China Petakan Dasar Samudra, Diduga Persiapan Perang Kapal Selam Lawan AS
Ilustrasi Kapal selam(Pixabay)
19:06
30 Maret 2026

China Petakan Dasar Samudra, Diduga Persiapan Perang Kapal Selam Lawan AS

- Pemerintah China dilaporkan tengah menjalankan operasi pemetaan dan pemantauan bawah laut besar-besaran di Samudra Pasifik, Hindia, hingga Arktik. 

Para ahli militer menilai langkah ini merupakan bagian dari persiapan strategis Beijing untuk menghadapi potensi perang kapal selam melawan Amerika Serikat (AS) dan sekutunya.

Berdasarkan data pelacakan kapal yang diulas oleh Reuters, salah satu kapal riset milik Ocean University of China, Dong Fang Hong 3, tercatat aktif berlayar di perairan dekat Taiwan, pangkalan militer AS di Guam, hingga titik-titik strategis di Samudra Pasifik sepanjang 2024 dan 2025.

Pihak universitas mengeklaim bahwa kapal tersebut hanya melakukan survei lumpur dan penelitian iklim.

Akan tetapi, sebuah makalah ilmiah mengungkap bahwa kapal tersebut juga melakukan pemetaan laut dalam secara ekstensif, sebagaimana dilansir Reuters, Selasa (24/3/2026).

Baca juga: Israel Klaim Serang Fasilitas Kapal Selam Iran, Teheran Balas Luncurkan Rudal

Data penting untuk medan tempur bawah laut

Para ahli menyebutkan, data yang dikumpulkan seperti topografi dasar laut, suhu air, dan salinitas, memiliki nilai militer yang sangat tinggi. 

Informasi ini krusial bagi navigasi kapal selam agar terhindar dari tabrakan sekaligus membantu mereka bersembunyi dari deteksi lawan.

Mantan kepala pasukan kapal selam Australia, Peter Scott, menegaskan pentingnya penguasaan medan bawah laut ini.

"Data survei tersebut berpotensi sangat berharga dalam persiapan medan tempur bagi kapal selam China," ujar Scott. 

"Setiap awak kapal selam militer yang kompeten akan mengerahkan upaya besar untuk memahami lingkungan tempat mereka beroperasi," lanjutnya.

Senada dengan itu, Tom Shugart, mantan komandan kapal selam AS, menjelaskan bahwa pergerakan gelombang suara sonar sangat bergantung pada lanskap bawah laut dan kondisi air. 

Dengan memahami variabel tersebut, Cina dapat lebih efektif memburu kapal selam lawan.

Baca juga: Kronologi Kapal Selam AS Tembak Kapal Perang Iran di Lepas Pantai Sri Lanka Berikut Dampaknya

Proyek "Lautan Transparan"

Ambisi China ini terangkum dalam proyek bernama "Lautan Transparan" yang digagas oleh ilmuwan Wu Lixin pada 2014. 

Proyek ini bertujuan menciptakan pandangan komprehensif bagi Cina terhadap kondisi air di wilayah-wilayah tertentu melalui jaringan ratusan sensor, pelampung, dan perangkat bawah laut.

Laksamana Muda Mike Brookes, komandan Kantor Intelijen Angkatan Laut AS, dalam kesaksiannya di hadapan Kongres AS bulan ini menyebutkan bahwa China telah memperluas upaya surveinya secara drastis.

"Data ini memungkinkan navigasi kapal selam, penyembunyian, serta penempatan sensor atau senjata di dasar laut. Pengumpulan intelijen militer potensial oleh kapal riset Cina ini merupakan kekhawatiran strategis," kata Brookes.

Laporan ini juga mengungkap bahwa pemetaan Cina mencakup wilayah-wilayah sensitif, seperti Selat Malaka, First Island Chain, dan Alaska.

Fenomena ini juga menunjukkan kebijakan "inkubasi sipil-militer" yang didorong oleh Presiden China Xi Jinping. 

Baca juga: Kapal Perang Iran Meledak Ditorpedo Kapal Selam AS, 148 Pelaut Hilang

Ilustrasi kapal selam nuklirSHUTTERSTOCK/ALEKSANDR MERKUSHEV Ilustrasi kapal selam nuklir

Meskipun kapal riset tersebut milik lembaga pendidikan atau pemerintah, integrasi antara riset ilmiah sipil dan teknologi militer menjadi fokus utama.

Jennifer Parker, pakar pertahanan dari University of Western Australia, menilai bahwa skala operasi Cina melampaui sekadar eksplorasi sumber daya alam.

"Sangat jelas bahwa mereka berniat memiliki kemampuan angkatan laut laut lepas (blue-water navy) ekspedisi yang dibangun di sekitar operasi kapal selam," jelas Parker.

Sementara itu, Ryan Martinson, profesor dari US Naval War College, menyebut skala riset maritim China ini sangat mencengangkan. 

Menurutnya, selama puluhan tahun AS memiliki keunggulan asimetris dalam pengetahuan medan tempur laut, namun kini keunggulan tersebut terancam terkikis.

Hingga berita ini diturunkan, kementerian pertahanan, luar negeri, dan sumber daya alam China tidak memberikan tanggapan atas permintaan konfirmasi terkait aktivitas pemetaan tersebut. Kementerian Pertahanan AS juga memilih untuk tidak berkomentar.

Baca juga: Uang Muka Capai Rp 46 Triliun, Australia Mulai Bangun Galangan Kapal Selam Nuklir

Tag:  #china #petakan #dasar #samudra #diduga #persiapan #perang #kapal #selam #lawan

KOMENTAR