5 Kebiasaan Kecil agar Otak Tidak Mudah Lupa
Gampang lupa, sulit berkonsentrasi, hingga brain fog ternyata bisa jadi menjadi hasil dari kebiasaan kecil sehari-hari yang tampaknya sepele. Penurunan kinerja otak memang dipengaruhi oleh banyak faktor, mulai dari asupan makanan, ada tidaknya penyakit tertentu, hingga gaya hidup.
Ketahui apa saja kebiasaan kecil yang bisa dilakukan untuk meningkatkan kerja otak:
1. Rehat digital
Paparan layar terus-menerus membuat otak bekerja tanpa jeda. Notifikasi tanpa henti, sampai kebiasaan multitasking dari satu layar ke layar yang lain memaksa otak berpindah-pindah fokus dengan cepat, yang justru menguras energi mental.
“Otak sebenarnya hanya berpindah dari satu tugas ke tugas lain. Setiap perpindahan itu menghabiskan perhatian dan sumber daya," jelas dokter spesialis saraf William Scott Burgin dikutip dari Eating Well.
Baca juga: Studi: Duduk Sambil Membaca atau Menulis Bantu Jaga Kesehatan Otak
Memberikan waktu rehat bagi otak tanpa distraksi digital membantu otak kembali ke ritme alaminya. Bahkan jeda singkat dari layar dapat meningkatkan fokus dan daya ingat dalam jangka panjang.
2. Makan makanan sehat
Ilustrasi makanan sehat
Apa yang dikonsumsi tidak hanya berdampak besar pada tubuh, tetapi juga otak. Mengutip dari Eating Well, dokter spesialis saraf Kimberly Idoko mengatakan bahwa pola makan tinggi makanan ultra-olahan dan gula dapat memicu stres oksidatif, peradangan serta mengganggu fungsi kognitif.
“Efek metabolik ini bisa mengganggu pengaturan glukosa dan menurunkan efisiensi energi, yang akhirnya bisa terasa sebagai ‘brain fog’ dan menurunnya daya tahan kognitif," papar Kimberly.
Sebaliknya, makanan utuh dan seimbang membantu menjaga energi mental tetap stabil. Ini juga berperan dalam mengurangi risiko brain fog dan menjaga konsentrasi tetap optimal.
Baca juga: 10 Kebiasaan Pagi yang Berdampak Baik untuk Kesehatan Otak
3. Tidur cukup
Biasakan untuk tidur dengan cukup. Kimberly Idoko mengatakan bahwa tidur menjadi momen penting bagi otak untuk “membersihkan” diri. Saat tidur, otak memperkuat memori dan mereset sistem penting yang menunjang fungsi kognitif.
"Kalau durasinya kurang atau sering terputus-putus, proses itu jadi tidak tuntas, sehingga fungsi otak pun terganggu,” katanya.
Karena itu, menjaga kualitas dan durasi tidur menjadi salah satu fondasi utama kesehatan otak.
4. Rutin berolahraga dan tidak keseringan duduk
Ilustrasi olahraga wall sit.
Apakah kamu pekerja kantoran yang sebagian besar kesehariannya diisi dengan duduk di kantor? Menurut studi, gaya hidup minim gerak, terutama duduk terlalu lama, dapat menurunkan aliran darah ke otak. Kondisi ini lah yang berkontribusi pada penurunan fungsi kognitif seiring berjalannya waktu.
Bukan cuma duduk, secara umum aktivitas pasif yang tidak membutuhkan banyak pergerakan fisik punya dampak buruk.
“Aktivitas pasif seperti scroll tanpa henti atau menonton TV tanpa benar-benar fokus tidak menantang otak. Lama-kelamaan, kurangnya stimulasi ini memberi sinyal pada otak untuk ‘menurunkan performa’,” jelas David Perlmutter, seorang dokter spesialis saraf, dilansir dari Eating Well.
Baca juga: Hanya 4 Menit Olahraga Bisa Membantu Kesehatan Otak
5. Memperhatikan kesehatan telinga
Kenapa memperhatikan kesehatan telinga penting? Karena, pendengaran berperan besar dalam cara otak memproses informasi.
Ketika gangguan pendengaran diabaikan, otak pun jadi harus bekerja lebih keras untuk memahami suara yang masuk, sehingga beban kognitif meningkat, interaksi sosial menurun, dan risiko penurunan fungsi otak bisa terjadi lebih cepat.
Dimulai dari melakukan kebiasaan-kebiasaan kecil ini secara konsisten, kamu bisa menjaga kesehatan otak dan memberi dampak signifikan untuk kemampuan kognitifmu dalam jangka panjang.
Baca juga: Penyebab Gendang Telinga Pecah dan Efeknya pada Pendengaran