Stasiun Lampegan, Titik Kecil di Cianjur Penghubung Jalur Selatan
Stasiun Lampegan di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, melayani 8.482 pelanggan berangkat dan 9.680 pelanggan tiba selama Januari-Maret 2026.
Angka ini meningkat dibandingkan periode yang sama tahun 2025, dengan 7.502 pelanggan naik dan 7.589 pelanggan turun.
“Pertumbuhan jumlah pelanggan di Stasiun Lampegan menunjukkan bahwa layanan kereta api tetap menjadi pilihan bagi masyarakat di berbagai wilayah," kata Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba dalam keterangan resmi, Sabtu (18/4/2026).
Baca juga: Dulu Kereta Api Melintas sampai Bantul, Ini Peninggalannya hingga Sekarang
Kenaikan sekitar 13,1 persen untuk penumpang naik dan 27,6 persen untuk penumpang turun menunjukkan kebutuhan perjalanan masyarakat yang terus tumbuh.
Kereta api di Stasiun Lampegan
Stasiun Lampegan melayani satu perjalanan utama, yakni Kereta api (KA) Siliwangi relasi Cipatat–Sukabumi (PP).
Bagi masyarakat sekitar, kereta api ini menjadi bagian dari keseharian, digunakan untuk berdagang ke kota, bekerja, mengurus kebutuhan, hingga kembali pulang bertemu keluarga.
Stasiun Lampegan di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, melayani 8.482 pelanggan berangkat dan 9.680 pelanggan tiba selama Januari-Maret 2026. Stasiun Lampegan melayani satu perjalanan utama, yakni Kereta api (KA) Siliwangi relasi Cipatat?Sukabumi (PP).
Berlokasi di antara hamparan hijau perbukitan Cianjur, Stasiun Lampegan melayani perjalanan yang mungkin terlihat sederhana, namun memiliki arti besar bagi masyarakat di sekitarnya.
“Di Stasiun Lampegan, perjalanan terasa dekat dengan keseharian. Pagi hari, ada yang berangkat membawa dagangan ke kota. Siang hingga sore, ada yang kembali dengan cerita dan hasil usaha," ujar Anne.
Baca juga: 2 Kereta Tujuan Jakarta–Jawa Timur Ini Kini Makin Nyaman Berkat Rangkaian Baru
Dari peron kecil ini, aktivitas harian terus bergerak, menghubungkan desa dengan kota dalam ritme yang setiap hari berbeda.
Tarif KA Siliwangi berkisar Rp 2.000 hingga Rp 5.000, dengan rute yang menghubungkan warga tetap terhubung dengan pusat aktivitas di Sukabumi, Cianjur, hingga Cipatat.
Di sekitar stasiun, kehidupan masyarakat tumbuh dari sektor pertanian, perkebunan, hingga aktivitas wisata.
Baca juga: Kereta Wisata ke Perbatasan Korea Utara Kembali Dibuka
Kedekatannya dengan Situs Gunung Padang membuka peluang pergerakan wisatawan yang datang melalui jalur kereta api, terutama pada akhir pekan.
Sejarah Stasiun Lampegan
Stasiun Lampegan juga menyimpan jejak panjang sejarah sekaligus nilai arsitektur yang tetap terjaga hingga hari ini.
Stasiun Lampegan dibangun pada periode 1879–1882 dan berkaitan erat dengan keberadaan Terowongan Lampegan yang berada tidak jauh dari lokasi.
Stasiun kereta api Lampegan di Desa Cibokor, Pasir Gunung Keneng, Cianjur, Jawa Barat, Jumat (15/3/2013). Stasiun untuk mendukung jalur kereta api rute Bogor - Sukabumi - Bandung ini sudah tidak aktif namun rencananya akan beroperasi kembali.
Bangunan stasiun bergaya kolonial dengan bentuk simetris, jendela besar, dan atap pelana masih dipertahankan keasliannya, dan kini telah ditetapkan sebagai cagar budaya oleh Unit Pusat Pelestarian dan Desain Arsitektur KAI.
Keberadaan ini menjadikan Stasiun Lampegan sebagai bagian dari warisan perkeretaapian yang tetap hidup dan digunakan hingga sekarang.
Baca juga: Stasiun Plabuan di Batang dengan Panorama Laut, Akan Aktif Lagi
Berada di ketinggian sekitar 439 meter di atas permukaan laut, Stasiun Lampegan dikelilingi perbukitan, sawah, dan kebun teh.
Suasana ini menghadirkan perjalanan yang terasa lebih dekat dengan alam, sekaligus membuka potensi pengembangan wisata berbasis sejarah dan lanskap.
Dari stasiun Lampegan, perjalanan terus berjalan. Menghubungkan aktivitas, mempertemukan keluarga, dan membawa harapan yang ikut bergerak di setiap keberangkatan dan kedatangan.
Baca juga: Jalur 6-8 Stasiun Bogor Akan Ditutup Sementara, Apa Saja yang Berubah?
"KAI akan terus menjaga layanan ini agar tetap hadir dan dapat digunakan oleh siapa saja yang membutuhkan,” ujar Anne.
Tag: #stasiun #lampegan #titik #kecil #cianjur #penghubung #jalur #selatan