Purbaya Nilai Panda Bond Lebih Menarik dari Dim Sum Bond, Bunganya Lebih Murah?
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menilai penerbitan surat utang global berdenominasi yuan atau Panda Bond lebih menarik dibandingkan Dim Sum Bond karena menawarkan biaya pendanaan yang lebih rendah.
Menurut Purbaya, imbal hasil (yield) Panda Bond diperkirakan berada di kisaran 2,3 persen hingga sedikit di atas level tersebut, masih lebih rendah dibanding surat utang pemerintah dalam denominasi dollar AS.
“Bunganya akan lebih murah dari surat utang dollar Amerika Serikat,” kata Purbaya dalam media briefing di Kementerian Keuangan pada Senin (11/5/2026).
Baca juga: Purbaya Pastikan Tak Ada Tambahan Defisit APBN untuk Pendanaan Kopdes
Pemerintah telah berencana menerbitkan Panda Bond pada bulan depan, setelah sebelumnya menerbitkan Dim Sum Bond pada Oktober 2025.
Purbaya mengatakan penerbitan obligasi yuan tersebut menjadi bagian dari strategi diversifikasi pembiayaan negara agar tidak terlalu bergantung pada dolar AS maupun satu sumber pendanaan tertentu.
Purbaya juga mengungkapkan telah meminta Direktur Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kemenkeu Suminto untuk meningkatkan porsi penerbitan apabila permintaan investor tinggi.
Menurut Purbaya, pasar keuangan China memiliki likuiditas besar dan kapasitas yang cukup kuat untuk menyerap instrumen utang pemerintah Indonesia dalam jumlah besar.
Selain itu, ia menilai investor di China memiliki kepercayaan tinggi terhadap fundamental ekonomi Indonesia sehingga tidak terlalu sensitif terhadap perubahan peringkat kredit.
Purbaya juga mengaku telah bertemu dengan Industrial and Commercial Bank of China (ICBC) yang disebut siap mendukung penerbitan Panda Bond Indonesia.
Baca juga: Bond Stabilization Fund Disiapkan Redam Gejolak Obligasi, Ekonom Sebut Hanya “Membeli Waktu”
Sebagai bagian dari kerja sama keuangan bilateral, pemerintah Indonesia juga membuka peluang bagi China untuk menerbitkan surat utang di pasar domestik Indonesia.
Sebelumnya, Purbaya menargetkan penerbitan surat utang global dalam mata uang renminbi atau Panda Bond pada bulan depan.
Kementerian Keuangan menyiapkan langkah teknis dan penjajakan investor. Tim dijadwalkan berangkat ke China untuk mematangkan rencana tersebut.
Instrumen ini disiapkan untuk memperluas sumber pembiayaan. Pemerintah juga ingin mengurangi tekanan terhadap nilai tukar rupiah di tengah kondisi global.
“Tujuan penerbitan Panda Bond adalah agar Indonesia tidak terlalu bergantung pada pendanaan dalam bentuk dolar AS,” ujar Purbaya di Kebon Sirih, Jakarta, Rabu (6/5/2026).
Tag: #purbaya #nilai #panda #bond #lebih #menarik #dari #bond #bunganya #lebih #murah