Kritik dr. Tan Shot Yen: Susu Bumil Gimmick Industri, Desak Program Makan Gratis Pakai Pangan Lokal!
Dokter dan ahli gizi, dr. Tan Shot Yen dalam diskusi bertajuk ''Pemenuhan Hak Anak, Pangan, Kesehatan, dan Rasa Aman Dalam Tata Kelola MBG'' di Kantor Komnas HAM, Jakarta, Rabu (22/4/2026). [Suara.com/Tsabita]
17:20
22 April 2026

Kritik dr. Tan Shot Yen: Susu Bumil Gimmick Industri, Desak Program Makan Gratis Pakai Pangan Lokal!

Dokter dan ahli gizi, dr. Tan Shot Yen, memberikan peringatan keras agar program Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak terjebak dalam ketergantungan pada produk industri.

Ia menegaskan pemenuhan hak anak atas pangan harus berbasis pada edukasi makanan lokal dan pola makan sehat alami, bukan sekadar membagikan produk olahan pabrik.

Dalam diskusi bersama Komnas HAM bertajuk "Pemenuhan Hak Anak, Pangan, Kesehatan, dan Rasa Aman Dalam Tata Kelola MBG", Tan juga mengingatkan bahwa misi Badan Gizi Nasional (BGN) seharusnya membangun kemandirian gizi.

“Dikatakan bahwa salah satu program dari MBG ini adalah pendidikan untuk bisa membuat makanan lokal dan sebagainya," ujar Tan dalam forum tersebut, Rabu (22/4/2026).

Dalam diskusi tersebut, Tan turut menyoroti maraknya pelanggaran dalam Pemberian Makan Bayi dan Anak (PMBA).

Menurutnya, Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 28 Tahun 2024 secara tegas melarang promosi susu formula guna melindungi hak ibu untuk menyusui.

Ia juga memperingatkan bahwa susu formula memiliki fungsi medis spesifik dan bukan untuk dikonsumsi karena alasan tren atau kenyamanan.

"Susu formula itu harus digunakan sesuai tupoksinya. Tupoksinya bukan karena tidak keluar ASI. Tupoksinya adalah ada indikasi ibu atau bayi, indikasi ibu misalnya, ibu tidak mampu memberikan ASI karena apa? karena masalah penyakit misalnya," tegasnya.

Menurutnya, bagi anak di atas usia satu tahun, asupan protein hewani dari sumber pangan utuh jauh lebih krusial dibandingkan susu olahan.

"Anak seharusnya mendapatkan asupan protein dari telur, ayam, ikan, atau daging," jelasnya.

MBG untuk ibu hamil di Sukoharjo. [Istimewa]MBG untuk ibu hamil di Sukoharjo. [Istimewa]

Susu Ibu Hamil Hanya Gimmick

Kritik paling tajam dilontarkan Tan terkait produk susu khusus ibu hamil yang masif dipasarkan di Indonesia.

Ia menyebut produk tersebut sebagai strategi pemasaran industri yang tidak ditemukan di negara-negara dengan standar kesehatan tinggi seperti Jepang atau Swiss.

"Perkara susu ibu hamil, itu memang agak gimmick. Ya, karena apa? Di luar negeri itu kalau memang kamu butuh susu ya minum saja susu pada umumnya, susu literan itu ya kan, yang nggak pakai rasa-rasa gitu lho ya. Nah, kalau butuh suplementasi, ya kita pisahkan dong antara makanan dengan suplementasi," ungkap Tan.

Ia mendorong pemerintah untuk kembali pada panduan resmi “Isi Piringku” yang telah mencakup kebutuhan gizi lengkap bagi ibu hamil dan menyusui melalui bahan makanan alami yang tersedia di pasar tradisional.

“Ikuti saja pola makan yang sehat seimbang, itu aja gitu, nggak usah pakai industri harus cawe-cawe sampai sebegitu nafsunya bikin apa produk-produk baru," pungkasnya.

Reporter: Tsabita Aulia

Editor: Muhammad Yasir

Tag:  #kritik #shot #susu #bumil #gimmick #industri #desak #program #makan #gratis #pakai #pangan #lokal

KOMENTAR