Dalam 3 Hari, Rumah Pribadi Sam Altam Diserang, Kantor OpenAI Juga Diteror
- Dalam waktu tiga hari, kediaman pribadi CEO OpenAI Sam Altman di Sam Francisco, Amerika Serikat (AS) dua kali mendapat serangan. Bukan cuma itu, kantor pusat OpenAI juga mendapat teror.
Serangan pertama terjadi Jumat (10/4/2026) pagi waktu setempat. Kala itu, rumah Altman dilempar bom molotov oleh pria berusia 20 tahun.
Serangan ini membakar pagar luar rumah bos ChatGPT itu. Pelaku langsung melarikan diri usai melancarkan aksinya.
Kurang dari satu jam setelah kejadian di rumah Altman, polisi mendapat laporan bahwa kantor pusat OpenAI juga mendapat teror, berupa ancaman serangan pembakaran gedung dari seorang pria.
Baca juga: Demi Bela AI, Sam Altman Malah Kritik Balik Manusia
Setelah ditelusuri, pria tersebut merupakan orang yang sama yang melemparkan bom molotov ke rumah Altman. Belakangan, diketahui pelaku bernama Daniel Alejandro Moreno-Gama.
Tak berapa lama, ia kemudian ditangkap oleh kepolisian San Francisco.
Ia ditahan di penjara San Fransisco County pada Jumat sore dengan sejumlah tuduhan, termasuk percobaan pembunuhan, pembakaran, serta kepemilikan atau pembuatan perangkat pembakar.
OpenAI mengonfirmasi ancaman serangan dan menegaskan tidak ada korban yang terluka. Perusahaan juga menyatakan pihaknya membantu proses penyelidikan.
"Kami sangat mengapresiasi kecepatan respons Departemen Kepolisian San Francicso (SFPD) dan dukungan dari kota dalam membantu menjaga keselamatan karyawan kami," kata OpenAI dalam sebuah pernyataan, dikutip KompasTekno dari Independent.
Serangan kedua
Tangkapan layar dari kamera pengawas yang menampilkan terduga pelaku penyerangan rumah Sam Altman.
Selang dua hari, tepatnya Minggu (12/4/2026) dini hari waktu setempat, rumah Altman kembali jadi sasaran serangan. Berbeda dari serangan pertama, pelaku kali ini menggunakan senjata api.
Ada dua pelaku yang melancarkan serangan. Berdasarkan rekaman kamera pengawas dan laporan petugas keamanan di sekitar lokasi kejadian, pelaku melepaskan tembakan dari dalam mobil.
Mobil tersebut terlihat sempat melintas, lalu kembali dan berhenti di sisi properti yang menghadap Lombard Street.
Baca juga: Rumah Bos ChatGPT Dilempar Bom Molotov, Pelaku Ditangkap
Eksterior luar rumah Altman di Lombard Street yang menjadi sasaran serangan.
Penumpang di kursi depan kemudian terlihat mengulurkan tangan dari jendela dan melepaskan satu tembakan ke arah rumah Altman.
Setelah kejadian, mobil langsung melarikan diri. Namun, pelat nomor kendaraan terekam kamera, sehingga membantu polisi melacak dan mengamankan kendaraan tersebut.
Polisi kemudian mengamankan dua terduga pelaku tanpa perlawanan, di kawasan blok 2000 Taylor Street.
Dalam penggeledahan di sebuah tempat tinggal, polisi juga menemukan tiga senjata api. Adapun pelaku kedua kini ditahan dengan tuduhan kelalaian dalam penggunaan sejata api (negligant discharge), sebagaimana dihimpun KompasTekno dari The San Fransisco Standard.
Polisi mengatakan tidak ada korban dalam kejadian ini.
Respons Sam Altman
CEO OpenAI sekaligus pembuat chatbot AI ChatGPT Sam Altman membela penggunaan kecerdasan buatan (AI) dari kritik soal dampak lingkungan.
Setelah serangan pertama, Sam Altman buka suara. Altman mengatakan bahwa dia sebelumnya meremehkan dampak dari narasi dan retorika yang berkembang di publik.
Altman juga mengakui bahwa beberapa tahun terakhir merupakan tahun yang begitu intens, kacau, dan penuh tekanan.
Karena itu, dia menyerukan agar berbagai pihak di industri AI menurunkan tensi konflik, baik dari sisi retorika maupun taktik yang digunakan.
"Banyak kritik terhadap industri kami berasal dari kekhawatiran tentang dampak teknologi. Ini cukup valid dan kami menerima kritik maupun debat," ujar Altman.
Baca juga: Rumah Bos ChatGPT Jadi Target Penembakan, Dua Pelaku Diamankan
Namun, Altman juga meyakini bahwa kemajuan teknologi dapat membuat masa depan jadi lebih baik untuk berbagai pihak.
Adapun serangan ini terjadi di tengah berbagai kontroversi yang tengah melanda OpenAI. Mulai dari kerja sama dengan Departemen Pertahanan AS, persaingan sengit dengan Anthropic, hingga gugatan hukum dari Elon Musk.
Dalam gugatan yang dijadwalkan mulai disidangkan akhir bulan ini, Elon Musk menuntut OpenAI dan CEO-nya, Sam Altman, dengan tuduhan bahwa Altman secara sengaja memanipulasi dirinya agar menyumbang 38 juta dollar AS ke OpenAI, melalui janji bahwa perusahaan tersebut akan tetap berstatus organisasi nirlaba.
Musk yang ikut mendirikan OpenAI bersama Altman pada 2015, juga meminta agar Altman dicopot dari jabatannya sebagai CEO, sebagai bagian dari tuntutan hukum tersebut, dihimpun dari CNBC.
Tag: #dalam #hari #rumah #pribadi #altam #diserang #kantor #openai #juga #diteror