Philips Dukung Pemerataan Akses Kesehatan lewat Pengadaan Cath Lab
Fasilitas cath lab di RSUD Kabupaten Kediri menggunakan teknologi image-guided therapy (IGT) milik Philips yang memanfaatkan pencitraan real-time untuk membantu dokter melakukan tindakan medis secara minimal invasif.(KOMPAS.com/HOTRIA MARIANA)
18:06
6 Mei 2026

Philips Dukung Pemerataan Akses Kesehatan lewat Pengadaan Cath Lab

- Penyakit jantung dan stroke masih menjadi penyebab utama kematian di Indonesia. Namun, akses terhadap layanan diagnostik dan tindakan medis lanjutan belum merata, terutama di daerah.

Kondisi itu selama ini membuat banyak pasien harus dirujuk ke kota-kota besar untuk memperoleh penanganan. Selain menyulitkan pasien dan keluarga, situasi tersebut juga berisiko memperlambat tindakan medis yang dibutuhkan.

Untuk memperluas akses layanan, pemerintah menghadirkan fasilitas catheterization laboratory atau cath lab di sejumlah daerah melalui program transformasi kesehatan nasional. Dalam pengembangannya, pemerintah didukung penyediaan teknologi dari Philips.

Salah satu fasilitas tersebut kini tersedia di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Kediri, Jawa Timur.

Di daerah dengan jumlah penduduk lebih dari 1,6 juta jiwa itu, keterbatasan fasilitas kesehatan selama ini menjadi tantangan. Warga yang sakit jantung kerap harus menempuh perjalanan ke Surabaya, Tulungagung, atau Malang untuk mendapatkan penanganan lanjutan.

Dengan kehadiran cath lab di RSUD Kabupaten Kediri, pasien jantung dan stroke di wilayah tersebut bisa mendapatkan pelayanan dan penangan lebih cepat.

Cath lab di rumah sakit tersebut menggunakan teknologi image-guided therapy (IGT) milik Philips yang memanfaatkan pencitraan real-time untuk membantu dokter melakukan tindakan medis secara minimal invasif.

Melalui teknologi tersebut, sejumlah prosedur dapat dilakukan dengan peralatan berukuran kecil tanpa memerlukan sayatan besar. Layanan yang lebih dekat diharapkan membantu pasien memperoleh penanganan lebih cepat, menekan risiko komplikasi, dan mendukung pemulihan yang lebih baik.

Adapun pengadaan cath lab merupakan bagian dari program Strengthening Indonesia’s Healthcare Referral Network (SIHREN) dibawah proyek Indonesia Health System Strengthening (IHSS) Kementerian Kesehatan.

Dalam program tersebut, Philips menyediakan instalasi cath lab di sejumlah rumah sakit di Indonesia, termasuk di RSUD Kabupaten Kediri, beserta dukungan layanan dan pelatihan.

Fasilitas modern minim invasif

Cath lab adalah ruang tindakan medis yang dilengkapi teknologi modern serta sistem pencitraan real-time untuk melakukan diagnosis dan intervensi non-bedah pada pada penyakit jantung dan pembuluh darah. Misalnya, angiografi, angioplasti, serta pemasangan stent.

Dengan fasilitas itu, penegakan diagnosis menjadi lebih cepat dan presisi, serta mendukung pengobatan minimal invasif agar pasien bisa pulih lebih singkat.

Adapun prosedur pemeriksaan di cath lab dilakukan melalui beberapa langkah yang terstruktur.

Pertama, pasien akan diberikan anestesi lokal di area tertentu, biasanya di lipatan paha atau pergelangan tangan, tergantung pada jalur pembuluh darah yang akan digunakan. Selama proses ini, pasien tetap sadar dan dapat berinteraksi dengan tim medis.

Langkah berikutnya adalah pemasangan kateter, yakni selang tipis dan lentur yang dimasukkan ke dalam pembuluh darah besar menuju area jantung melalui aorta hingga mencapai muara arteri koroner.

Setelah posisi kateter tepat, dokter akan menyuntikkan zat kontras agar aliran darah dapat terlihat jelas lewat bantuan sinar-X. Hasil visualisasi ini ditampilkan di monitor untuk melihat apakah ada bagian pembuluh darah yang menyempit atau tersumbat.

Usai pemeriksaan, dokter akan menjelaskan hasil temuan dan langkah penanganan selanjutnya. Tindakan lanjutan bisa berupa terapi obat, pemasangan balon atau cincin (stent), hingga operasi bypass bila diperlukan.

Philips memastikan dukungan berkelanjutan lewat pemberian pelatihan tenaga medis, peningkatan utilisasi alat, dan transfer pengetahuan guna memperkuat sistem rujukan kesehatan nasional.KOMPAS.com/HOTRIA MARIANA Philips memastikan dukungan berkelanjutan lewat pemberian pelatihan tenaga medis, peningkatan utilisasi alat, dan transfer pengetahuan guna memperkuat sistem rujukan kesehatan nasional.

Teknologi yang membawa perawatan lebih dekat

Direktur RSUD Kabupaten Kediri dr R Gatut Rahardjo, SpAn, mengatakan bahwa kehadiran cath lab memperkuat kemampuan rumah sakit dalam memberikan layanan jantung dan stroke secara lebih cepat dan komprehensif.

Sebelum cath lab tersedia, pasien jantung akut atau stroke harus dirujuk ke luar kota karena rumah sakit hanya bisa melakukan stabilisasi.

Proses rujukan yang memakan waktu dan biaya, terutama untuk kondisi gawat darurat, berpotensi fatal bagi pasien.

Selain itu, dalam penyakit jantung ada istilah golden hour, yakni periode kritis yang biasanya terjadi pada 60 menit pertama setelah serangan terjadi. Penanganan cepat dalam periode ini diperlukan agar nyawa pasien bisa diselamatkan dan kerusakan permanen pada otot jantung dapat dicegah.

Kini, lanjut Gatut, dengan adanya cath lab yang dilengkapi perlengkapan modern di dalamnya, masyarakat Kediri tak perlu lagi menempuh jarak jauh untuk mendapatkan perawatan.

Data RSUD Kabupaten Kediri mencatat sekitar 150 hingga 200 kasus stroke per bulan dengan tren peningkatan signifikan. Banyak pasien yang tergolong usia muda memerlukan penanganan segera agar tingkat kesembuhan optimal.

“Dengan adanya cath lab, penanganan bisa dilakukan lebih cepat dan efisien di sini (RSUD Kabupaten Kediri),” kata Gatut.

Ia menambahkan bahwa sejak 2023, RSUD Kabupaten Kediri telah ditetapkan oleh Kementerian Kesehatan sebagai rumah sakit rujukan untuk penyakit kanker, jantung, stroke, dan uronefrologi (KJSU).

Sebagai persiapan, rumah sakit mengirim tenaga medisnya untuk menjalani pelatihan agar siap mengoperasikan peralatan baru. Dengan tim kardiologi yang kini telah menyelesaikan seluruh pelatihan dan siap mengoperasikan cath lab, rumah sakit telah mempersiapkan diri lebih dari satu tahun untuk memperkuat layanan bagi masyarakat.

Ia juga menyampaikan apresiasi atas dukungan pemerintah pusat dalam menghadirkan fasilitas ini.

“Kami berterima kasih kepada Kementerian Kesehatan dan Bapak Presiden atas kepercayaannya. Kehadiran cath lab ini memberikan manfaat besar bagi masyarakat Kediri, mulai dari diagnosis yang lebih cepat hingga penanganan penyakit jantung yang lebih optimal,” ujarnya.

Hal senada disampaikan oleh Executive Vice President dan Chief Business Leader Image-Guided Therapy Philips, Bert Van Meurs.

Menurutnya, untuk penyakit kritis seperti jantung dan stroke, “every minute counts - setiap menit sangat berarti.” Karena itu, menghadirkan layanan intervensi lebih dekat ke masyarakat akan meningkatkan peluang pasien untuk pulih.

“Kehadiran cath lab yang dilengkapi teknologi IGT membantu dokter bekerja lebih efektif dan efisien. Fasilitas ini juga membantu mempercepat waktu dari pintu masuk ke tindakan, karena penilaian (diagnosis) dan persiapan tindakan dapat dilakukan langsung di fasilitas lokal,” ujar Bert.

Inovasi dan pendampingan berkelanjutan

Kemitraan strategis ini tidak berhenti pada instalasi alat. Philips juga memastikan dukungan tetap berkelanjutan lewat pemberian pelatihan tenaga medis, peningkatan utilisasi alat, dan transfer pengetahuan.

“Kami tidak hanya memasang alat, tetapi juga membangun kapasitas sumber daya manusia (SDM). Pendampingan ini penting agar teknologi benar-benar dimanfaatkan secara optimal oleh rumah sakit sehingga memberikan dampak bagi masyarakat,” ujar Presiden Direktur Philips Indonesia Astri Ramayanti Dharmawan.

Terkait pemerataan akses dan transformasi kesehatan, Astri juga menyoroti pentingnya peran inovasi digital. Ia memberi contoh Collaboration Live Ultrasound.

Teknologi tele-ultrasound dalam Collaboration Live Ultrasound memungkinkan kolaborasi jarak jauh secara real-time antara tenaga medis di daerah dengan dokter spesialis di rumah sakit pusat.

Melalui sistem ini, dokter daerah dapat melakukan pemeriksaan bersama, berkonsultasi, hingga menerima bimbingan prosedur langsung tanpa harus berpindah lokasi. Inovasi ini membantu rumah sakit daerah meningkatkan kapasitas tenaga medis melalui pembelajaran berbasis kasus nyata.

“Collaboration Live juga memungkinkan spesialis di pusat melakukan supervisi ke beberapa rumah sakit daerah sekaligus sehingga keputusan klinis di lapangan bisa diambil lebih cepat,” terang Astri.

Teknologi serupa telah diimplementasikan di berbagai negara, seperti Belanda dan Amerika Serikat, dan terbukti mampu meningkatkan ketepatan diagnosis serta efisiensi layanan kesehatan jarak jauh.

Menurut Astri, pendekatan ini sangat relevan bagi Indonesia, negara dengan sekitar 17.000 pulau dan distribusi tenaga kesehatan yang belum merata, sehingga jarak tidak lagi menjadi hambatan untuk mendapatkan layanan kesehatan.

Bagian dari transformasi kesehatan nasional

Penyediaan dan instalasi cath lab oleh Philips merupakan bagian dari implementasi program SIHREN di 38 provinsi yang bertujuan memperluas akses layanan KJSU melalui penyediaan fasilitas modern yang lebih dekat dengan masyarakat.

Setelah merampungkan instalasi cath lab di sejumlah rumah sakit, termasuk RSUD Kabupaten Kediri, Philips terus melanjutkan implementasi di berbagai wilayah Indonesia sesuai dengan arahan dan prioritas Kementerian Kesehatan.

Astri mengungkapkan bahwa program ini merupakan bagian dari upaya jangka panjang untuk memperkuat sistem rujukan nasional dan memastikan masyarakat memiliki akses yang lebih merata terhadap layanan kesehatan berkualitas.

“Program ini bersifat jangka panjang. Kami siap menghadirkan lebih banyak inovasi, termasuk teknologi kecerdasan buatan (AI), untuk mendukung transformasi kesehatan Indonesia,” ujarnya.

Ia menambahkan, pendekatan jangka panjang ini memastikan setiap investasi peralatan tetap relevan dengan perkembangan kebutuhan klinis.

Sementara itu, Bert menilai bahwa kemitraan strategis antara Philips dan Kementerian Kesehatan menunjukkan bahwa teknologi, pelatihan, dan kerja sama lintas sektor dapat mempercepat transformasi layanan kesehatan.

“Kami berterima kasih atas kepercayaan dan kemitraan strategis dalam inisiatif penting ini. Kerja bersama seluruh pemangku kepentingan menjadi landasan kuat untuk memperluas instalasi ke lebih banyak komunitas di Indonesia,” kata Bert.

Harapan untuk masa depan

Sebagai Badan Layanan Umum Daerah (BLUD), RSUD Kabupaten Kediri kini memiliki fleksibilitas lebih besar dalam mengelola dan mengembangkan layanannya.

Gatut berharap keberadaan cath lab menjadi langkah awal untuk menghadirkan peralatan medis yang lebih canggih, seperti MRI dan fasilitas diagnostik lainnya, dengan dukungan Kementerian Kesehatan dan BPJS Kesehatan.

“Yang paling penting adalah sinergi. Karena 99,6 persen warga Kediri sudah tercakup BPJS, fasilitas ini akan optimal jika terintegrasi penuh dengan sistem jaminan kesehatan nasional,” tegas Gatut.

Bert menambahkan bahwa komitmen Philips tidak berhenti pada instalasi alat saat ini. Philips menghadirkan program yang memastikan sistem tetap mutakhir selama bertahun-tahun setelah pembelian, sehingga perangkat selalu berada pada level teknologi yang sesuai sepanjang siklus hidupnya.

Kediri pada khususnya, menjadi contoh nyata bahwa kemitraan strategis lintas sektor dapat menjembatani kesenjangan layanan kesehatan. Dengan dukungan teknologi, pelatihan langsung, dan komitmen bersama, upaya pemerataan layanan kesehatan bukan lagi sekadar wacana, melainkan sudah menjadi kenyataan yang mulai dirasakan masyarakat.

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of Follow our mission at sustainabilityimpactconsortium.asia

Tag:  #philips #dukung #pemerataan #akses #kesehatan #lewat #pengadaan #cath

KOMENTAR