPAS.com/Suparjo Ramlan)
20:44
27 April 2026

Sepi Peminat, Airlangga Minta Bursa Genjot Pipeline IPO

- Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mendorong penggalangan dana melalui pasar modal, khususnya lewat penawaran umum perdana saham (initial public offering/IPO), agar ditingkatkan untuk menopang kebutuhan pembiayaan ekonomi yang terus membesar.

Airlangga mengungkapkan, investasi di sektor riil pada triwulan I-2026 telah mencapai Rp 498,79 triliun atau tumbuh 7,22 persen, dengan penyerapan tenaga kerja mencapai 706.000 orang.

“Dan dari sisi keuangan, ini tentu capital market adalah fungsinya untuk menarik dana untuk IPO yang mungkin dalam periode first quarter ini ketidakpastian tinggi, sehingga ini masih dalam pipeline. Pipelinenya belum muncul, nah ini mungkin perlu dikejar ke depan karena ini salah satu sektor juga yang penting,” kata Airlangga dalam Peresmian Program Investasi Terencana dan Berkala (PINTAR) Reksa Dana di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Senin (27/4/2026).

Baca juga: 16 Perusahaan Antre IPO di Bursa, BEI Ungkap Sektornya

Menurut dia, kebutuhan pembiayaan nasional juga akan terus meningkat, yakni mencapai Rp 7.400 triliun pada 2026 dan diproyeksikan naik menjadi Rp 9.200 triliun pada 2029.

Dalam memenuhi kebutuhan tersebut, peran sektor swasta, masyarakat, dan sektor jasa keuangan dinilai akan semakin penting.

Karena itu, Airlangga menilai pasar modal harus memainkan fungsi yang lebih besar sebagai sumber penghimpunan dana jangka panjang, termasuk melalui IPO.

Adapun, berdasarkan data PT Bursa Efek Indonesia (BEI) menyebut sebanyak 16 perusahaan tengah mengantre untuk melaksanakan penawaran umum perdana saham atau initial public offering (IPO). Jumlah itu tercatat hingga 17 April 2026.

Namun di tengah ramainya antrean tersebut, realisasi IPO sepanjang tahun ini masih terbilang minim.

Baru satu emiten yang resmi melantai di bursa, yakni PT BSA Logistic Indonesia Tbk (WBSA), dengan dana yang dihimpun sebesar Rp 0,30 triliun.

Berdasarkan dokumen pipeline BEI 2026, mayoritas calon emiten berasal dari perusahaan beraset besar.

Sebanyak 11 perusahaan tercatat memiliki aset di atas Rp 250 miliar, sementara lima lainnya berada pada kategori aset menengah dengan rentang Rp 50 miliar hingga Rp 250 miliar.

Dari sisi sektor, pipeline IPO memperlihatkan dominasi sektor konsumsi.

Masing-masing tiga perusahaan berasal dari sektor consumer cyclicals, tiga perusahaan consumer non-cyclicals.

Selain itu, terdapat empat perusahaan sektor kesehatan, dua perusahaan infrastruktur, dua perusahaan teknologi, serta masing-masing satu perusahaan dari sektor energi dan finansial.

Baca juga: Sudah Kantongi Dua Paket Calon Direksi BEI, OJK Masih Masih Rahasiakan Nama-namanya

Tag:  #sepi #peminat #airlangga #minta #bursa #genjot #pipeline

KOMENTAR