Penjelasan Ahmad Dofiri Terkait ''Jalur Kuota Khusus'' di Polri Bakal Dihapus
Penasihat Khusus Presiden Bidang Keamanan dan Ketertiban Masyarakat dan Reformasi Kepolisian Ahmad Dofiri saat ditemui di Istana, Jakarta, Selasa (5/5/2026).(KOMPAS.com/ADHYASTA DIRGANTARA)
12:50
6 Mei 2026

Penjelasan Ahmad Dofiri Terkait ''Jalur Kuota Khusus'' di Polri Bakal Dihapus

- Sekretaris Komisi Percepatan Reformasi Polri (KPRP) Jenderal Pol (Purn) Ahmad Dofiri meluruskan istilah “jalur kuota khusus” yang disebut akan dihapus.

Dofiri mengatakan, pernyataannya sebelumnya sempat diasumsikan sehingga menimbulkan kesalahpahaman.

Ia mencontohkan munculnya narasi “kuota khusus berbayar” yang menurutnya tidak tepat.

“Ada dipotongan, ‘menurut Dofiri, kuota khusus berbayar’. Lho, saya bilang, kuota khusus berbayar? Memang kayak pulsa,” kata Dofiri, dalam jumpa pers di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu (6/5/2026).

Baca juga: Eks Wakapolri Akui Ada Kuota Khusus Masuk Polri Pakai Bayar: Akan Dihapus

Ia mengatakan, wacana penghapusan istilah tersebut berangkat dari aspirasi masyarakat terkait dugaan praktik transaksi dalam rekrutmen anggota Polri.

Menurut Dofiri, keluhan masyarakat tentang adanya pembayaran dalam proses rekrutmen memang kerap disampaikan.

Karena itu, Polri menegaskan tidak ada lagi istilah “jalur kuota khusus” dalam penerimaan anggota.

“Kapolri sendiri yang menyampaikan, termasuk ASDM, tidak ada istilah jalur kuota khusus. Nah, bukan berarti jalur kuota khusus berbayar begitu ya,” ujar dia.

Seusai jumpa pers, Dofiri menerangkan, istilah “kuota khusus” pada masa lalu sebenarnya digunakan untuk mengakomodasi calon dari daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T), serta jalur prestasi.

Baca juga: Polri Tegaskan Tak Ada Kuota Khusus pada Rekrutmen Akpol

“Nah, kan begitu. Sebenarnya itu yang dimaksud dengan kuota khusus. Cuma kan ada yang kemudian apa, yang mendompleng, di situlah kira-kira begitu,” ujar dia.

Ke depan, skema tersebut tetap ada, tetapi dengan aturan yang lebih tegas dan terukur.

Kriteria akan diperjelas, termasuk jenis dan tingkat prestasi yang diakui serta kesesuaiannya dengan tugas dan fungsi Polri.

“Dan harus linier dengan tupoksi Polri. Jadi, tidak sembarang ambil aja gitu lho,” ujar dia.

Dofiri juga membantah bahwa “jalur kuota khusus” untuk anak-anak Perwira Polri.

Menurut dia, banyaknya anak polisi yang lolos seleksi lebih karena persiapan yang lebih matang sejak awal.

Baca juga: Sahroni Sebut RUU Polri Bakal Jadi Inisiatif Pemerintah, DPR Tinggal Tindaklanjuti

“Kok mengapa banyak dari anaknya polisi? Ya karena bapaknya itu mempersiapkan dari awal. Jadi, sekarang ada pelatihan-pelatihan itu kan, mereka larinya berapa. Kalau sekarang itu lebih maju kok. Enggak seperti saya dulu,” ujar dia.

“Nah, kalau orangtuanya paham, kebetulan kalau polisi kan paham mau menjadikan anak jadi polisi, gitu kan, ya mereka dilatih,” pungkas dia.

Tag:  #penjelasan #ahmad #dofiri #terkait #jalur #kuota #khusus #polri #bakal #dihapus

KOMENTAR