Iran Siap Bagi Kemampuan Pertahanan ke Negara Lain, Klaim AS Tak Lagi Dominan
- Wakil Menteri Pertahanan, Reza Talaei-Nik pada Selasa (28/4/2026) mengatakan, Iran bersedia berbagi kemampuan pertahanannya dengan negara lain.
Kerja sama ini khususnya dilakukan bersama anggota Organisasi Kerja Sama Shanghai (SCO).
“Kami siap berbagi pengalaman kami yang mengarah pada kekalahan Amerika Serikat dengan anggota lain dari organisasi ini,” kata Reza Talaei-Nik, dikutip dari Reuters, Selasa.
“Amerika Serikat tidak lagi mampu memaksakan kebijakannya pada negara-negara merdeka dan ini telah terbukti bagi seluruh dunia melalui ketahanan rakyat Iran dan angkatan bersenjata mereka,” sambungnya.
Baca juga: AS Tak Mengira Iran Kirim Proposal Bagus, Langsung Dibahas Trump dan Gedung Putih
Saat ini, Talaei-Nik sedang bertemu dengan rekan-rekannya di SCO, termasuk Pakistan, Belarus, dan Kyrgyzstan.
Pejabat Iran baru-baru ini juga mengadakan pembicaraan dengan personel pertahanan Rusia dan Belarusia.
Moskwa dan Minsk menekankan keinginan mereka untuk melanjutkan kerja sama dengan Teheran.
Baca juga: Iran Tiba-tiba Tawarkan Akhiri Perang, AS Diberi Syarat Ini
Upaya negosiasi damai Iran-AS
Saat ini, Iran dan Amerika Serikat berusaha mencari kesepakatan bersama untuk menyelesaikan perang di tengah masa gencatan senjata.
Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi pun bertolak ke Rusia di tengah ketidakpastian negosiasi dengan AS yang belum membuahkan hasil konkret.
Setibanya di St Petersburg pada Senin (27/4/2026), Araghchi menyatakan, negosiasi sebelumnya gagal mencapai tujuan meskipun sempat menunjukkan kemajuan.
Ia menuding tuntutan AS yang berlebihan sebagai penyebab utama kebuntuan tersebut.
Baca juga: Iran Kebanjiran Minyak Tak Terjual Imbas Blokade AS, Tangki Bekas Jadi “Penyelamat”
Peran Rusia di tengah kebuntuan negosiasi
Muncul spekulasi bahwa pertemuan di Rusia dapat membantu menghidupkan kembali upaya damai Iran.
Selain itu, isu blokade Selat Hormuz yang vital bagi ekspor energi global juga menjadi perhatian utama.
Ali Vaez dari International Crisis Group menilai peran Rusia tidak otomatis menjadi solusi.
“Putin sebelumnya telah menawarkan bantuan, tetapi tidak berhasil karena berbagai alasan. Yang dibutuhkan bukanlah kiat menghadapi Trump, melainkan fleksibilitas dari kedua belah pihak,” katanya, seperti dikutip Newsweek.
Vaez juga menekankan, Rusia bisa memainkan peran penting dalam penyelesaian isu Selat Hormuz yang memerlukan pengakuan internasional.
Tag: #iran #siap #bagi #kemampuan #pertahanan #negara #lain #klaim #lagi #dominan