Aceh Mulai Bangkit Saat Lebaran: Balap Robin hingga Padatnya Penyeberangan Ulee Lheue
Balap Robin di Aceh saat Lebaran 2026(Dok. Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI)
12:07
27 Maret 2026

Aceh Mulai Bangkit Saat Lebaran: Balap Robin hingga Padatnya Penyeberangan Ulee Lheue

Aceh perlahan bangkit setelah bencana banjir besar yang melanda pada akhir November 2025. Empat bulan setelah masa sulit itu, semangat masyarakat Aceh kembali terasa kuat pada momentum Idulfitri 1447 Hijriah.

Dua daerah, yakni Subulussalam dan Banda Aceh, menampilkan energi kebersamaan dan optimisme lewat tradisi unik dan mobilitas wisatawan yang meningkat.

Balap robin meriahkan Lebaran di Rundeng, Subulussalam

Di Kecamatan Rundeng, Kota Subulussalam, warga menjadikan Balap Robin (balapan perahu kayu bermesin Robin) sebagai penanda bangkitnya kehidupan pascabencana.

Tradisi yang digelar setiap momentum Lebaran itu kembali menghidupkan tepian Sungai Lae Soraya.

Ratusan warga memadati bantaran sungai untuk menyaksikan deru mesin perahu yang saling berpacu cepat. Meski sempat terjadi insiden karam akibat arus sungai, kesiapsiagaan panitia membuat situasi cepat terkendali tanpa korban.

Baca juga: Sungai Rayap dan Cerita Warga yang Menjaga Wisata dari Hutan Aceh Utara

Menurut Tengku Fikri Wirlandi Kombi, salah satu warga yang hadir, kegiatan ini menjadi hiburan penting bagi masyarakat Subulussalam setelah melalui masa sulit. Ia menilai acara seperti ini juga menggerakkan perekonomian lokal.

“Kegiatan ini sangat positif karena menjunjung tinggi silaturahmi. Dan kami harap pemerintah selalu mensupport event-event tahunan ini,” ujar dia dalam rilis Bikom RI yang Kompas.com terima (27/3/2026).

Ketua Panitia Balap Robin, Muhammad Ikhwan Sambo, menjelaskan bahwa perlombaan didukung oleh jajaran Muspika Rundeng dan diikuti warga dari seluruh kecamatan. Ia bahkan berencana mengajukan agar kegiatan ini dapat digelar pada level kota.

Bagi masyarakat Rundeng, Balap Robin bukan sekadar perlombaan, tetapi simbol kebersamaan dan bagian dari budaya sungai yang ingin terus mereka lestarikan setiap Idulfitri.

Pelabuhan Ulee Lheue padat wisatawan jelang Lebaran

Sementara itu di Banda Aceh, geliat Lebaran juga tampak jelas di Pelabuhan Ulee Lheue. Ratusan kendaraan dari sepeda motor hingga mobil pribadi, mengantre untuk menyeberang ke Sabang, salah satu destinasi wisata favorit pada musim Lebaran.

Kepala UPTD Wilayah I Pelabuhan Penyeberangan Dinas Perhubungan Aceh, Husaini Jamil, menjelaskan bahwa jadwal pelayaran meningkat signifikan.

Kapal cepat dari Banda Aceh dan Sabang masing-masing melayani empat trip harian, sementara kapal ferry melayani lima trip dari kedua arah.

Mayoritas penumpang adalah wisatawan domestik yang ingin berlibur atau bersilaturahmi dengan keluarga di Pulau Weh.

“Petugas dan fasilitas pelabuhan siap melayani lonjakan penumpang, termasuk zonasi parkir dan rekayasa keberangkatan,” kata Husaini.

Dari sisi keselamatan, PT ASDP Banda Aceh juga melakukan penambahan alat keselamatan. General Manager ASDP, Andri Setiawan, menyebut bahwa pihaknya menyiapkan 150–200 life jacket tambahan yang disebarkan ke tiga kapal penyeberangan.

Baca juga: Pantai Lhoknga Aceh: Panduan Wisata dan Cara Menikmatinya

Koordinasi antarinstansi terus dilakukan agar mobilitas masyarakat pada Lebaran ini berjalan tertib dan aman.

Tag:  #aceh #mulai #bangkit #saat #lebaran #balap #robin #hingga #padatnya #penyeberangan #ulee #lheue

KOMENTAR