Trump Ejek Kapal Induk Inggris sebagai Mainan, Dianggap Telat Bantu AS Lawan Iran
Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengejek bantuan kapal induk Inggris dengan menyebutnya sebagai mainan setelah dianggap terlambat dalam membantu melawan Iran.(GETTY IMAGES NORTH AMERICA/ANDREW HARNIK via AFP)
10:30
27 Maret 2026

Trump Ejek Kapal Induk Inggris sebagai Mainan, Dianggap Telat Bantu AS Lawan Iran

Presiden Amerika Serikat Donald Trump melontarkan sindiran tajam dengan menyebut kapal induk Inggris seperti HMS Queen Elizabeth dan HMS Prince of Wales sebagai “mainan”.

Pernyataan itu muncul di tengah ketegangan antara Washington dan London terkait perang Iran.

Trump juga menuding Perdana Menteri Inggris Keir Starmer telah membuat kesalahan besar karena tidak langsung membantu AS dalam serangan ke Teheran.

Baca juga: Trump Ingin Kuasai Minyak Iran, Banggakan Keberhasilan AS di Venezuela

Kapal induk Inggris diejek seperti mainan

Dalam rapat kabinet yang disiarkan dari Gedung Putih, sebagaimana dilansir The Indpendent, Kamis (26/3/2026), Trump meremehkan kekuatan militer Inggris, khususnya armada kapal induk mereka.

Ia mengatakan, “Mereka bilang akan mengirim kapal induk mereka... yang bukan kapal induk terbaik. Itu seperti mainan dibandingkan dengan yang kami miliki.”

Trump juga menyindir rencana Inggris yang dinilai terlambat dalam membantu AS menyerang Iran. Menurutnya, Amerika tidak lagi membutuhkannya.

“Kami akan mengirim kapal induk setelah perang selesai. Saya bilang, ‘oh itu luar biasa, terima kasih banyak. Tidak usah repot-repot. Kami tidak membutuhkannya’.”

Kekecewaan atas penolakan awal Inggris

Trump mengaku “sangat kecewa” karena Inggris sempat menolak memberikan akses pangkalan RAF untuk serangan awal terhadap Iran.

Merujuk pangkalan bersama di Diego Garcia, ia berkata, “Kami membutuhkan pulau itu untuk mendaratkan pembom B-2 yang indah itu, tetapi kami diberi tahu pangkalan itu tidak bisa menggunakannya.”

Ia menambahkan, “Kami harus terbang kembali ke Missouri, yang memakan waktu 17 jam, dibandingkan hanya beberapa jam. Dan saya bilang, ‘kalian pasti bercanda’. Tidak bagus. Mereka membuat kesalahan besar.”

Dalam hal ini, Trump mengkritik keputusan Starmer meski tetap memujinya sebagai pria baik.

“Saya pikir dia pria yang baik, tapi saya pikir dia melakukan sesuatu yang mengejutkan. Dia tidak mau membantu kami.”

Baca juga: Trump Undur Deadline Serangan ke Iran hingga 6 April, Klaim Itu Permintaan Teheran

NATO ikut disindir

Selain Inggris, Trump juga menyoroti NATO yang menurutnya tidak berkontribusi dalam konflik Timur Tengah.

Ia mengatakan bahwa aliansi tersebut “tidak melakukan apa-apa” dan bahkan mempertanyakan komitmen AS ke depan.

“Kami selalu ada – setidaknya dulu, saya tidak tahu sekarang, sejujurnya – kami selalu ada ketika mereka membutuhkan bantuan.”

Inggris akhirnya izinkan operasi terbatas

Meski awalnya menolak, pemerintah Inggris kemudian mengizinkan penggunaan pangkalan untuk operasi “defensif” AS.

Langkah ini diambil setelah Iran menembakkan rudal balistik ke arah Diego Garcia.

Inggris mengizinkan operasi untuk “melemahkan situs dan kemampuan rudal yang digunakan untuk menyerang kapal” di Selat Hormuz.

Pemerintah Inggris membela sikapnya

Pemerintah Inggris menegaskan bahwa semua keputusan diambil berdasarkan kepentingan nasional.

Starmer sebelumnya mengatakan, “Banyak hal yang dikatakan atau dilakukan tidak diragukan lagi bertujuan memberi tekanan kepada saya,” dan ia berjanji tetap “sepenuhnya fokus pada apa yang menjadi kepentingan nasional Inggris”.

Menteri Angkatan Bersenjata Inggris Al Carns juga membela kemampuan militer negaranya.

“Mereka adalah kemampuan yang tangguh dan kami memiliki pelaut, penerbang, marinir, dan tentara terbaik di atasnya.”

Ia menambahkan, “Kami berhak memutuskan kapan ingin terlibat dan kapan tidak.”

Seruan batalkan kunjungan Raja Charles ke AS

Ratu Camilla dari Kerajaan Inggris (kiri) dan Raja Charles III dari Kerajaan Inggris (kedua dari kiri) berpose dengan Presiden Amerika Serikat Donald Trump (kedua dari kanan) dan Ibu Negara Amerika Serikat Melania Trump (kanan) saat menghadiri State Banquet di Kastel Windsor, Inggris, pada Rabu (17/9/2025).Dok. AFP/DOUG MILLS Ratu Camilla dari Kerajaan Inggris (kiri) dan Raja Charles III dari Kerajaan Inggris (kedua dari kiri) berpose dengan Presiden Amerika Serikat Donald Trump (kedua dari kanan) dan Ibu Negara Amerika Serikat Melania Trump (kanan) saat menghadiri State Banquet di Kastel Windsor, Inggris, pada Rabu (17/9/2025).

Pernyataan Trump memicu kritik di dalam negeri Inggris. Pemimpin Partai Liberal Demokrat Ed Davey mendesak agar kunjungan kenegaraan Raja Inggris ke AS dibatalkan.

Ia mengatakan, “Trump kembali menghina angkatan bersenjata kami yang berani hanya karena kami menolak terseret ke dalam perang ilegalnya.”

“‘Mainan’ yang dia maksud adalah HMS Queen Elizabeth dan HMS Prince of Wales. Apa lagi yang diperlukan agar Keir Starmer membatalkan kunjungan kenegaraan Raja ke AS?”

Meski begitu, Trump memastikan kunjungan tersebut tetap akan berlangsung dan menyebutnya akan menjadi acara yang “hebat” dengan jamuan kenegaraan di Gedung Putih.

Baca juga: Trump Akhirnya Ungkap Hadiah dari Iran, Sebut Teheran Berniat Baik

Tag:  #trump #ejek #kapal #induk #inggris #sebagai #mainan #dianggap #telat #bantu #lawan #iran

KOMENTAR