Rusia Siap Tampung Uranium Iran, Bisa Jadi Kunci Damai dengan AS
Konferensi video memperlihatkan Hassan Rouhani saat menjabat Presiden Iran, disertai tampilan pabrik pengayaan uranium di Natanz pada 10 April 2021.(KANTOR KEPRESIDENAN IRAN via AFP)
21:18
13 April 2026

Rusia Siap Tampung Uranium Iran, Bisa Jadi Kunci Damai dengan AS

- Rusia pada Senin (13/4/2026) menyatakan siap menampung uranium yang diperkaya milik Iran, sebagai bagian dari kemungkinan kesepakatan damai dengan Amerika Serikat (AS).

Pernyataan ini disampaikan Kremlin di tengah kegagalan pembicaraan Iran-AS akhir pekan lalu, yang memupus harapan tercapainya kesepakatan cepat untuk mengakhiri perang.

PerangI Iran yang berlangsung sejak akhir Februari itu telah menewaskan ribuan orang dan mengguncang ekonomi global.

Baca juga: Apa Dampak Blokade Selat Hormuz oleh AS bagi Iran dan Dunia?

Juru bicara Kremlin Dmitry Peskov mengatakan, proposal ini sebelumnya telah diajukan langsung oleh Presiden Rusia Vladimir Putin kepada Amerika dan sejumlah negara di kawasan.

"Proposal ini disampaikan oleh Presiden Putin dalam kontak dengan Amerika Serikat dan negara-negara regional. Tawaran itu masih berlaku, tetapi belum ditindaklanjuti," kata Peskov kepada wartawan, menanggapi pertanyaan AFP.

Rusia sendiri memiliki stok senjata nuklir terbesar di dunia, dan berulang kali menawarkan diri untuk menampung uranium milik Iran sebagai bagian dari solusi damai.

Di sisi lain, Kremlin juga menyoroti perkembangan situasi di kawasan, termasuk ancaman Presiden AS Donald Trump terkait blokade Selat Hormuz.

Peskov menilai langkah tersebut berpotensi memperburuk kondisi pasar global.

"Tindakan seperti itu kemungkinan akan terus berdampak negatif pada pasar internasional," ujar dia.

Selat Hormuz merupakan salah satu rute utama perdagangan energi dunia. Sejak serangan AS-Israel terhadap Iran, jalur pelayaran vital ini terganggu.

Baca juga: 24 Drone MQ-9 Reaper AS Ditembak Jatuh Iran, Total Kerugian Rp 12 T

Iran klaim nyaris sepakat dengan AS

Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi saat berbicara di acara Forum Al Jazerra ke-17 di Doha, Qatar, 7 Februari 2026.AFP/KARIM JAAFAR Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi saat berbicara di acara Forum Al Jazerra ke-17 di Doha, Qatar, 7 Februari 2026.Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi mengeklaim, kesepakatan dengan Amerika Serikat (AS) hampir tercapai pada Minggu (12/4/2026). 

"Iran terlibat dengan AS dengan itikad baik untuk mengakhiri perang," katanya di X, dikutip dari AFP.

"Namun, ketika hanya beberapa inci lagi dari kesepakatan di Islamabad, kami menghadapi maksimalisme, perubahan aturan main, dan blokade," tambahnya.

Sebelumnya, Wakil Presiden AS JD Vance menuturkan, pembicaraan dengan Iran gagal mencapai kesepakatan.

Menurutnya, inti dari perselisihan tersebut adalah tentang senjata nuklir.

"Faktanya, kita perlu melihat komitmen tegas bahwa mereka tak akan berupaya mendapatkan senjata nuklir, dan mereka tidak akan berupaya mendapatkan alat-alat yang memungkinkan mereka dengan cepat memperoleh senjata nuklir," ujarnya.

"Apakah kita melihat komitmen mendasar dari Iran untuk tidak mengembangkan senjata nuklir, bukan hanya sekarang, bukan hanya dua tahun dari sekarang, tetapi untuk jangka panjang? Kami belum melihat hal itu. Kami berharap akan melihatnya," sambungnya.

Baca juga: 5 Kendala di Balik Gagalnya Perundingan AS-Iran

Sumber: Kompas.com/Ahmad Naufal Dzulfaroh

Tag:  #rusia #siap #tampung #uranium #iran #bisa #jadi #kunci #damai #dengan

KOMENTAR