10 Cara Sederhana Menjadi Pribadi yang Lebih Positif dan Bahagia
Ilustrasi(FREEPIK)
21:35
29 Maret 2026

10 Cara Sederhana Menjadi Pribadi yang Lebih Positif dan Bahagia

- Menyebarkan kebaikan ternyata bukan sekadar tentang membahagiakan orang lain, tetapi juga terbukti dapat mendongkrak kesejahteraan mental kita sendiri.

"Tindakan kebaikan memicu pelepasan zat kimia seperti oksitosin dan endorfin, dan dapat membantu menciptakan koneksi saraf baru," kata spesialis rehabilitasi psikososial Kendra Cherry, MS, dalam tulisannya di Verywell Mind, disadur pada Minggu (29/3/2026).

Menurut dia, menjadi pribadi yang lebih positif nyatanya tidaklah sulit. Ada beberapa langkah sederhana untuk menumbuhkan empati setiap harinya. Apa saja?

Baca juga: Cara Mengatasi Rasa Malas Setelah Liburan agar Semangat Lagi

Panduan menjadi pribadi yang positif

1. Bertindak dengan kebaikan

Kebaikan sangat mudah diubah menjadi sebuah kebiasaan rutin. Secara alami, manusia selalu mendambakan perasaan positif yang muncul usai berbuat baik.

Oleh karena itu, satu tindakan kecil biasanya akan dengan mudah memicu rentetan perbuatan baik lainnya di sepanjang hari.

Hal ini bisa sesederhana menanyakan kabar sahabat yang jarang bertemu atau berbagi makanan dengan tetangga sebelah rumah.

Baca juga: Sulit Bergaul, Gen Z Mengandalkan AI untuk Ngobrol dengan Teman

Ilustrasi bahagia. Bukan uang dan popularitas, ternyata ada beberapa aspek yang menjadi sumber kebahagiaan.Shutterstock/Jacob Lund Ilustrasi bahagia. Bukan uang dan popularitas, ternyata ada beberapa aspek yang menjadi sumber kebahagiaan.

2. Hindari terlalu kritis

Mustahil untuk bersikap baik jika pikiran kita masih didominasi oleh hal negatif. Saat kamu mulai menghakimi orang lain, segeralah ubah pola pikir menjadi lebih optimis.

Contohnya, jika rekan kerja melakukan kesalahan, tahan kritikan pedas secara impulsif. Jadikan momen tersebut sebagai peluang untuk membimbingnya, bukan merasa kesal atas ketidaksempurnaannya.

Saat bersosialisasi, hindari kebiasaan basa-basi yang mengkritik fisik seperti "kok sekarang kurusan?", atau mengomentari seseorang yang sudah lama melajang.

Baca juga: Hindari 8 Kalimat Toxic Ini ke Pasangan Jika Ingin Hubungan Langgeng

3. Terapkan kejujuran

Pegang teguh nilai kebenaran dalam diri, karena kejujuran selalu bisa disampaikan melalui tutur kata yang santun.

"Menetapkan batasan yang kuat dan adil membantu melindungi kesehatan mental dan emosional. Ketika kamu merasa aman dan dihormati, lebih mudah untuk menunjukkan kebaikan kepada orang lain," jelas Cherry.

Di tengah budaya yang sering merasa sungkan, kamu sebenarnya tetap bisa menolak ajakan kumpul atau acara dengan jujur tanpa harus mengarang alasan palsu.

4. Bersikap baik pada diri sendiri

Cara seseorang memperlakukan diri sendiri sangat memengaruhi cara mereka berinteraksi dengan orang lain.

Baca juga: Psikolog Beri Cara Bedakan Janji Tulus dan Janji Palsu dalam Hubungan

Ilustrasi bahagia. Kebiasaan sederhana masyarakat Finlandia disebut menjadi kunci di balik tingginya tingkat kebahagiaan merekaUNSPLASH/FUU J Ilustrasi bahagia. Kebiasaan sederhana masyarakat Finlandia disebut menjadi kunci di balik tingginya tingkat kebahagiaan mereka

Sangat sulit memancarkan kebaikan jika kamu terus menghukum diri sendiri. Perhatikan reaksimu saat gagal, apakah kamu langsung menyalahkan kemampuan diri?

"Dengan melatih kesabaran dan kebaikan terhadap diri sendiri, kita akan lebih mudah untuk memberikan kebaikan kepada orang lain," ungkap Cherry.

5. Miliki pemikiran terbuka

Dinamika kehidupan akan terus berubah. Menghadapi situasi baru atau perbedaan pendapat, seperti perbedaan pilihan hidup atau gaya pengasuhan anak saat kumpul keluarga, dapat memancing emosi negatif yang membuatmu sulit bersikap ramah.

"Bersikap terbuka sangat penting untuk belajar dan memahami tanpa menghakimi. Menjaga pikiran terbuka membantumu tetap tenang dan beradaptasi dengan situasi baru," papar Cherry.

Baca juga: Studi Ungkap Orangtua Gen Z Mulai Tinggalkan Gentle Parenting, Ini Alasannya

6. Jaga kesopanan

Sopan santun adalah elemen penting dalam membangun atmosfer yang positif. Ingatlah bahwa sikap buruk pihak lain tidak boleh menurunkan standar moralmu.

"Jika orang lain bersikap kasar atau tidak sopan, menanggapi dengan sopan santun dapat menjadi cara untuk mengubah arah interaksi," saran Cherry.

Dan juga, biasakan menggunakan kata "tolong" dan "terima kasih" dalam dialog sehari-hari untuk menunjukkan bahwa kamu menghargai lawan bicara.

Ilustrasi bahagiaFreepik Ilustrasi bahagia

7. Jadi sosok yang membantu

Carilah peluang kecil untuk meringankan beban orang lain, mulai dari menahan pintu minimarket untuk orang di belakang hingga sekadar merapikan piring sendiri usai makan di restoran. Semangat gotong royong dan sikap ringan tangan dalam membantu ini sangat efektif melatih insting kebaikanmu.

8. Biasakan memaafkan

Melepaskan dendam dan memaafkan kesalahan di masa lalu akan membantumu melangkah dengan hati lapang.

Memaafkan diri sendiri juga penting agar kamu terlepas dari belenggu pengalaman buruk yang menghambat pertumbuhan karakter.

Baca juga: 5 Kebiasaan Sederhana dalam Hubungan Sehat, Kata Psikolog

9. Rutin berlatih rasa syukur

Sediakan waktu setiap harinya untuk merenungkan segala hal yang patut disyukuri. Memiliki jurnal khusus untuk mencatat rasa syukur ini juga sangat membantu.

"Penelitian menunjukkan, rasa syukur dapat memiliki banyak manfaat kesehatan, termasuk mengurangi stres dan meningkatkan kebahagiaan," ungkap Cherry.

10. Hormati keberadaan orang lain

Empati adalah pilar kebaikan. Cobalah posisikan dirimu dari sudut pandang orang lain dan hargai kebutuhan mereka.

Hal ini berlaku pula dalam menghargai waktu. Saat bertemu sahabat, datanglah tepat waktu dan jadilah pendengar aktif tanpa sibuk menatap layar ponsel.

Baca juga: Manchild: Apa Itu dan Kenapa Red Flag dalam Hubungan?

Tag:  #cara #sederhana #menjadi #pribadi #yang #lebih #positif #bahagia

KOMENTAR