Okupansi Hotel Lebaran 2026 Menurun, Yogyakarta dan Bali hanya Capai 65 Persen
Tingkat okupansi hotel di sejumlah daerah Indonesia nyaris tak ada yang mencapai 100 persen selama periode libur Lebaran 2026. Mengapa?(Dok. Freepik/DC Studio)
10:07
3 April 2026

Okupansi Hotel Lebaran 2026 Menurun, Yogyakarta dan Bali hanya Capai 65 Persen

Tingkat keterisian kamar (okupansi) hotel di sejumlah daerah Indonesia nyaris tak ada yang mencapai 100 persen selama periode libur Lebaran 2026.

Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) mencatat rata-rata okupansi hotel di Indonesia selama libur Lebaran 2026 mencapai 70-80 persen.

"Memang di Lebaran kemarin itu peningkatan okupansi itu peak-nya (puncaknya) itu ada di tanggal 22 dan 23 Maret. Ada yang rata-ratanya bisa mencapai 70 atau 80 persen dan ada daerah tertentu yang bisa mencapai di atas 90 persen," kata Sekretaris Jenderal (Sekjen) PHRI Maulana Yusran saat dihubungi Kompas.com pada Rabu (1/4/2026).

Tingkat okupansi hotel saat libur Lebaran 2026

Beberapa daerah mencatat kenaikan okupansi, tapi..

Hanya hotel-hotel di daerah wisata tertentu yang mencatat okupansi lebih dari 90 persen, di antaranya hotel di Kota Malang dan Kota Batu di Jawa Timur.

Disusul Kota Semarang yang okupansi hotelnya bisa mencapai 100 persen pada Senin (23/3/2026), lalu turun menjadi 39 persen dan 27 persen berturut-turut dari Rabu (25/3/2026) sampai Kamis (26/3/2026).

Begitu juga dengan hotel-hotel di Sumatera Barat yang kedatangan banyak tamu selama libur Lebaran.

Yusran menyebut, peningkatan okupansi hotel di provinsi ini terjadi cukup lama hingga akhir cuti bersama Lebaran 2026. Padahal tahun lalu, okupansi hotel di Sumatera Barat relatif rendah.

"Jadi dia (okupansinya) mulai naik itu tanggal 23 dan itu okupansinya cukup tinggi ya sampai dengan minimal itu 80 persen dan itu panjang sampai tanggal 30 Maret," kata Yusran.

Tingkat okupansi hotel di Jawa Barat pada libur Lebaran 2026

Penurunan okupansi banyak terjadi

Tingkat okupansi hotel di sejumlah daerah Indonesia nyaris tak ada yang mencapai 100 persen selama periode libur Lebaran 2026. Mengapa?Dok. Shutterstock/Stora Space Tingkat okupansi hotel di sejumlah daerah Indonesia nyaris tak ada yang mencapai 100 persen selama periode libur Lebaran 2026. Mengapa?

Tingkat okupansi hotel di Bandung, Jawa Barat, berkisar 65-80 persen selama libur Lebaran 2026, lalu turun menjadi 52 persen pada Rabu (25/3/2026).

"Jawa Barat itu juga sama. Jadi yang tinggi itu di Bogor ya. Bogor itu okupansinya tanggal 22-23 Maret itu 91 persen," ungkap Yusran.

Sementara itu, di Cirebon yang juga berlokasi di Jawa Barat mencatat okupansi sebesar 83-88 persen.

"Tapi kembali lagi pada saat tanggal 24-nya mereka turun. Ada yang di Bogor itu bisa 56 persen dan tanggal 25 nya 48 persen," jelas Yusran.

"Jadi memang banyak terjadi turun gitu. Terus juga yang tinggi itu di Sukabumi ya, kalau di Jawa Barat itu, tapi itu lagi-lagi tanggal 23 aja, begitu tanggal 24-25 nya kembali ke 34 persen dan 39 persen," imbuh dai. 

Baca juga: Ada Larangan Study Tour, Jumlah Wisatawan di Jawa Barat Malah Naik pada 2025

Okupansi hotel di Yogyakarta dan Bali turun

Daya beli hingga opsi akomodasi yang beragam

Tingkat okupansi hotel di sejumlah daerah Indonesia nyaris tak ada yang mencapai 100 persen selama periode libur Lebaran 2026. Mengapa?Dok. Unsplash/bckfwd Tingkat okupansi hotel di sejumlah daerah Indonesia nyaris tak ada yang mencapai 100 persen selama periode libur Lebaran 2026. Mengapa?

Lebih lanjut, Yusran mengungkapkan, data tingkat okupansi hotel di Yogyakarta dan Bali hanya berkisar 60-65 persen. Padahal kedua daerah ini dikenal sebagai destinasi wisata populer.

"Yogyakarta itu destinasi yang selalu ramai kan, biasanya kan. Nah, cuman kalau kita tadi ngomong Bali, Bali itu kan variabelnya banyak," ujarnya.

Hotel-hotel di Bali, kata Yusran, tidak hanya mengandalkan wisatawan nusantara, tetapi juga wisatawan mancanegara (wisman) yang diprediksi menurun akibat konflik Amerika Serikat dan Israel lawan Iran.

Adapun di Yogyakarta, Wakil Sekretaris BPD PHRI DIY Wahyu Wikan Trispratiwi, menyimpulkan penyebab rendahnya okupansi hotel saat libur Lebaran 2026.

Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) mencatat rata-rata okupansi 68 persen selama periode lebaran dari Jumat (20/3/2026) sampai Kamis (26/3/2026), padahal tahun lalu angkanya mencapai 80 persen.

Wikan menyebut setidaknya ada tiga penyebab yakni daya beli masyarakat yang berkurang dan banyaknya suplai homestay, vila, dan guest house.

Opsi akomodasi yang beragam dan relatif murah, membuat banyak wisatawan memilih tipe penginapan selain hotel.

"Aksesibilitas antarkota yang mudah juga (berpengaruh) sehingga mengurangi lama tinggal," ungkap Wikan ketika dihubungi Kompas.com pada Kamis (2/4/2026).

Baca juga: Penumpang Kian Sepi, Wings Air Hentikan Rute Bandung–Yogyakarta

Tag:  #okupansi #hotel #lebaran #2026 #menurun #yogyakarta #bali #hanya #capai #persen

KOMENTAR