Komut PGN Pakai Mobil Bahan Bakar Gas, Bisa Switch Ke BBM
Teknisi memasang converter kit pada kendaraan pribadi Komisaris Utama PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGN) Tony Setia Boedi Hoesodo sehinggaobil bisa menggunakan bahan bakar gas (BBG) di Jakarta, Kamis (2/4/2026).(Humas PGN)
14:28
3 April 2026

Komut PGN Pakai Mobil Bahan Bakar Gas, Bisa Switch Ke BBM


- Komisaris Utama PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGN) Tony Setia Boedi Hoesodo, menggunakan bahan bakar gad (BBG) sebagai sumber energi mobilnya.

Tony memasang converter kit BBG pada mobil pribadinya yang memungkinkan penggunaan bahan bakar ganda (dual fuel) yakni BBG dan bahan bakar minyak (BBM).

Langkah ini Tony ambil sebagai uoaya sekaligus upaya menjaga ketahanan energi nasional dan menggunakan energi ramah lingkungan.

“Kami ingin memberikan contoh nyata bahwa pemakaian BBG adalah pilihan yang cerdas untuk kebutuhan sehari-hari,” kata Tony dalam keterangan resminya, Jumat (3/4/2026).

Tony menjelaskan, mengoperasikan kendaraan dual fuel cukup mudah. Ia hanya perlu menekan tombol “switch” di dekat kemudi untuk mengalihkan penggunaan BBM ke BBG atau sebaliknya.

Baca juga: Bengkel Siaga CNG Layani Kendaraan BBG di Jalur Mudik, Hadir 24 Jam

Menurut Tony, biaya yang dikeluarkan untuk konsumsi BBG pada mobilnya cukup murah dengan jarak tempuh lebih jauh.

“Kendaraan bisa mendapatkan penghematan biaya bahan bakar karena harganya yang terjangkau dan stabil yaitu Rp 4.500 per liter, daya tempuh lebih jauh serta juga lebih ramah lingkungan,” tutur Tony.

Pemasangan converter kit, kata Tony, ditangani teknisi yang telah mengantongi lisensi dan mengedepankan standar keselamatan seperti penempatan tabung hingga siatem aliran bahan bakar pada mobil.

Ia memandang, keberhasilan pemasangan converter kit pada kendaraan pribadinya menunjukkan teknologi BBG juga bisa dipakai masyarakat.

“Kami menekankan pentingnya menjaga kualitas layanan BBG agar manfaatnya dapat dirasakan secara optimal oleh masyarakat,” ucap Tony.

Lebih lanjut, PGN mengajak masyarakat luas menggunakan BBG guna mendukung upaya pemerintah mewujudkan kemandirian dan ketahanan energi.

Menurutnya, saat ini layanan BBG pada PGN sudah ditangani anak perusahaan, PT Gagas Energi Indonesia.

Dalam keterangan yang sama, Direktur Utama Gagas, Santiaji Gunawan, mengatakan keputusan menggunakan BBG menunjukkan komitmen Tony dalam menggunakan energi alternatif.

Ia menyebut, saat ini sudah terdapat komunitas pengguna BBG yang telah merasakan manfaat energi alternatif itu bernama Komunitas Mobil Gas (Komogas).

“Ini menjadi momentum penting untuk mendorong pemanfaatan energi alternatif yang lebih luas di masyarakat. Dukungan ini juga memberikan dorongan positif bagi pengembangan ekosistem BBG di Indonesia,” ujar Santiaji.

Tag:  #komut #pakai #mobil #bahan #bakar #bisa #switch

KOMENTAR