UEA Diserang Rudal-Drone 2 Hari Berturut-turut, Iran Bantah Tuduhan
- Uni Emirat Arab (UEA) kembali melaporkan telah diserang oleh rudal dan drone yang diduga berasal dari Iran pada Selasa (5/5/2026) waktu setempat.
Ini menjadi hari kedua berturut-turut UEA mengalami serangan udara di tengah meningkatnya ketegangan kawasan.
Menurut Kementerian Pertahanan UEA, sistem pertahanan udara negara tersebut berhasil merespons dan mencegat sejumlah ancaman yang datang dari arah Iran.
Namun, Iran membantah keterlibatan dalam insiden tersebut.
Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) menegaskan bahwa pihaknya tidak melakukan operasi militer apa pun terhadap UEA dalam beberapa hari terakhir.
“Jika ada tindakan yang diambil, kami pasti akan mengumumkannya dengan tegas dan jelas,” demikian pernyataan IRGC yang disiarkan kantor berita Fars, dikutip dari Aljazeera, Selasa.
“Oleh karena itu, laporan Kementerian Pertahanan negara tersebut sama sekali dibantah dan tidak memiliki kebenaran sedikit pun,” lanjut pernyataan itu.
UEA menyebutkan bahwa serangan pada Selasa terjadi sehari setelah insiden sebelumnya yang menyebabkan sedikitnya tiga orang terluka.
Pada serangan hari sebelumnya, sebuah drone juga memicu kebakaran di fasilitas minyak utama di emirat Fujairah, wilayah timur negara itu.
Hingga kini, dampak serangan terbaru tersebut masih belum sepenuhnya diketahui.
Baca juga: Iran Bantah Tudingan Serang UEA, AS Siapkan Respons di Selat Hormuz
Ketegangan meningkat di Selat Hormuz
Eskalasi ini terjadi di tengah meningkatnya kekhawatiran akan potensi kembalinya konflik terbuka antara Iran dan Amerika Serikat (AS).
Situasi memburuk setelah Washington meluncurkan inisiatif baru bertajuk “Project Freedom” untuk mengawal pelayaran di Selat Hormuz mulai Senin (4/5/2026).
Sebelumnya, sebagai respons atas serangan gabungan AS-Israel terhadap Iran pada akhir Februari, pasukan Iran disebut telah meningkatkan kontrol de facto atas Selat Hormuz dengan menyerang atau mengancam kapal-kapal yang melintas tanpa izin Teheran.
Kondisi ini turut memicu gejolak pasar energi global dan mendorong harga minyak serta gas ke level tertinggi dalam beberapa tahun terakhir.
Sebagai balasan, AS memberlakukan blokade angkatan laut terhadap pelabuhan dan pengiriman barang Iran pada 13 April, yang membatasi kemampuan Teheran dalam mengekspor minyak dan mengimpor kebutuhan penting.
Pada Senin, beberapa jam setelah operasi Washington dimulai, militer Iran mengeklaim telah menembaki kapal perang AS.
Namun, Komando Pusat AS membantah adanya kapal yang terkena serangan, meski mengonfirmasi adanya peluncuran rudal jelajah ke arah aset angkatan laut dan kapal komersial berbendera AS.
Pihak militer AS juga menyatakan telah menghancurkan enam perahu kecil Iran serta sejumlah rudal dan drone yang diluncurkan dalam insiden tersebut.
Baca juga: UEA Diserang Iran Usai AS Buka Jalur Selat Hormuz, 15 Rudal Dicegat
Serangan hari pertama di UEA dan dampaknya
Pada Senin, Iran meluncurkan sekitar 15 rudal, sebagian besar rudal balistik ke arah UEA.
Serangan ini merupakan pertama kalinya sejak gencatan senjata AS–Iran diberlakukan sekitar empat minggu sebelumnya.
Aljazeera melaporkan, seluruh rudal tersebut diklaim berhasil dicegat oleh sistem pertahanan UEA, namun kebakaran tetap terjadi di Fujairah, lokasi terminal minyak utama negara itu.
Fasilitas tersebut memiliki peran penting dalam ekspor energi UEA, dengan kapasitas sekitar 1,7 juta barel per hari, atau hampir setengah dari total ekspor nasional, karena memungkinkan pengiriman melewati Selat Hormuz melalui jalur Teluk Oman.
Dalam insiden tersebut, tiga warga negara India dilaporkan terluka dan oleh pemerintah India disebut sebagai peristiwa yang “tidak dapat diterima”.
Meski terjadi saling serang, Washington menyatakan Iran tidak melanggar gencatan senjata.
Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth mengatakan operasi perlindungan pelayaran komersial bersifat sementara dan tidak melibatkan pelanggaran wilayah Iran.
“Kami tidak mencari perkelahian,” ujarnya, dalam pernyataan yang dinilai sejumlah pengamat lebih moderat dari biasanya.
Selama lima minggu konflik sebelum gencatan senjata rapuh disepakati pada 8 April, UEA menjadi salah satu negara yang paling terdampak dengan sedikitnya 2.800 serangan rudal dan drone, lebih tinggi dibanding negara Teluk lainnya maupun Israel.
Tag: #diserang #rudal #drone #hari #berturut #turut #iran #bantah #tuduhan