SpaceX Siap IPO Raksasa, Bisa Jadi yang Terbesar Sepanjang Sejarah
Ilustrasi SpaceX akuisisi xAI.(Ist)
09:14
4 April 2026

SpaceX Siap IPO Raksasa, Bisa Jadi yang Terbesar Sepanjang Sejarah

– Perusahaan roket dan satelit milik Elon Musk, SpaceX diam-diam dikabarkan telah mengajukan penawaran umum perdana saham (initial public offering/IPO) di bursa saham Amerika Serikat (AS).

Hal ini mencuat setelah laporan Bloomberg dan TheWallStreetJournal (WSJ) menyebut bahwa SpaceX telah menyerahkan dokumen pendaftaran awal ke regulator pasar modal AS, Securities and Exchange Commission (SEC) sekitar pekan ini.

Langkah ini disebut membuka jalan bagi SpaceX untuk melantai di bursa saham dengan valuasi yang konon akan menembus angka 1,75 triliun dollar AS atau sekitar Rp 29.000 triliun (kurs 1 dollar AS=sekitar Rp16.900). 

Laporan di atas juga menyebut bahwa IPO SpaceX, jika terealisasi, berpotensi bakal menjadi yang terbesar dalam sejarah pasar modal global.

Baca juga: SpaceX Akuisisi xAI, Langkah Elon Musk Satukan AI dan Antariksa

Menurut Bloomberg, perusahaan ini dapat menghimpun dana hingga 75 miliar dollar AS (sekitar Rp 1.200 triliun).

Sedangkan menurut WSJ, target dana IPO berada di kisaran 40 miliar hingga 80 miliar dollar AS (sekitar Rp 670 triliun - Rp 1.350 triliun).

Berapapun target dana IPO-nya, kisaran angka ini akan jauh melampaui rekor IPO sebelumnya yang dipegang perusahaan minyak dan gas milik Arab Saudi, Saudi Aramco dengan nilai sekitar 29 miliar dollar AS (sekitar Rp 490 triliun) pada 2019 lalu.

IPO ini juga diperkirakan akan menjadi yang pertama dari gelombang “mega IPO” dari sektor teknologi pada 2026, diikuti oleh perusahaan kecerdasan buatan (AI) OpenAI dan Anthropic yang juga memiliki rencana serupa.

Jadwal dan strategi IPO

Roket SpaceX Falcon 9 dengan kapsul Crew Dragon terpasang, lepas landas dengan kru pribadi pertama dari Launch Complex 39A, Jumat, 8 April 2022, di Kennedy Space Center di Cape Canaveral, Florida.AP PHOTO/CHRIS O'MEARA Roket SpaceX Falcon 9 dengan kapsul Crew Dragon terpasang, lepas landas dengan kru pribadi pertama dari Launch Complex 39A, Jumat, 8 April 2022, di Kennedy Space Center di Cape Canaveral, Florida.

Menurut laporan Bloomberg, SpaceX berpotensi melantai di bursa secepatnya pada Juni 2026.

Saat ini, perusahaan tersebut konon mulai melakukan tahap “testing the waters”, yakni pertemuan awal dengan calon investor untuk memaparkan prospek bisnis dan mendukung target valuasi.

SpaceX disebut mempertimbangkan struktur saham dual-class, yang memungkinkan pihak internal seperti Elon Musk memiliki hak suara lebih besar dalam pengambilan keputusan.

IPO ini juga diperkirakan akan melibatkan investor ritel dalam jumlah besar, dengan alokasi hingga 30 persen saham untuk investor individu.

Nah, untuk menggarap IPO raksasa ini, SpaceX disebut bakal menggandeng sejumlah bank investasi global.

Beberapa di antaranya termasuk Goldman Sachs, JPMorgan Chase, Morgan Stanley, Citigroup, serta Bank of America.

Baca juga: SpaceX Bersiap IPO, Incar Valuasi Terbesar Sepanjang Sejarah

Untuk distribusi global, Barclays menangani wilayah Inggris, sementara Deutsche Bank dan UBS akan mengelola pasar Eropa. Di Asia, peran ini dipegang Mizuho Financial Group.

Nah, meski disebut telah mengajukan dokumen IPO, detail seperti harga saham dan jumlah saham yang dilepas masih belum diungkap.

Informasi tersebut biasanya baru akan dipublikasikan setelah proses peninjauan oleh SEC selesai.

Adapun SpaceX sendiri hingga kini belum memberikan komentar resmi terkait kabar IPO dari Bloomberg dan WSJ tersebut.

Sebagaimana dirangkum KompasTekno dari Guardian, SpaceX saat ini berkembang menjadi pemain dominan di industri antariksa global dalam satu dekade terakhir.

Perusahaan ini menjadi mitra utama badan antariksa nasional AS (NASA) dalam berbagai misi peluncuran roket.

Selain itu, layanan internet satelit Starlink menjadi kontributor utama pendapatan, yang diperkirakan mendekati 20 miliar dollar AS (sekitar Rp 330 triliun) pada 2026.

SpaceX juga memperluas bisnis ke sektor kecerdasan buatan dengan mengakuisisi xAI, yang membuat valuasi gabungan perusahaan mencapai sekitar 1,25 triliun dollar AS (sekitar Rp 21.100 triliun).

Tag:  #spacex #siap #raksasa #bisa #jadi #yang #terbesar #sepanjang #sejarah

KOMENTAR