Ketika Masa Depan OpenAI Dipertaruhkan di Sidang Sam Altman dan Elon Musk...
CEO OpenAI Sam Altman (kiri) dan Pemilik X/Twitter Elon Musk (kanan).(Getty Images via Vanity Fair)
10:24
4 Mei 2026

Ketika Masa Depan OpenAI Dipertaruhkan di Sidang Sam Altman dan Elon Musk...

- Perseteruan panjang antara Elon Musk dan Sam Altman akhirnya masuk babak baru. Sidang perdana kasus yang mempertemukan keduanya dimulai di pengadilan California, Amerika Serikat, belum lama ini.

Sidang yang diprediksi berlangsung selama tiga minggu ke depan ini berlangsung panas sejak hari pertama.

Dalam pernyataan pembuka, Elon Musk menuding OpenAI, CEO OpenAI Sam Altman, dan Presiden OpenAI Greg Brockman telah menyimpang dari tujuan awal organisasi yang didirikan sebagai lembaga nirlaba untuk mengembangkan AI yang aman dan terbuka.

Musk bahkan menyebut perusahaan pembuat chatbot AI ChatGPT itu telah “mencuri organisasi amal” dengan mengubah arah perusahaan dari nirlaba menjadi berorientasi profit.

Elon Musk sendiri memang diketahui ikut mendirikan OpenAI pada 2015 sebelum keluar pada 2018.

Baca juga: Prediksi Elon Musk, 3 Tahun Lagi Manusia Kalah dari AI

Pertaruhan bisnis OpenAI

Orang paling tajir sedunia itu menegaskan bahwa gugatan menyangkut arah perkembangan teknologi AI ke depan, bukan semata soal konflik bisnis.

Ia bahkan menyebut bahwa AI sebagai teknologi yang berpotensi membawa manfaat besar, tetapi juga bisa “membunuh kita semua” jika tidak dikendalikan dengan benar.

Sidang ini menjadi puncak konflik panjang antara kedua tokoh teknologi tersebut yang selama ini berlangsung di ruang publik, termasuk lewat media sosial.

Taruhannya pun tidak main-main. Musk meminta pengadilan membatalkan restrukturisasi OpenAI alias memintanya kembali jadi perusahaan non-profit.

Bos Tesla dan pemilik X/Twitter itu juga mendesak agar Altman dan Brockman dipecat dari jabatan bos. Sekaligus menuntut ganti rugi sekitar 134 miliar dollar AS (sekitar Rp 2.266,7 triliun).

OpenAI saat ini diyakini tengah bersiap untuk melantai di bursa saham dengan valuasi yang diperkirakan mencapai 1 triliun dollar AS (sekitar Rp 16.916 triliun).

Ini digadang-gadang menjadi menjadi salah satu IPO terbesar di industri teknologi. Jika gugatan Musk dikabulkan, rencana IPO tersebut bisa terganggu atau gagal total.

OpenAI membantah

OpenAI lahir sebagai nonprofit, namun kini menjadi raksasa komersial dengan valuasi ratusan miliar dollar AS. Musk membalas dengan xAI, memicu rivalitas besar di pasar AI. OpenAI lahir sebagai nonprofit, namun kini menjadi raksasa komersial dengan valuasi ratusan miliar dollar AS. Musk membalas dengan xAI, memicu rivalitas besar di pasar AI.

Di sisi lain, OpenAI membantah keras semua tuduhan dari kubu Musk. Tim hukum Altman menilai gugatan tersebut didorong oleh rasa kecewa dan persaingan bisnis, mengingat Musk kini memiliki perusahaan AI sendiri, xAI.

Mereka juga menilai Musk kini bertindak sebagai pesaing, mengingat ia telah mendirikan perusahaan AI sendiri, yakni xAI.

“Kasus ini bukan soal janji yang dilanggar, tapi karena Musk tidak mendapatkan apa yang ia inginkan di OpenAI,” kata pengacara pihak Altman dalam sidang.

Konflik ini sendiri berakar dari sejarah panjang kedua pihak. Musk merupakan salah satu pendiri OpenAI pada 2015 dan mengaku telah menyumbang setidaknya 44 juta dollar AS (sekitar Rp 744 miliar) di awal berdirinya.

Namun, ia keluar dari perusahaan pada 2018 setelah terjadi perbedaan arah dan konflik internal.

Setelah kepergian Musk, OpenAI mulai bertransformasi dengan membentuk entitas profit untuk mendapatkan pendanaan lebih besar, termasuk menjalin kerja sama dengan Microsoft.

Baca juga: Ambisi Baru OpenAI, Bikin Chip Sendiri untuk Ponsel AI

Langkah inilah yang dianggap Musk sebagai bentuk pengkhianatan terhadap misi awal OpenAI.

Versi ini dibantah pihak OpenAI. Menurut pengacara bos OpenAI, Musk sejak awal justru mendukung model bisnis profit, bahkan ingin mengendalikan perusahaan secara penuh. Ketika hal itu tidak terwujud, Musk memilih keluar.

Sidang ini diperkirakan akan berlangsung selama beberapa pekan, dengan menghadirkan berbagai bukti seperti email, pesan, hingga catatan komunikasi internal yang akan membuka lebih dalam konflik di balik layar OpenAI.

Sejumlah tokoh besar industri teknologi disebut berpotensi hadir sebagai saksi, termasuk CEO Microsoft Satya Nadella dan eksekutif Neuralink Shivon Zilis, sebagaimana dihimpun KompasTekno dari Guardian, CNN, dan Reuters.

Tag:  #ketika #masa #depan #openai #dipertaruhkan #sidang #altman #elon #musk

KOMENTAR