Deadline 60 Hari Terlewati, Trump Terancam Langgar Hukum Perang AS
Presiden Amerika Serikat Donald Trump menghadapi tenggat waktu terkait operasi militer terhadap Iran yang jatuh pada Kamis (30/4/2026) malam.(AFP/POOL/ALEX BRANDON)
07:12
1 Mei 2026

Deadline 60 Hari Terlewati, Trump Terancam Langgar Hukum Perang AS

Presiden Amerika Serikat Donald Trump menghadapi tenggat waktu terkait operasi militer terhadap Iran yang jatuh pada Kamis (30/4/2026) malam.

Batas waktu ini berkaitan dengan kewajiban konstitusional untuk mendapatkan persetujuan Kongres dalam melanjutkan perang.

Namun, tenggat tersebut diperkirakan tidak akan langsung menghentikan rencana militer yang sedang berjalan.

Baca juga: Iran Dipaksa Menyerah, AS Terus Tekan Ekonomi dan Adu Domba

Tenggat 60 hari

Batas waktu 60 hari itu dipicu ketika Trump memberi tahu Kongres mengenai serangan terhadap Iran pada awal Maret.

Berdasarkan War Powers Resolution, sebagaimana dikutip AFP, pemerintah diwajibkan mulai menghentikan operasi militer jika tidak ada otorisasi resmi dari Kongres setelah periode tersebut berakhir.

Partai Demokrat menilai presiden sudah berada di posisi hukum yang lemah. Pemimpin mayoritas Demokrat di Senat, Chuck Schumer, menegaskan, “Setelah kita melewati ambang 60 hari, tidak akan ada lagi keraguan bahwa dia melanggar War Powers Act,” sambil mendesak Partai Republik untuk membantu mengakhiri konflik.

Pemerintah klaim tenggat tidak berlaku

Pemerintahan Trump menolak interpretasi tersebut dan berargumen bahwa hitungan 60 hari seharusnya dihentikan sementara.

Mereka menyebut gencatan senjata yang diumumkan pada April sebagai dasar penghentian sementara hitungan waktu.

Seorang pejabat senior pemerintah mengatakan, “Untuk tujuan War Powers Resolution, permusuhan yang dimulai pada Sabtu, 28 Februari telah berakhir,” seraya menambahkan bahwa tidak ada baku tembak antara Amerika Serikat dan Iran sejak gencatan senjata pada 7 April.

Menteri Pertahanan Pete Hegseth juga menyampaikan pandangan serupa di hadapan anggota parlemen.

Ia mengatakan, pemerintah meyakini “hitungan 60 hari berhenti atau terhenti” selama periode jeda pertempuran, meski klaim ini ditolak oleh Demokrat.

Ujian kewenangan perang Kongres

Dengan puluhan ribu pasukan AS dikerahkan di Timur Tengah serta meningkatnya biaya ekonomi dan politik di dalam negeri, sengketa ini menjadi ujian besar terhadap kewenangan Kongres dalam menentukan perang.

Persoalan ini muncul lebih dari 50 tahun setelah undang-undang tersebut diberlakukan pasca Vietnam War.

Pada Kamis, Senat menolak resolusi yang bertujuan membatasi kewenangan Trump, menandai kegagalan terbaru upaya Demokrat untuk menghentikan konflik.

Tekanan politik mulai muncul

Meski sebagian besar Partai Republik masih mendukung presiden, kegelisahan mulai terlihat menjelang tenggat waktu. Beberapa anggota menyatakan bisa mempertimbangkan kembali dukungan mereka jika perang terus berlanjut tanpa strategi jelas dan tanpa persetujuan Kongres.

Baca juga: Iran Ejek Blokade AS, Sebut Tak Efektif dan Tantang Diperpanjang 30 Hari

Senator Utah, John Curtis, menegaskan pentingnya dasar konstitusional. Ia mengatakan, “Undang-undang yang sama jelas menyatakan bahwa setelah 60 hari, aksi militer harus mulai dihentikan kecuali Kongres memberikan otorisasi formal,” seraya menambahkan bahwa ia tidak akan mendukung kelanjutan penggunaan kekuatan tanpa keterlibatan parlemen.

Upaya mengakhiri perang masih terhambat

Ilustrasi bendera Pakistan, Iran, dan Amerika Serikat. Kapan perundingan AS dan Iran di Pakistan?Chat GPT Ilustrasi bendera Pakistan, Iran, dan Amerika Serikat. Kapan perundingan AS dan Iran di Pakistan?

Meski tekanan meningkat, peluang untuk menghentikan perang tetap kecil. Bahkan jika resolusi disetujui Senat, langkah tersebut masih harus lolos dari DPR yang dikuasai Partai Republik dan berpotensi diveto oleh Trump.

Senator Adam Schiff, yang mengajukan resolusi tersebut, tetap berharap momentum tenggat 60 hari bisa mengubah sikap anggota parlemen lain.

Ia mengatakan, “Beberapa rekan saya telah mengindikasikan bahwa batas 60 hari dalam War Powers Act adalah momen ketika mereka mungkin bergabung dengan upaya kami untuk mengakhiri perang. Waktu itu telah tiba.”

“Setelah dua bulan perang, tiga belas nyawa anggota militer hilang, dan miliaran dolar terbuang, sudah saatnya kita mengakui bahwa harga yang telah kita bayar sudah terlalu tinggi," tambahnya.

Baca juga: Usai Disambangi Menlu Iran, Putin Telepon Trump 90 Menit, Bahas Apa?

Tag:  #deadline #hari #terlewati #trump #terancam #langgar #hukum #perang

KOMENTAR