Merasa Dikucilkan ASEAN, Myanmar Layangkan Protes
Ilustrasi Bendera ASEAN(DOK. SHUTTERSTOCK)
14:30
11 Mei 2026

Merasa Dikucilkan ASEAN, Myanmar Layangkan Protes

Myanmar pada Senin (11/5/2026) menyatakan bahwa “tindakan diskriminatif” telah membuatnya tersingkir dari ASEAN.

Pernyataan itu muncul menyusul keputusan dalam KTT ASEAN pekan lalu yang kembali mempertahankan pembatasan terhadap kepemimpinan Myanmar sejak kudeta 2021.

Dikutip AFP, Kementerian Luar Negeri Myanmar menuduh adanya perlakuan tidak setara dari sejumlah negara anggota ASEAN.

Baca juga: Myanmar Culik dan Paksa Anak Muda untuk Jadi Tentara

Sikap ASEAN terhadap Myanmar

Presiden RI Prabowo Subianto dalam sesi foto bersama pemimpin negara ASEAN di Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-48 ASEAN di Cebu, Filipina, Jumat (8/5/2026).Sekretariat Presiden RI Presiden RI Prabowo Subianto dalam sesi foto bersama pemimpin negara ASEAN di Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-48 ASEAN di Cebu, Filipina, Jumat (8/5/2026).

ASEAN sendiri telah menyingkirkan Myanmar dari sejumlah pertemuan tingkat tinggi sejak militer menggulingkan pemerintahan terpilih pada 2021 dan menahan pemimpin demokratis Aung San Suu Kyi. Kudeta tersebut memicu perang saudara yang hingga kini belum mereda.

Dalam KTT ASEAN di Filipina pekan lalu, Presiden Filipina Ferdinand Marcos menyatakan bahwa “tidak ada kemajuan apa pun di Myanmar”.

Meski demikian, Myanmar mengeklaim bahwa “perkembangan positif yang terjadi di Myanmar telah diakui dengan baik oleh sebagian besar negara anggota ASEAN”.

Namun, negara ini tetap mengakui bahwa masih ada beberapa negara yang mempertahankan pembatasan dan pengecualian terhadap pemerintahannya dari representasi yang setara.

Perbedaan pandangan di antara negara anggota ASEAN

Di internal ASEAN, terdapat perbedaan sikap terkait Myanmar. Menteri Luar Negeri Malaysia Mohamad Hasan menegaskan bahwa Myanmar belum siap kembali ke meja perundingan karena “kekejaman terhadap warga sipil mereka masih terjadi”.

Selain itu, negara seperti Indonesia dan Singapura disebut cenderung mendukung pendekatan yang sejalan dengan Malaysia, yang akan menjadi ketua bergilir ASEAN berikutnya.

Di sisi lain, beberapa negara seperti Thailand diketahui memberikan ucapan selamat kepada pemimpin militer Myanmar Min Aung Hlaing saat pelantikannya sebagai presiden sipil setelah pemilu yang kontroversial.

Baca juga: Siapa Presiden Baru Myanmar dan Kenapa Dilaporkan ke Kejagung RI?

Respons Myanmar atas tekanan ASEAN

Menanggapi kritik tersebut, Myanmar menolak apa yang mereka sebut sebagai “keterlibatan yang tidak konstruktif dengan pemerintah baru Myanmar”, karena dianggap “mengabaikan kehendak sejati rakyat Myanmar yang telah menjalankan hak demokratis mereka”.

Myanmar juga menyatakan bahwa selama lima tahun terakhir mereka telah menunjukkan kesabaran meski menghadapi perlakuan tidak setara dari sejumlah negara ASEAN.

Selain itu, Myanmar menuduh beberapa negara “mencampuri urusan dalam negeri Myanmar melalui kritik dan tekanan”, meskipun tidak menyebutkan negara secara spesifik.

Isu HAM di Myanmar

Pada April, aktivis di Indonesia mengajukan gugatan terhadap kepemimpinan militer Myanmar terkait dugaan pelanggaran berat.

Gugatan ini menuduh presiden baru Myanmar, Min Aung Hlaing melakukan tindakan genosida terhadap minoritas Rohingya.

Myanmar sebelumnya juga mengkritik negara anggota ASEAN lainnya seperti Timor Leste, setelah sebuah pengadilan di Dili membuka kasus terhadap Min Aung Hlaing atas dugaan kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan.

Baca juga: Presiden Baru Myanmar Dilaporkan ke Kejagung RI atas Genosida Rohingya

Tag:  #merasa #dikucilkan #asean #myanmar #layangkan #protes

KOMENTAR