Prediksi Elon Musk, 3 Tahun Lagi Manusia Kalah dari AI
Elon Musk menyatakan bahwa SpaceX dan Tesla berencana membangun dua pabrik chip canggih di kawasan Austin, Texas, Amerika Serikat (AS).(AFP/BRENDAN SMIALOWSKI)
14:06
11 April 2026

Prediksi Elon Musk, 3 Tahun Lagi Manusia Kalah dari AI


- Elon Musk, CEO Tesla dan SpaceX, kembali mengeluarkan prediksi soal perkembangan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).

Kali ini, ia menilai AI berpotensi melampaui kecerdasan manusia dalam waktu sekitar tiga tahun ke depan, atau paling cepat pada 2029.

Pernyataan itu disampaikan Musk saat menanggapi unggahan di media sosial yang menyebut manusia hanya memiliki waktu tiga tahun sebelum AI menjadi lebih pintar dari manusia. Mengutip GizChina, Musk menilai prediksi tersebut “terdengar benar”.

Bukan kali pertama Musk menyampaikan pandangan serupa. Ia memang dikenal kerap melontarkan prediksi berani terkait masa depan teknologi, khususnya AI.

Dalam beberapa tahun terakhir, Musk berulang kali menyebut bahwa kemunculan AI dengan kemampuan setara hingga melampaui manusia bukan lagi hal yang terlalu jauh.

Baca juga: Elon Musk Divonis Bohongi Investor Twitter, Denda Fantastis Menanti

Prediksi lama Musk soal AGI dan superintelligence

Pada 2023, Musk pernah menyatakan bahwa superintelligence, yakni AI yang jauh melampaui kemampuan manusia, dapat hadir dalam lima sampai enam tahun ke depan atau sekitar 2028-2029. Saat itu, ia juga mengaku cemas terhadap potensi risiko dari perkembangan AI yang terlalu cepat.

Ia bahkan sempat berpendapat bahwa jika memungkinkan, pengembangan AI sebaiknya dihentikan sementara demi mengurangi potensi ancaman yang lebih besar di masa depan.

Kemudian pada April 2024, Musk kembali memperjelas pandangannya. Ia menyebut bahwa AGI (artificial general intelligence), atau AI yang memiliki kemampuan kognitif setara manusia, kemungkinan bisa muncul sekitar 2026.

AGI sendiri merupakan konsep AI yang tidak hanya unggul dalam satu tugas tertentu, tetapi juga mampu belajar, memahami, dan menyelesaikan beragam persoalan layaknya manusia.

Musk lalu memperkirakan bahwa setelah AGI tercapai, AI dapat melampaui kecerdasan gabungan seluruh manusia pada rentang 2029 hingga 2030.

Benarkah AI akan lebih pintar dari manusia?

Meski terdengar menarik, prediksi Musk tetap perlu dilihat sebagai pandangan pribadi, bukan kepastian ilmiah. Sejauh ini, belum ada kesepakatan tunggal di kalangan peneliti soal kapan AI benar-benar bisa melampaui kecerdasan manusia secara umum.

Saat ini, AI memang sudah terbukti mampu menyamai bahkan mengungguli manusia dalam sejumlah tugas spesifik. Contohnya, AI dapat bermain catur di level tinggi, menulis kode, menganalisis data dalam jumlah besar, hingga menghasilkan teks, gambar, dan suara dalam waktu singkat.

Namun, kecerdasan manusia tidak hanya soal kecepatan atau kemampuan menyelesaikan satu jenis tugas. Manusia juga punya kemampuan memahami konteks baru, menimbang nilai, beradaptasi terhadap situasi yang belum pernah ditemui, serta mengambil keputusan dalam kondisi yang kompleks dan serba tidak pasti.

Di sinilah banyak peneliti menilai AI masih memiliki jalan panjang. Karena itu, prediksi Musk yang menyebut AI bakal melampaui manusia dalam tiga tahun dianggap terlalu cepat oleh sebagian kalangan.

Baca juga: Google Rilis Gemma 4, Model AI Terbuka dengan Dukungan 140 Bahasa

Rekam jejak prediksi Musk kerap meleset

Bukan hanya soal AI, Musk juga memiliki sejarah panjang dalam membuat prediksi besar untuk berbagai teknologi lain yang dikembangkan perusahaannya. Namun, rekam jejak tersebut menunjukkan bahwa tidak semua prediksinya terwujud sesuai jadwal.

Pada 2016, misalnya, Musk pernah mengatakan bahwa mobil Tesla akan mampu berkendara sendiri dari New York ke Los Angeles dalam waktu dua tahun. Sampai sekarang, target itu belum benar-benar tercapai.

Masih di tahun yang sama, ia juga memprediksi roket SpaceX akan mencapai Mars pada 2018. Kenyataannya, hal tersebut juga belum terjadi.

Lalu pada 2017, Musk memperkirakan produk chip otak dari Neuralink akan tersedia dalam empat tahun atau sekitar 2021. Faktanya, implan pertama Neuralink baru digunakan pada manusia beberapa tahun setelahnya, tepatnya pada Januari 2024.

Neuralink sendiri merupakan perusahaan neuroteknologi milik Musk yang mengembangkan implan otak canggih. Teknologi ini diklaim dapat membantu orang dengan cedera tulang belakang mengontrol komputer hanya melalui pikiran.

Prediksi Musk disambut antara penasaran dan skeptis

Melihat rekam jejak tersebut, tidak heran jika banyak pihak menanggapi pernyataan Musk dengan dua reaksi sekaligus, yakni rasa penasaran dan skeptisisme.

Di satu sisi, ia memang dikenal sebagai tokoh yang berada di garis depan inovasi teknologi lewat Tesla, SpaceX, xAI, hingga Neuralink.

Namun di sisi lain, berbagai prediksinya juga sering dinilai terlalu optimistis dan lebih cepat dibanding kenyataan di lapangan.

Karena itu, ramalan terbaru Musk soal AI kembali memicu perdebatan, apakah ia benar-benar melihat masa depan lebih awal, atau sekali lagi membuat prediksi yang terlalu ambisius?

Baca juga: Pabrik Terafab Milik Elon Musk Bikin Chip untuk Bumi dan Luar Angkasa

Dapatkan update berita teknologi dan gadget pilihan setiap hari. Mari bergabung di Kanal WhatsApp KompasTekno.

Caranya klik link https://whatsapp.com/channel/0029VaCVYKk89ine5YSjZh1a. Anda harus install aplikasi WhatsApp terlebih dulu di ponsel.

Tag:  #prediksi #elon #musk #tahun #lagi #manusia #kalah #dari

KOMENTAR