Dokter di London Operasi Pasien 2.400 Km Jauhnya
Prof. Prokar Dasgupta mengoperasikan konsol Toumai Robotic System dari The London Clinic di London untuk melakukan operasi pada pasien yang berada sekitar 1.500 mil (2.400 km) jauhnya di Gibraltar.(PA)
09:36
22 Maret 2026

Dokter di London Operasi Pasien 2.400 Km Jauhnya

- Seorang pria bernama Paul Buxton yang tinggal di Gibraltar, wilayah seberang laut Britania Raya, tak pernah menyangka dirinya akan menjadi bagian dari sejarah medis dunia. 

Buxton yang berusia 62 tahun, didiagnosis kanker prostat sesaat setelah perayaan Natal tahun lalu. Awalnya ia mengira harus terbang ke Inggris dan masuk daftar ruang tunggu pelayanan kesehatan nasional Inggris (NHS) untuk menjalani operasi. 

Namun yang terjadi justru berbeda. Operasi pengangkatan prostat yang ia jalani justru dilakukan dari jarak jauh oleh dokter bedah yang berada sekitar 1.500 mil (2.400 kilometer) jauhnya dari lokasi Buxton. 

Baca juga: Robot Ini Belajar Operasi Bedah Pakai Video

Prosedur tersebut menjadikannya pasien pertama yang menjalani operasi robotik jarak jauh di Inggris. Hal ini sekaligus menandai terobosan baru dalam perkembangan telesurgery di bidang medis. 

Jadi pasien uji coba

Operasi yang dijalani Buxton sendiri merupakan bagian dari uji coba praktek telesurgery antara dokter di London dan dokter di rumah sakit tempat ia dirawat di Gibraltar.

Sebagai pasien pertama dalam uji coba, keputusan Buxton untuk menjalani operasi jarak jauh ini sempat memunculkan berbagai pertanyaan dari orang-orang di sekitarnya. 

"Banyak orang bertanya kepada saya, 'kamu benar-benar akan melakukannya?'," kata Buxton, sebagaimana dikutip KompasTekno dari BBC. 

Alih-alih ragu, Buxton justru mengaku tertarik dengan kesempatan tersebut. Ia menilai, pengalaman itu sebagai "peluang" untuk ikut ambil bagian dalam perkembangan teknologi medis. 

Baca juga: 5G Telkomsel Dipakai Operasi Bedah Jarak Jauh, Dokter di Bali Pasien di Jakarta

"Saya merasa seperti bisa memberikan sesuai sebagai balasannya. Jadi saya berpikir: ini keputusan yang sangat mudah," ujarnya. 

Ia juga mengatakan bahwa teknologi ini merupakan terobosan bagi Gibraltar, karena pasien tidak lagi perlu meninggalkan wilayah tersebut untuk menjalani perawatan.

Buxton juga menilai, teknologi ini bisa menjadi terobosan penting bagi Gibraltar. Pasalnya, wilayah tersebut hanya memiliki satu rumah sakit.

Para warga yang membutuhkan perawatan medis khusus dan lebih optimal, kata Buxton, biasanya harus bepergian ke luar negeri, terutama ke Inggris.

Operasi dari jarak 2.400 km

Paul Buxton (62), pasien yang menjalani operasi robotik jarak jauh pertama dari Inggris. Buxton yang tinggal di Gibraltar menjalani prosedur pengangkatan prostat tanpa harus bepergian ke London.PA Paul Buxton (62), pasien yang menjalani operasi robotik jarak jauh pertama dari Inggris. Buxton yang tinggal di Gibraltar menjalani prosedur pengangkatan prostat tanpa harus bepergian ke London.Operasi pengangkatan prostat yang dilakukan Buxton dilakukan oleh ahli bedah urologi robotik asal London yang bernama Prof. Prokar Dasgupta. 

Meski berjarak hingga ribuan kilometer dari pasiennya, Dasgupta mengatakan pengalaman tersebut terasa seperti melakukan operasi secara langsung di ruang bedah. 

"Rasanya hampir seperti saya berada di sana," kata Dasgupta. 

Seperti disinggung sebelumnya, prosedur operasi dilakukan dari The London Clinic di London, sementara pasiennya, Buxton, berada di St. Bernard's Hospital di Gibraltar. 

Cara kerja operasi jarak jauh

Dalam prosedur ini, Dasgupta menggunakan robot bernama Toumai Robotic System. Robot ini diposisikan sebagai "perantara" untuk melakukan operasi pada Buxton. 

Toumai Robotic System sendiri merupakan robot bedah yang dirancang melalui kerja sama antara The London Clinic dan Gibraltar Health Authority. 

Baca juga: Rumah Sakit di Jakarta Disandera Ransomware, Minta Tebusan Rp 4 Juta

Robot bedah ini dilengkapi kamera 3 dimensi (3D) HD serta punya empat lengan robot yang dapat digerakkan secara presisi oleh dokter lewat sebuah konsol.

Konsol tersebut terhubung dengan robot di Gibraltar melalui kabel serat optik, dengan sistem yang diklaim memiliki jeda delay hanya sekitar 0,06 detik.

Dengan angka latensi yang sangat kecil itu, robot bedah dapat mengikuti pergerakan dokter hampir secara real time. Operasi pun dapat dilakukan dengan presisi meski dokter dan pasien berada di lokasi yang berjauhan. 

Selama operasi, tim medis di Gibraltar juga sudah disiagakan untuk mengantisipasi jika terjadi gangguan koneksi atau kendala teknis lainnya. Buxton mengaku, setelah melakukan tindakan operasi jarak jauh ini sejak 11 Februari lalu, ia merasa sangat sehat.

Uji coba lanjutan

Ahli bedah urologi robotik Prof. Prokar Dasgupta mengendalikan sistem robot bedah untuk melakukan operasi prostat dari jarak jauh pada pasien di Gibralta.PA Ahli bedah urologi robotik Prof. Prokar Dasgupta mengendalikan sistem robot bedah untuk melakukan operasi prostat dari jarak jauh pada pasien di Gibralta.Sebagai bagian dari uji coba, prosedur serupa juga telah dilakukan pada pasien kedua berusia 52 tahun. Operasi tersebut berlangsung pada 4 Maret di Gibraltar dengan metode telesurgery yang sama. 

Dasgupta juga dijadwalkan akan kembali melakukan operasi jarak jauh serupa pada 14 Maret mendatang.

Prosedur itu rencananya akan disiarkan secara langsung (live stream) kepada sekitar 20.000 ahli urologi dari seluruh dunia dalam kongres European Association of Urology. 

Dasgupta mengatakan, hadirnya teknologi telesurgery ini memberikan peluang untuk merawat pasien di daerah terpencil atau komunitas kecil dengan menghadirkan dokter terbaik tanpa harus memindahkan pasien.

Para dokter bedah di Inggris sendiri sebelumnya telah terlibat dalam sejumlah terobosan telesurgery. Salah satunya adalah operasi stroke robotik transatlantik sejauh 4.000 mil pada jenazah yang didonasikan untuk ilmu pengetahuan. 

Keberhasilan berbagai uji coba tersebut tampaknya membuka peluang lebih luas bagi penerapan operasi robotik jarak jauh dalam layanan kesehatan di masa depan. 

Saat ini, NHS Inggris bahkan dilaporkan tengah memprioritaskan penggunaan operasi berbantuan robot secara lokal, dengan target mencapai 500.000 operasi robotik per tahun pada 2035.

Tag:  #dokter #london #operasi #pasien #2400 #jauhnya

KOMENTAR