Presiden Iran Tolak Negosiasi di Bawah Tekanan dan Blokade
Masoud Pezeshkian (Iranian Presidency/dpa)
11:28
26 April 2026

Presiden Iran Tolak Negosiasi di Bawah Tekanan dan Blokade

Presiden Iran, Masoud Pezeshkian, menegaskan bahwa negaranya tidak akan melakukan perundingan di bawah tekanan, ancaman, maupun blokade.

Pernyataan itu disampaikan Pezeshkian dalam percakapan telepon dengan Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif, sebagaimana keterangan resmi kepresidenan Iran, Sabtu (25/4/2026).

Ia menekankan bahwa dialog yang efektif hanya dapat terjadi jika ada titik temu dan lingkungan yang kondusif bagi kedua pihak.

Menurut Pezeshkian, pengalaman negosiasi sebelumnya justru memperburuk tingkat kepercayaan publik di Iran karena proses dialog berjalan bersamaan dengan sanksi dan tekanan.

Presiden Iran, Masoud Pezeshkian, mengatakan serangan rudal terhadap Israel didasarkan pada Presiden Iran, Masoud Pezeshkian, mengatakan serangan rudal terhadap Israel didasarkan pada "hak pembelaan diri yang sah" negara tersebut, seraya menekankan bahwa Iran memberikan "tanggapan tegas" terhadap "agresi" Israel. /ANTARA/Anadolu/py

Ia juga menegaskan bahwa penghentian sikap permusuhan serta jaminan agar hal serupa tidak terulang menjadi prasyarat penting dalam penyelesaian konflik.

Selain itu, Pezeshkian menyebut bahwa meningkatnya kehadiran militer di kawasan semakin memperumit situasi dan melemahkan peluang dialog.

Pernyataan tersebut muncul di tengah upaya Pakistan untuk kembali mendorong pembicaraan antara Iran dan Amerika Serikat setelah meningkatnya ketegangan dalam beberapa pekan terakhir.

Putaran awal perundingan di Islamabad sebelumnya tidak menghasilkan kesepakatan untuk mengakhiri konflik yang dimulai pada 28 Februari dan meluas di kawasan Timur Tengah.

Proses tersebut berlangsung setelah gencatan senjata selama dua pekan yang dimediasi Pakistan pada 8 April, yang kemudian diperpanjang oleh Donald Trump.

(Antara)

Editor: Irwan Febri

Tag:  #presiden #iran #tolak #negosiasi #bawah #tekanan #blokade

KOMENTAR