Langkah BPOM Tekan Kenaikan Harga Obat di Tengah Perang Iran vs AS-Israel
Kepala BPOM Taruna Ikrar saat ditemui di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Pangan, Jakarta, Senin (9/2/2026).(KOMPAS.com/Syakirun Ni'am)
12:14
20 April 2026

Langkah BPOM Tekan Kenaikan Harga Obat di Tengah Perang Iran vs AS-Israel

Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI, Taruna Ikrar memaparkan beberapa langkah pemerintah agar harga obat tak ikut melonjak di tengah perang yang terjadi antara Iran melawan Amerika Serikat (AS) dan Israel.

Dia mengatakan, ada potensi risiko kenaikan biaya dan keterbatasan ekspor obat yang berdampak pada tekanan sektor transportasi energi dan lonjakan biaya produksi.

"Tentu rekomendasi dan langkah mitigasi Badan POM telah dilakukan (untuk menekan kenaikan harga)," ucapnya dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi IX DPR-RI, Senin (20/4/2026).

Baca juga: BPOM Rilis Daftar 24 Jenis Obat Ilegal yang Berbahaya Bagi Masyarakat

Mitigasi yang telah dilakukan adalah melakukan pengawasan berbasis teknologi, optimalisasi kapasitas produksi obat, hingga kebijakan pendampingan industri di masa darurat.

Selain itu, jalur impor cepat juga dilakukan sehingga penyesuaian harga obat khusus yang berbasis petrokimia.

"Nah, harapan kami mudah-mudahan langkah cepat Badan POM ini bisa mengawal supaya tidak terjadi kelangkaan obat dan juga tidak terjadi peningkatan harga obat yang signifikan," tuturnya.

Baca juga: BPOM Setujui Rancangan Aturan Pelabelan Nilai Gizi Pangan Olahan Jadi 4 Level, Ini Pembagiannya

Taruna mengatakan, resiliensi terhadap tantangan global di tengah isu geopolitik yang kompleks, BPOM mengambil langkah peningkatan ketangguhan sistem pengawasan.

"Melalui kolaborasi strategi lintas sektoral untuk memitigasi risiko dan menjaga ketahanan kesehatan nasional," ucapnya.

Perang Iran-Amerika Serikat dan Dampaknya Pada Ekonomi Global

Adapun perang Iran melawan AS-Israel yang dimulai sejak awal Maret 2026 itu disebut akan berdampak luas terhadap ekonomi di tingkat global maupun nasional.

Guru Besar Program Studi Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Anton Agus Setyawan mengatakan, potensi kenaikan bahan bakar minyak (BBM) dan tekanan pasar terhadap nilai tukar rupiah adalah bagian dari dampak tersebut.

Baca juga: Waspada, BPOM Temukan Teri Berformalin dan Kerupuk Mengandung Rhodamin di Banyumas

Ketika Iran memutuskan untuk menutup Selat Hormuz sebagai jalur distribusi minyak, Anton mengatakan harga minyak akan terpengaruh.

"Sekarang pun pelan-pelan harga minyak dunia mulai terkerek naik ya. Meskipun Iran mengantisipasi dengan memasukkan ekspor minyak mereka ke tanker," tuturnya, 3 Maret 2026

Dari sana, Anton menilai akan adanya dampak negatif ke ekonomi global.

Baca juga: BPJPH Benchmarking ke BPOM, Perkuat Standardisasi Laboratorium Halal Nasional

"Saya kira dampaknya akan negatif ke ekonomi global, tidak hanya di Indonesia saja, tapi banyak negara, terutama Eropa yang juga akan terdampak," papar Anton.

Tag:  #langkah #bpom #tekan #kenaikan #harga #obat #tengah #perang #iran #israel

KOMENTAR