Trump Kata-katai Kanselir Jerman Usai Dikritik soal Perang Iran
Kanselir Jerman Friedrich Merz (kiri) dan Presiden AS Donald Trump (kanan). Donald Trump melontarkan kritik keras terhadap Merz setelah Kanselir Jerman itu tidak sepakat dengan pendekatan AS terhadap perang di Iran.(Tangkapan layar via New York Post)
09:54
1 Mei 2026

Trump Kata-katai Kanselir Jerman Usai Dikritik soal Perang Iran

Presiden Amerika Serikat Donald Trump melontarkan serangan verbal terhadap Kanselir Jerman Friedrich Merz di tengah memanasnya hubungan kedua negara.

Ucapan itu muncul setelah Merz mengkritik pendekatan Washington dalam konflik Iran.

Trump bahkan menyindir Merz agar fokus memperbaiki negaranya sendiri yang disebut “carut-marut”.

Baca juga: Sekutu Sebut AS Dipermalukan Iran di Meja Perundingan, Puji Kemampuan Teheran

Ketegangan ini juga diwarnai ancaman pengurangan pasukan AS di Jerman.

Trump cemooh Kanselir Jerman

Dilansir dari Time Magazine, Trump secara terbuka meminta Merz untuk tidak mencampuri konflik Iran dan lebih fokus pada urusan domestik serta perang Rusia-Ukraina.

“Kanselir Jerman seharusnya menghabiskan lebih banyak waktu untuk mengakhiri perang Rusia/Ukraina, di mana itu sepenuhnya tidak efektif, dan memperbaiki negaranya yang carut-marut, terutama soal imigrasi dan energi,” kata Trump pada Kamis (30/4/2026).

Trump menambahkan bahwa Merz sebaiknya “lebih sedikit mencampuri pihak-pihak yang sedang menghilangkan ancaman nuklir Iran.”

Ancaman tarik pasukan AS dari Jerman

Beberapa jam sebelum komentar keras tersebut, Trump juga mengungkapkan kemungkinan penarikan pasukan AS dari Jerman.

Amerika Serikat sedang mempelajari dan meninjau kemungkinan pengurangan pasukan di Jerman, dengan keputusan yang akan diambil dalam waktu dekat,” ujarnya.

Menurut data Defense Manpower Data Center, hingga Desember 2025, terdapat 36.436 personel militer aktif AS yang ditempatkan di Jerman—jumlah terbesar di luar Jepang.

Respons Merz

Kanselir Jerman Friedrich Merz tidak terlalu menanggapi kritik Donald Trump.AFP/JOHN MACDOUGALL Kanselir Jerman Friedrich Merz tidak terlalu menanggapi kritik Donald Trump.

Di tengah memanasnya hubungan, Merz tidak secara langsung membalas serangan Trump. Saat mengunjungi pangkalan militer di Munster, ia justru menekankan pentingnya kerja sama dengan AS.

“Dalam semua isu global ini, kami menjaga kontak yang erat dan saling percaya dengan para mitra kami, termasuk—dan terutama—di Washington,” kata Merz.

Baca juga: Trump Sikat 14 Pemasok Senjata ke Iran, Ada dari Negara Sekutu AS

“Kami melakukan ini demi kepentingan transatlantik bersama, dengan saling menghormati dan pembagian beban yang adil,” tambahnya.

Merz juga menegaskan bahwa Jerman tetap berkomitmen pada NATO.

“Kami mengikuti kompas yang jelas, terutama dalam fase yang penuh gejolak ini, kompas ini tetap berfokus pada NATO yang kuat dan kemitraan transatlantik yang dapat diandalkan,” ujarnya.

Ketegangan antara keduanya meningkat setelah Merz mengkritik strategi AS dalam konflik Iran. Saat berbicara di sebuah sekolah di Marsberg, ia menilai Washington tidak memiliki arah yang jelas.

“Amerika jelas tidak memiliki strategi, dan masalah dengan konflik seperti ini adalah Anda tidak hanya harus masuk; Anda juga harus bisa keluar lagi,” kata Merz.

Ia juga menyinggung kegagalan negosiasi dengan Iran. “Iran jelas sangat terampil dalam bernegosiasi, atau lebih tepatnya sangat terampil untuk tidak bernegosiasi, membiarkan Amerika datang ke Islamabad lalu pergi lagi tanpa hasil,” ujarnya.

Merz bahkan menyebut situasi tersebut sebagai “tidak dipikirkan dengan matang” dan mengatakan bahwa Amerika “dipermalukan” oleh kepemimpinan Iran, terutama oleh Garda Revolusi.

Trump balik serang NATO

Menanggapi kritik itu, Trump menegaskan bahwa Merz “tidak tahu apa yang ia bicarakan” dan membela kebijakan AS.

“Saya sedang melakukan sesuatu dengan Iran sekarang, yang seharusnya sudah dilakukan oleh negara atau presiden lain sejak lama. Tidak heran Jerman berkinerja buruk, baik secara ekonomi maupun lainnya,” kata Trump.

Di sisi lain, Trump juga kembali mengkritik sekutu NATO karena tidak terlibat aktif dalam konflik Iran.

Ia mengaku “sangat kecewa” karena aliansi tersebut “tidak ada di sana” untuk memberikan bantuan.

Merz sebelumnya juga menyoroti dampak konflik terhadap Eropa, termasuk gangguan di Selat Hormuz yang memukul pasar energi. Sejumlah negara Eropa, termasuk Inggris, turut mengkritik langkah AS yang dinilai tanpa “rencana keluar yang jelas”.

Sementara itu, pejabat Pentagon mengungkapkan bahwa konflik tersebut telah menelan biaya setidaknya 25 miliar dollar AS (sekitar Rp 432 triliun), menambah tekanan bagi Trump untuk segera menemukan jalan de-eskalasi.

Baca juga: AS Tunda Kirim Senjata ke Eropa Imbas Perang di Iran, Sekutu Mulai Was-was

Tag:  #trump #kata #katai #kanselir #jerman #usai #dikritik #soal #perang #iran

KOMENTAR